Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?

Kompas.com, 5 September 2026, 08:05 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem pendidikan pesantren dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu rujukan dunia dalam pengembangan pendidikan holistik. 

Pendidikan tersebut tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, ketahanan diri, dan kemampuan sosial.

Ketua Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) sekaligus Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) KH Anang Rikza Masyhadi mengatakan, praktik pendidikan semacam itu telah lama dijalankan dalam tradisi pesantren di Indonesia.

Baca juga: Kemenag Buka 3 Bantuan untuk Pesantren, Nilainya hingga Rp 100 Juta

Menurut dia, sistem pendidikan berasrama memungkinkan proses pendidikan berlangsung tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari para santri.

"Pendidikan holistik ini menjadi isu yang sangat penting di Barat, tetapi riset dari Harvard menunjukkan belum ada sekolah yang benar-benar berhasil di sana. Sementara itu, kita di pesantren justru menjalankannya setiap hari selama 24 jam," kata Anang dalam rilisnya, Sabtu (5/9/2026).

"GIHES hadir untuk meletakkan konsep ini di atas permukaan tanah agar dapat dilihat, dikaji, dan dijadikan rujukan oleh dunia luar," lanjutnya.

Gagasan tersebut akan dibahas dalam Global Islamic Holistic Education Summit yang digelar Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bersama FPAG pada 5-6 September 2026 di Jakarta.

Pertemuan internasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca juga: Kemenag Pulihkan 776 Rumah Ibadah Lintas Agama Pascabencana Sumatera

Pendidikan Tidak Hanya Berlangsung di Kelas

Anang menjelaskan, salah satu karakter pendidikan pesantren adalah proses pembentukan santri yang berlangsung sepanjang aktivitas keseharian.

Pendidikan tidak hanya diarahkan pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan kepemimpinan, ketahanan diri atau resiliency, serta kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Model berasrama memungkinkan berbagai aspek tersebut dipelajari melalui aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, berorganisasi, hidup bersama, hingga menjalankan berbagai tanggung jawab di lingkungan pendidikan.

Menurut Anang, karakter tersebut membuat sistem pesantren memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan konsep pendidikan holistik.

Ia melihat kecenderungan penggunaan sistem berasrama dalam sejumlah model pendidikan di Indonesia sebagai salah satu indikasi bahwa pendekatan tersebut masih dianggap relevan.

Anang mencontohkan Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia yang menggunakan atau mengembangkan pola pendidikan berasrama.

Menurut dia, pola pendidikan 24 jam memberikan ruang lebih besar bagi sekolah untuk tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan dan karakter peserta didik.

Membawa Pengalaman Pesantren ke Forum Global

Melalui GIHES, pengalaman pendidikan pesantren tersebut akan dibawa ke dalam pembicaraan yang melibatkan kalangan pendidikan dari sejumlah negara.

Wakil Rektor III UNIDA Gontor Khoirul Umam mengatakan, forum tersebut akan melibatkan sekitar 300 peserta undangan dari dalam dan luar negeri.

Peserta antara lain berasal dari kalangan pimpinan pesantren dan institusi pendidikan dari Amerika Serikat, Malaysia, Turki, Jepang, dan Mesir.

Forum tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ruang pertukaran pengalaman, tetapi juga untuk membahas pendidikan holistik dari perspektif akademik.

Menurut Khoirul, penyelenggara ingin pengalaman panjang pesantren Indonesia dalam pendidikan berasrama dapat dikaji secara lebih sistematis sehingga dapat menjadi bagian dari diskursus pendidikan internasional.

Ditargetkan Menghasilkan Naskah Akademik

Khoirul mengatakan, pembahasan dalam GIHES juga ditargetkan menghasilkan luaran akademik.

Materi dari para pembicara serta hasil pembahasan forum akan dihimpun menjadi naskah akademik dan diarahkan untuk diterbitkan serta masuk ke publikasi internasional.

"Luaran dari GIHES ini adalah hal yang sangat krusial. Seluruh materi pembicara dan hasil pembahasan akan dibukukan dalam naskah akademik yang diterbitkan oleh Springer di Eropa, serta dimasukkan ke dalam jurnal internasional," kata Khoirul.

Ia berharap publikasi tersebut dapat membuat pengalaman pendidikan pesantren Indonesia semakin dikenal dalam pembicaraan mengenai pendidikan holistik di tingkat global.

"Harapan kita bersama adalah ketika dunia membicarakan holistic education, referensi utamanya adalah Indonesia dan sistem kepesantrenan," ujarnya.

GIHES menjadi salah satu upaya UNIDA Gontor dan FPAG untuk memperkenalkan praktik pendidikan pesantren tidak hanya sebagai tradisi pendidikan Islam Indonesia, tetapi juga sebagai model yang dapat diteliti, dikembangkan, dan diperbincangkan dalam diskursus pendidikan global.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Aktual
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Aktual
CAT Seleksi Petugas Haji 2027 Digelar 2 Gelombang, Ini Jadwalnya
CAT Seleksi Petugas Haji 2027 Digelar 2 Gelombang, Ini Jadwalnya
Aktual
Kisah Menag Nasaruddin dan Tiga Paus, dari Vatikan hingga Deklarasi Istiqlal
Kisah Menag Nasaruddin dan Tiga Paus, dari Vatikan hingga Deklarasi Istiqlal
Aktual
Keputusan Fiqih Bisa Ditinjau Kembali, Muktamar NU Sahkan Mekanismenya
Keputusan Fiqih Bisa Ditinjau Kembali, Muktamar NU Sahkan Mekanismenya
Aktual
Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar