Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar

Kompas.com, 18 September 2026, 15:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Menghafal 30 juz Al-Qur’an sejak usia dini membutuhkan kebiasaan yang dibangun secara bertahap dan konsisten.

Hal itu dijalani Muslim Dermiwa Riko Putra, peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 Tahun 2026 asal Sumatera Barat.

Muslim mulai menghafal Al-Qur’an saat berusia 5 tahun dan telah menyelesaikan hafalan 15 juz ketika berusia 7 tahun. Pada usia 10 tahun, ia berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an 30 juz setelah melanjutkan proses menghafal di Makkah, Arab Saudi.

Baca juga: Hafal Al-Quran 30 Juz sejak Umur 10 Tahun, Ini Cara Muslim Menjaganya

Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini

Cara menghafal 30 juz Al-Qur’an muslim dilakukan dengan bekal konsistensi dan pembiasaan sejak dini.

Dilansir dari laman Kemenag, berikut tips hafal 30 juz Al-Qur’an sejak usia dini yang dijalani Muslim.

Baca juga: Tak Pernah Melihat Dunia, Daffa Justru Hafal 30 Juz Al Qur’an dan Wakili Sumbar di MTQ Nasional

Mulai Menghafal Al-Qur’an Sejak Usia Dini

Muslim mulai menghafal Al-Qur’an ketika berusia 5 tahun setelah dimasukkan ke Taman Kanak-kanak (TK) Tahfiz. Dua tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan di TK tersebut dengan hafalan yang telah mencapai 15 juz.

“Alhamdulillah, sejak kecil sudah mulai menghafal Al-Qur’an. Tepatnya dari umur 5 tahun. Alhamdulillah, saya sudah dimasukkan ke TK Tahfiz. Sampai umur 7 tahun, Alhamdulillah, tamat dari sana. Waktu itu hafalan saya sudah 15 juz,” ujar Muslim di sela pelaksanaan MTQN ke-31 di Semarang, Kamis (17/9/2026).

Perjalanan hafalan Muslim berlanjut setelah keluarganya pindah ke Makkah. Ia kemudian menghafal Al-Qur’an bersama masyarakat setempat hingga berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz pada usia 10 tahun.

“Lalu, kami pindah ke Makkah. Kemudian, saya menghafal bersama masyarakat di sana. Alhamdulillah, pada umur 10 tahun, Allah mengizinkan saya untuk khatam Al-Qur’an,” tuturnya.

Kini, Muslim duduk di kelas 3 SMA di Pondok Pesantren Ashabul Qur’an Situjuah Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Dalam MTQN ke-31 Tahun 2026, ia mengikuti cabang hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Baca Ayat Sebelum Mulai Menghafal

Salah satu cara Muslim menghafal Al-Qur’an adalah membaca terlebih dahulu bagian yang akan dihafalkan. Ia berusaha membaca seluruh bagian tersebut sebelum mulai mengingat ayat demi ayat.

“Kalau cara praktiknya, saya dulu sebelum menghafal membaca dulu. Saya baca dulu. Diusahakan membaca semuanya. Kalau memang satu halaman yang akan dihafal, dibaca satu halaman,” jelasnya.

Cara tersebut membuat proses menghafal dimulai dengan mengenali terlebih dahulu bagian ayat yang akan diingat. Setelah membaca, Muslim kemudian membagi ayat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Hafalkan Ayat Sedikit demi Sedikit

Muslim menghafalkan ayat secara bertahap, terutama ketika menghadapi ayat yang panjang. Untuk ayat pendek, ia mengulanginya beberapa kali sambil melihat Al-Qur’an.

Setelah merasa cukup menguasai bagian tersebut, Muslim menutup Al-Qur’an dan mencoba melafalkannya kembali tanpa melihat.

“Ketika sudah terasa, ketika membaca berulang-ulang ini sambil melihat Al-Qur’an sudah efektif, kita tutup Al-Qur’an. Setelah kita tutup Al-Qur’an, baru kita coba apakah lancar yang kita hafal tadi,” katanya.

Untuk ayat yang panjang, prinsip yang sama diterapkan dengan membaginya menjadi beberapa bagian. Jika satu ayat terdiri atas tiga baris, misalnya, ia tidak langsung menghafalkan semuanya sekaligus.

“Kita hafal bagian pertama. Misalnya, satu baris kita mampu, kita hafal satu baris. Kemudian, kita lakukan seperti cara tadi. Kita baca berulang-ulang, kemudian kita tutup Al-Qur’an. Jika sudah lancar, kita lanjutkan ke baris yang kedua,” ujarnya.

Peserta MTQ 2026, Muslim Dermiwa Riko Putra menceritakan bagaimana perjalanan dirinya menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz sejak berusia 10 tahun.Dok KEMENTERIAN AGAMA Peserta MTQ 2026, Muslim Dermiwa Riko Putra menceritakan bagaimana perjalanan dirinya menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz sejak berusia 10 tahun.

Bagaimana Agar Hafalan 30 Juz Tidak Mudah Lupa?

Setelah menyelesaikan hafalan, Muslim juga melakukan sejumlah usaha agar hafalannya tidak hilang atau terlupa.

Rutin Murajaah Setelah Menghafal

Menurut Muslim, menyelesaikan hafalan 30 juz bukan akhir dari proses menghafal Al-Qur’an. Hafalan harus terus diulang agar ayat-ayat yang sudah dihafalkan tidak mudah terlupakan.

“Ini yang penting. Setelah itu selesai semuanya maupun setelah satu halaman itu selesai, yang penting diulang lagi. Karena banyak sekali yang ditemukan, dia menghafal, tapi jarang mengulang,” tuturnya.

Bagi Muslim, murajaah bukan hanya dilakukan setelah menyelesaikan satu halaman atau seluruh hafalan. Mengulang hafalan merupakan kebiasaan yang harus terus dilakukan.

“Kalau saya pribadi, Alhamdulillah, kalau saya menghafal sesuatu, langsung ulang biar tidak lupa. Memang harus diulang sampai selesai pun, sampai mati pun masih harus diulang,” katanya.

Libatkan Keluarga dalam Menghafal

Kebiasaan menghafal dan murajaah Muslim juga mendapat dukungan dari keluarganya. Ia mengatakan seluruh keluarganya merupakan penghafal Al-Qur’an.

Dalam kesehariannya, Muslim kerap menghafal dan melakukan murajaah bersama ibunya. Ketika ayahnya sedang sibuk bekerja di luar, ibunya membantu proses hafalan tersebut.

“Alhamdulillah, keluarga saya semuanya penghafal Al-Qur’an. Jadi, saya biasanya menghafal bersama ibu saya. Kalau ayah saya sedang sibuk bekerja di luar, saya dibantu oleh ibu saya,” ujarnya.

Apa Keutamaan Menghafal Al-Qur’an 30 Juz?

Bagi Muslim, menjadi penghafal Al-Qur’an bukan sekadar memiliki hafalan sebanyak 30 juz. Hafalan tersebut juga perlu dijaga dan diamalkan sebagai bagian dari bekal kehidupan dunia dan akhirat.

“Jika misalnya kita menghafal 30 juz, tentu kita akan diangkat oleh Allah SWT lebih tinggi lagi daripada yang menghafal, misalnya, satu surat atau dua surat. Ini tentu adalah sebuah keutamaan yang sangat masyaallah bagi kita,” ungkapnya.

Muslim lahir pada 2008 dan kini berusia 18 tahun. Perjalanan menghafal Al-Qur’an yang dimulainya sejak usia 5 tahun membawanya hingga mengikuti MTQN ke-31 Tahun 2026 di Semarang.

Pengalaman tersebut menunjukkan proses menghafal 30 juz dijalani secara bertahap, mulai dari membaca ayat, menghafalkan bagian kecil, hingga mengulanginya kembali.

Bagi Muslim, kebiasaan murajaah menjadi bagian penting untuk menjaga hafalan yang telah diperoleh sejak usia dini.

Tips hafal 30 juz Al-Qur?an sejak usia dini.Ilustrasi dibuat menggunakan AI. Tips hafal 30 juz Al-Qur?an sejak usia dini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Aktual
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
Aktual
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Aktual
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Aktual
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Aktual
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Aktual
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Aktual
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Aktual
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Aktual
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Aktual
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Aktual
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Aktual
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Aktual
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar