Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiga Golongan Manusia dalam Surat Al-Fatihah, Kita Termasuk yang Mana?

Kompas.com, 11 September 2026, 10:11 WIB
Reni Susanti

Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammad Ariffudin mengingatkan umat Islam agar tidak menjalankan ibadah tanpa ilmu.

Menurut Ariffudin, ilmu dan amal harus berjalan beriringan agar setiap tindakan memiliki dasar yang benar sekaligus mendatangkan manfaat.

“Orang-orang yang beramal berdasarkan ilmu adalah orang-orang yang beruntung,” kata Ariffudin dikutip dari laman Muhammadiyah, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Khutbah Jumat: 4 Penyebab Kehancuran Negeri Menurut Al-Quran dan Hadis

Mengawali khutbahnya, Ariffudin menjelaskan pelajaran yang dirumuskan para ulama dari Surah Al-Fatihah mengenai tiga kelompok manusia dalam menjalankan agama.

Kelompok pertama ialah orang yang beribadah dan beramal berdasarkan ilmu. Kelompok kedua beramal tanpa ilmu, sedangkan kelompok ketiga memiliki ilmu tetapi tidak mengamalkannya.

Beramal berdasarkan ilmu, lanjut Ariffudin, berarti memastikan setiap ibadah mempunyai landasan yang benar dan sesuai dengan Al-Qur’an serta sunah Nabi Muhammad SAW.

“Kalau suatu amalan dibangun di atas ilmu, maksudnya sesuai dengan Al-Qur’an dan sunah an-nabawiyah,” jelasnya.

Sebaliknya, amal yang dilakukan tanpa pengetahuan dapat membawa seseorang pada kesalahan, meskipun aktivitas tersebut tampak sebagai bentuk ibadah.

Adapun kelompok ketiga ialah orang yang telah memiliki pengetahuan, tetapi tidak menerapkannya dalam kehidupan.

Ariffudin mengaitkan ketiga kelompok tersebut dengan bagian akhir Surah Al-Fatihah. Dalam ayat itu, umat Islam memohon kepada Allah SWT agar diberi jalan yang lurus dan tidak termasuk golongan yang dimurkai ataupun tersesat.

“Yang ingin kita capai adalah model pertama, yaitu orang yang beribadah kepada Allah SWT dan beramal berdasarkan ilmu,” katanya.

Ilmu sebagai dasar pengambilan keputusan

Menurut Ariffudin, prinsip beramal berdasarkan ilmu tidak hanya berlaku dalam persoalan ibadah. Prinsip tersebut juga harus diterapkan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Setiap profesi menuntut seseorang mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang benar, sesuai kompetensi, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mencontohkan seorang dokter bedah yang harus menentukan tindakan operasi. Keputusan medis harus didasarkan pada ilmu kedokteran yang memadai serta dijalankan secara profesional dan amanah.

“Kalau dia memutuskan suatu operasi ala ilmin, berdasarkan ilmu yang benar dan amanah, insya Allah apa yang dilakukan sesuai dengan yang kita inginkan, yaitu berdasarkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Dalam dunia ilmiah, pendekatan itu dikenal sebagai evidence-based, yaitu keputusan yang dilandasi bukti ilmiah.

Sebaliknya, Ariffudin mengingatkan bahaya apabila seorang profesional membuat keputusan bukan berdasarkan ilmu dan kompetensinya, melainkan karena kepentingan tertentu.

“Kalau seorang dokter memberikan keputusan yang bukan didasarkan pada ilmu medis, tetapi kepentingan lain, wallahu a’lam. Kita berlindung kepada Allah dari hal seperti ini,” tuturnya.

Prinsip serupa perlu diterapkan dalam setiap pekerjaan dan karya. Pengetahuan yang benar harus menjadi dasar tindakan, sedangkan amanah menjadi landasan dalam menjalankannya.

Menempuh jalan orang-orang yang diberi nikmat

Ariffudin kemudian menghubungkan pesan tersebut dengan doa yang dibaca umat Islam setiap hari dalam Surah Al-Fatihah, terutama permohonan untuk ditunjukkan jalan yang lurus.

Menurut dia, sirathal mustaqim merupakan jalan yang telah ditempuh orang-orang yang memperoleh nikmat dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam penggalan ayat alladzina an’amta ‘alaihim.

“Jalan yang disebut sirathal mustaqim adalah jalan yang sudah ditempuh. Siapa yang menempuhnya? Alladzina an’amta ‘alaihim, yaitu orang-orang yang telah Allah beri nikmat,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak jamaah menjadikan kelompok tersebut sebagai orientasi kehidupan, yakni menjadi orang yang beribadah kepada Allah dan beramal berdasarkan ilmu.

Pada khutbah kedua, Ariffudin mengingatkan bahwa seluruh aktivitas manusia berada dalam pengetahuan dan pengawasan Allah SWT. Apa yang tersembunyi di dalam hati ataupun terlihat melalui perbuatan tidak lepas dari pertanggungjawaban.

Ia juga mengutip ayat Al-Qur’an yang menerangkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati manusia akan dimintai pertanggungjawaban.

“Semua penglihatan, pengetahuan, dan pendengaran kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,” katanya.

Oleh karena itu, setiap Muslim perlu terus mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperluas pengetahuan yang menjadi dasar dalam beribadah, bekerja, dan mengambil keputusan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar