Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Tokoh Dunia Berhenti Sejenak untuk Merenungkan Arti Kedamaian

Kompas.com, 7 September 2026, 18:09 WIB
Reni Susanti

Editor


BALI, KOMPAS.com – Perdamaian tidak selalu lahir dari keputusan besar ataupun forum tingkat dunia. Ia dapat bermula dari ketenangan dalam diri, kepedulian kepada sesama, dan kesediaan manusia menjaga seluruh kehidupan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony 2026 yang menjadi puncak rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 di Sunset Mandala, Sira Village, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Senin (7/9/2026).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Arskal Salim mengibaratkan perubahan besar sebagai cahaya yang terhimpun dari banyak nyala kecil.

“Transformasi besar tidak lahir dari satu cahaya raksasa, melainkan dari lilin-lilin kecil yang kita bawa bersama,” kata Arskal, mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam rilisnya, Senin.

Baca juga: Kemenag Izinkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Erupsi Beralih ke PJJ

Ia mengajak generasi muda dan umat beragama menjaga nyala perdamaian tersebut dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rumah hingga lingkungan kerja.

“Saya mengajak generasi muda dan seluruh umat beragama untuk menjaga nyala cahaya ini di rumah dan lingkungan kerja kita,” ujarnya.

Damai dengan diri dan seluruh kehidupan

Upacara refleksi tersebut mengangkat tema Holding Space for Peace: Peace Within, Peace Among Us, Peace with All Life.

Tema itu membawa tiga lapis pesan perdamaian, yakni berdamai dengan diri sendiri, membangun kedamaian bersama orang lain, serta menjaga hubungan yang selaras dengan seluruh kehidupan.

Menurut Arskal, ketiga pesan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai slogan dalam sebuah forum.

“Kedamaian dalam diri, kedamaian antarsesama, dan kedamaian dengan seluruh kehidupan bukan sekadar slogan,” katanya.

“Ini merupakan seruan untuk melakukan tindakan nyata yang dimulai dari diri kita sendiri hari ini,” lanjut Arskal.

Baca juga: Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan

Forum tersebut diikuti delegasi dari lebih dari 70 negara. Mereka berasal dari unsur pemerintah, perusahaan teknologi, perguruan tinggi, masyarakat sipil, serta komunitas lokal.

Di tengah perkembangan teknologi dan menguatnya perpecahan di berbagai belahan dunia, pertemuan itu menjadi ruang bagi para peserta untuk berhenti sejenak dan memaknai kembali arti kedamaian.

Perdamaian merupakan hubungan yang harus dirawat

Wakil Presiden United In Diversity Foundation Suyoto mengatakan, perdamaian bukan hanya tujuan akhir yang hendak dicapai melalui gagasan dan teori.

Lebih dari itu, perdamaian merupakan hubungan yang perlu dirawat manusia melalui sikap dan perbuatan sehari-hari.

“Kedamaian bukanlah sekadar tujuan akhir yang dicapai melalui teori, melainkan sebuah hubungan yang harus kita rawat secara aktif setiap hari,” kata Suyoto.

Menurut dia, semangat tersebut sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, antarsesama manusia, dan alam.

Nilai-nilai serupa, lanjut Suyoto, juga hidup dalam berbagai agama dan tradisi di Indonesia.

“Melalui THK Universal Reflection Forum, Yayasan UID mengemban semangat Tri Hita Karana yang kami yakini menjadi inti ajaran di seluruh agama dan tradisi di Indonesia,” ujarnya.

Menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan AI

Bali Harmony Encounter Week 2026 berlangsung pada 2–7 September 2026 dengan membawa perhatian utama pada hubungan antara perkembangan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Salah satu rangkaiannya adalah Bali Harmony Dialogue yang diselenggarakan di United In Diversity (UID) Bali Campus, KEK Kura Kura Bali, pada Kamis (3/9/2026).

Dialog tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk membahas kesenjangan penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tingkat global.

Dalam kuliah umum bertajuk Intelligence: Natural and Artificial, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie memaparkan langkah yang dapat ditempuh negara berkembang dalam menghadapi kemajuan AI.

Negara berkembang, menurut Stella, tidak seharusnya hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka juga perlu berperan aktif dalam penelitian serta penyusunan tata kelola AI global.

Pendidikan teknologi membutuhkan kepemimpinan etis

Persoalan AI turut dibahas dalam Consultative Dialogue on Youth. Melalui forum tersebut, para inovator muda dan perintis industri mendorong lahirnya sistem pendidikan yang tidak hanya membekali peserta didik dengan kemampuan teknis.

Pendidikan juga perlu menumbuhkan kepemimpinan yang beretika dan menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan teknologi.

Sementara itu, World Encounter Summit Bali: XI International Scholas Chairs Congress diselenggarakan pada 4–6 September 2026.

Forum bertema Artificial Intelligence and Human Meaning tersebut mempertemukan perwakilan lebih dari 140 perguruan tinggi dari 70 negara.

Para peserta membahas pentingnya melibatkan generasi muda dan kearifan lokal dalam merumuskan etika serta arah perkembangan teknologi masa depan.

Rangkaian pertemuan itu membawa pesan bahwa kemajuan teknologi perlu berjalan bersama keadilan sosial, pelestarian budaya, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Sebab, kecerdasan teknologi tidak dengan sendirinya menghadirkan kehidupan yang damai. Manusia tetap membutuhkan kejernihan hati, kepemimpinan moral, dan kesediaan merawat hubungannya dengan sesama serta alam.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Bolehkah Suami Melarang Istri Bertemu Orangtua? Ini Pandangan Fikih
Bolehkah Suami Melarang Istri Bertemu Orangtua? Ini Pandangan Fikih
Aktual
Indonesia-Uzbekistan Jajaki Penerbangan Langsung untuk Wisata Religi
Indonesia-Uzbekistan Jajaki Penerbangan Langsung untuk Wisata Religi
Aktual
BAZNAS Tegaskan Dana ZIS Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
BAZNAS Tegaskan Dana ZIS Tak Dipakai untuk Buku "Islam Ala Prabowo"
Aktual
Arahan Kemenag untuk Madrasah Terdampak Abu Vulkanik: Atur Pembelajaran hingga Wajib Sediakan Masker
Arahan Kemenag untuk Madrasah Terdampak Abu Vulkanik: Atur Pembelajaran hingga Wajib Sediakan Masker
Aktual
Ketika Tokoh Dunia Berhenti Sejenak untuk Merenungkan Arti Kedamaian
Ketika Tokoh Dunia Berhenti Sejenak untuk Merenungkan Arti Kedamaian
Aktual
Kemenag Izinkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Erupsi Beralih ke PJJ
Kemenag Izinkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Erupsi Beralih ke PJJ
Aktual
Garuda Indonesia Terbangkan 382 Jamaah Umrah dari Aceh ke Kertajati
Garuda Indonesia Terbangkan 382 Jamaah Umrah dari Aceh ke Kertajati
Aktual
10 Rekomendasi Buku Islami Terbaik dan Terpopuler, dari Tafsir hingga Pengembangan Diri
10 Rekomendasi Buku Islami Terbaik dan Terpopuler, dari Tafsir hingga Pengembangan Diri
Aktual
BAZNAS Salurkan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BAZNAS Salurkan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Aktual
5 Amalan Sunnah Setelah Shalat Wajib Sesuai Tuntunan Nabi SAW
5 Amalan Sunnah Setelah Shalat Wajib Sesuai Tuntunan Nabi SAW
Aktual
PPIU Bentuk Kanal Komunikasi Khusus Tangani Dampak Gangguan Penerbangan Umrah
PPIU Bentuk Kanal Komunikasi Khusus Tangani Dampak Gangguan Penerbangan Umrah
Aktual
MUI Ingatkan Masyarakat Waspadai Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Langkah yang Disarankan
MUI Ingatkan Masyarakat Waspadai Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Langkah yang Disarankan
Aktual
Anak Krakatau Meletus, Travel Umrah Diminta Tak Paksakan Keberangkatan
Anak Krakatau Meletus, Travel Umrah Diminta Tak Paksakan Keberangkatan
Aktual
Islam ala KH Ahmad Dahlan: Berakar Kuat, Terbuka, dan Membebaskan
Islam ala KH Ahmad Dahlan: Berakar Kuat, Terbuka, dan Membebaskan
Aktual
Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar