Editor
KOMPAS.com — Sebanyak 12 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) lintas angkatan menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor dari Cikampek, Jawa Barat, menuju Ponorogo, Jawa Timur.
Perjalanan tersebut dilakukan untuk menghadiri puncak Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang akan berlangsung pada 19–20 September 2026.
Pemimpin perjalanan atau road captain, Misbah, mengatakan, perjalanan itu tidak hanya menjadi kegiatan touring, tetapi juga dimaknai sebagai sarana bersilaturahmi dan mengobati kerinduan kepada para guru serta sahabat lama.
“Perjalanan ini didasari niat ibadah untuk menyambung silaturahmi, merapatkan raga dan hati kami dengan ibu ideologis kami, yaitu Gontor,” kata Misbah dalam dilisnya, Jumat (18/9/2026).
Baca juga: Kaligrafer Dunia Berkumpul di Gontor, Menulis Peradaban Lewat Seni Islam
Rombongan memulai perjalanan dari Masjid Yayasan Kharisma Darussalam, Cikampek, pada Rabu (16/9/2026).
Mereka berasal dari sejumlah angkatan, mulai dari Abu Sittin, angkatan 1993, 1999, 2005, 2008, 2009, hingga angkatan 2020.
Para peserta terdiri atas Endang, Misbah, Faizin Faris, Ahmad Sofyan Sauri, Ali Akbar, Hamid, Zakiyanto, Waluyo Jati, Hafyz Marshal, Hafiz Adnan, Harris Aulia, dan Farouq Faris.
Selama perjalanan menuju Ponorogo, para alumni juga menyanyikan himne “Oh Pondokku” di sejumlah titik persinggahan.
Menurut Misbah, para peserta ingin menjadikan perjalanan tersebut sebagai bagian dari syiar dengan memperlihatkan cara berkendara yang tertib sekaligus menjaga persaudaraan di antara alumni.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa touring ini adalah bagian dari syiar, bagaimana berkendara yang tertib di jalan raya, bagaimana besarnya rasa cinta santri kepada pesantrennya, serta bagaimana ukhuwah Islamiyah harus terus dijaga,” ujarnya.
Baca juga: Puncak 100 Tahun Gontor, Prabowo Dijadwalkan Hadir
Ketua Pelaksana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG, Riza Azhari, mengatakan, ribuan alumni dan tamu undangan dijadwalkan menghadiri rangkaian peringatan satu abad Gontor.
“Pada acara silaturahmi, insya Allah akan hadir sebanyak 8.776 orang,” kata Riza.
Peringatan satu abad tersebut menjadi momentum bagi para alumni dari berbagai daerah dan angkatan untuk kembali ke almamater sekaligus memperkuat silaturahmi.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.