Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Hanya Berdoa, Ini 3 Cara Menjemput Rezeki

Kompas.com, 11 September 2026, 15:01 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Rezeki tidak hanya diukur dari banyak atau sedikitnya harta. Rezeki juga dapat hadir dalam bentuk kesehatan, ketenangan, keberkahan hidup, serta kesempatan memberikan manfaat kepada orang lain.

Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Faozan Amar mengatakan, terdapat tiga sikap yang perlu dibangun seorang Muslim dalam menjemput kelapangan rezeki, yakni tekun bekerja, bertawakal kepada Allah SWT, dan gemar bersedekah.

“Jangan hanya berdoa agar pintu rezeki dibuka. Kita juga harus bergerak mengetuk pintu-pintu ikhtiar yang halal. Setelah itu, bertawakal dan jangan lupa berbagi,” ujar Faozan saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Khutbah Jumat: 4 Penyebab Kehancuran Negeri Menurut Al Quran dan Hadis

Faozan menjelaskan, Islam tidak mengajarkan umatnya berdoa tanpa melakukan ikhtiar. Al-Qur’an justru memerintahkan manusia untuk bekerja dan mencari karunia Allah SWT.

Ia merujuk Surah Al-Jumu’ah ayat 10 yang memerintahkan umat Islam untuk bertebaran di muka bumi setelah menunaikan shalat Jumat dan mencari karunia Allah.

“Setelah shalat, Allah memerintahkan kita bertebaran di muka bumi dan mencari karunia-Nya. Ini menunjukkan bahwa ibadah dan ikhtiar ekonomi tidak boleh dipisahkan,” katanya.

1. Tekun bekerja dan berusaha

Menurut Faozan, ikhtiar merupakan langkah penting dalam menjemput rezeki. Setiap orang perlu bekerja dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kemampuan, menyusun rencana, dan memanfaatkan peluang yang tersedia.

Namun, usaha tersebut harus ditempuh melalui jalan yang halal. Keinginan memperoleh rezeki tidak boleh membuat seseorang mengabaikan kejujuran, tanggung jawab, dan ketentuan agama.

Bekerja juga tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Hasil dari pekerjaan dapat digunakan untuk mencukupi keluarga, membantu orang lain, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Karena itu, aktivitas ekonomi dan pekerjaan yang dijalankan secara halal serta bertanggung jawab dapat menjadi bagian dari ibadah.

Baca juga: Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

2. Bertawakal setelah berikhtiar

Setelah melakukan ikhtiar secara maksimal, seorang Muslim perlu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Faozan mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Umar bin Khattab. Dalam hadis tersebut, Rasulullah menerangkan bahwa apabila manusia bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, Allah akan memberikan rezeki sebagaimana burung memperoleh rezeki.

Burung pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, kemudian pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.

Menurut Faozan, hadis tersebut menunjukkan bahwa tawakal tidak sama dengan berdiam diri dan menunggu datangnya rezeki.

“Burung saja keluar dari sarangnya untuk mencari rezeki. Karena itu, tawakal bukan berarti berhenti berusaha. Tawakal adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah,” ujarnya.

Manusia berkewajiban merencanakan, bekerja, meningkatkan kompetensi, dan memanfaatkan peluang. Namun, hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.

Kesadaran tersebut diperlukan agar keberhasilan tidak membuat seseorang menjadi sombong. Sebaliknya, kegagalan juga tidak semestinya membuat seseorang kehilangan harapan.

“Ketika rezeki lapang, kita bersyukur. Ketika rezeki terasa sempit, kita tetap berikhtiar dan tidak berputus asa. Allah mengetahui waktu dan ukuran yang terbaik bagi setiap hamba-Nya,” kata Faozan.

3. Gemar berinfak dan bersedekah

Selain bekerja dan bertawakal, Faozan mengajak umat Islam membangun kebiasaan berbagi melalui infak dan sedekah.

Dalam rilisnya, ia merujuk Surah Saba ayat 39 yang menerangkan bahwa Allah akan memberikan pengganti atas harta yang diinfakkan.

Faozan juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Artinya: “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR Muslim)

Menurut Faozan, hadis tersebut tidak harus dimaknai bahwa setiap uang yang disedekahkan akan langsung kembali dalam jumlah yang sama.

“Kelapangan rezeki tidak selalu berbentuk bertambahnya angka di rekening. Rezeki juga bisa berupa kesehatan, ketenteraman, hubungan sosial yang baik, terbukanya peluang, dan keberkahan dalam kehidupan,” tuturnya.

Sedekah juga memiliki dimensi sosial. Harta yang dikeluarkan untuk membantu orang lain dapat memperkuat solidaritas dan membantu mengurangi kesenjangan di tengah masyarakat.

Karena itu, ikhtiar, tawakal, dan berbagi perlu dijalankan secara seimbang.

Faozan mengingatkan, bekerja tanpa tawakal dapat melahirkan kesombongan. Sebaliknya, tawakal tanpa usaha dapat berubah menjadi kemalasan.

Sementara itu, harta yang tidak disertai kepedulian kepada sesama berisiko kehilangan dimensi keberkahannya.

“Semoga kita menjadi hamba yang tekun bekerja, benar dalam bertawakal, ringan tangan dalam bersedekah, serta memperoleh rezeki yang halal, cukup, luas, dan penuh keberkahan,” ujar Faozan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar