Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla mengingatkan bahwa pendidikan harus selalu berorientasi pada masa depan.
Menurut Jusuf Kalla atau JK, pendidikan tidak boleh berhenti pada upaya mengenang masa lalu tanpa mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Pendidikan berbicara ke depan. Sebab, apabila terus berbicara ke belakang, pendidikan itu menjadi museum. Hanya museum yang berbicara ke belakang,” kata JK dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Baca juga: Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Konferensi internasional tersebut berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 5–6 September 2026. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Menjelang usia satu abad Gontor, JK mengajak lembaga pendidikan Islam meninjau kembali makna “modern” yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman.
Menurut Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia tersebut, sesuatu yang dipandang modern satu abad lalu belum tentu dapat menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
“Modern pada 100 tahun lalu tentu berbeda dengan modern pada sekarang. Sekarang orang berbicara tentang komputer, teknologi informasi, dan bermacam-macam ilmu,” ujar JK dalam rilisnya, Rabu (9/9/2026).
Baca juga: 100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia
JK menjelaskan, pendidikan holistik harus mengembangkan manusia secara utuh. Pendidikan tidak cukup hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga perlu membentuk moral dan keterampilan peserta didik.
Ia menggambarkan ketiga unsur tersebut dengan istilah head, heart, and hand, yakni pikiran, hati, dan keterampilan.
“Kalau kita berbicara holistik, artinya mendidik orang seutuhnya,” kata JK.
Karena itu, JK mendorong lembaga pendidikan Islam membiasakan peserta didik menggunakan logika, menyampaikan gagasan, dan berdiskusi.
Kemampuan tersebut dibutuhkan agar generasi muda tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis serta menerapkannya untuk menjawab persoalan masyarakat.
Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sekaligus Ketua Peringatan 100 Tahun Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, pendidikan perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan pembentukan karakter.
Menurut Hamid, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pendidikan harus tetap disertai pertimbangan etika serta penghormatan terhadap keutuhan manusia.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, kita harus melihat kepribadian seseorang secara utuh dan tidak boleh hanya berbasis pada penilaian AI,” ujar Hamid.
Ia menambahkan, setiap individu tetap dituntut menjaga integritas dan keaslian jati dirinya di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi.
Hamid menilai sistem pendidikan saat ini masih cenderung menitikberatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, aspek karakter, moral, kemanusiaan, dan keterampilan belum selalu diterapkan secara seimbang.
Pandangan tersebut menjadi bagian dari rumusan Deklarasi GIHES 2026 yang mendorong penerapan pendidikan holistik dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Ketua Panitia GIHES 2026 KH Anang Rikza Masyhadi mengatakan, teknologi dan AI seharusnya ditempatkan sebagai alat untuk mendukung kehidupan manusia, bukan menjadi tujuan utama pendidikan.
Pendidikan holistik, kata dia, diperlukan untuk membantu generasi muda menghadapi persoalan yang lebih luas, termasuk tantangan kemanusiaan, kerusakan lingkungan, dan perdamaian.
Melalui GIHES 2026, para peserta mendorong model pendidikan yang memadukan kemampuan intelektual, pembentukan karakter, keterampilan, serta kesadaran sosial.
Forum tersebut juga menawarkan pengalaman pendidikan Islam berbasis pesantren di Indonesia sebagai salah satu referensi dalam pengembangan pendidikan holistik di tingkat global.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT