Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih

Kompas.com, 18 September 2026, 15:17 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjaga kesucian merupakan syarat penting dalam ibadah seorang Muslim.

Salah satu bentuk bersuci yang sering dilakukan setiap hari adalah istinja, yaitu membersihkan najis yang keluar dari qubul atau dubur setelah buang air kecil maupun buang air besar.

Di tengah masyarakat, masih muncul pertanyaan apakah istinja cukup dilakukan dengan mengguyurkan air, ataukah harus disertai mengusap area yang terkena najis.

Dalam fikih, para ulama menjelaskan bahwa tujuan utama istinja adalah menghilangkan zat najis dan bekasnya. Karena itu, air menjadi alat bersuci yang paling utama selama najis benar-benar hilang.

Apa Itu Istinja dalam Islam?

Istinja adalah membersihkan najis yang keluar dari kemaluan atau dubur menggunakan air, batu, atau benda suci lain yang memenuhi syarat ketika air tidak tersedia.

Mayoritas ulama mengungkap, menggunakan air lebih utama karena lebih sempurna dalam menghilangkan najis.

Baca juga: Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran

Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang sangat menekankan kebersihan sebagai bagian dari kesucian lahir dan batin.

Al-Qur'an Memuji Orang yang Menyucikan Diri

Allah SWT memuji orang-orang yang menjaga kebersihan dan kesucian dalam Surah At-Taubah ayat 108.

Ayat ini oleh sebagian ahli tafsir dikaitkan dengan penduduk Quba yang dikenal menjaga kebersihan dengan bersuci menggunakan air.

Allah berfirman dalam QS At-Taubah Ayat 108: 

فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Fīhi rijāluy yuḥibbūna ay yataṭahharū, wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn.

Artinya: “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersuci.”

Baca juga: Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah

Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan juga menjadi amalan yang dicintai Allah SWT.

Apakah Cukup Mengguyurkan Air?

Jawabannya, cukup apabila air benar-benar menghilangkan najis. Dalam fikih, yang menjadi syarat istinja bukan banyaknya air, melainkan hilangnya zat najis, warna, bau, atau bekas yang masih tampak sejauh memungkinkan.

Karena itu, sekadar menyiram air tanpa memastikan najis telah hilang belum memenuhi tujuan istinja. Sebaliknya, apabila air diguyurkan hingga najis bersih, maka istinja telah sah menurut syariat.

Para ulama menjelaskan bahwa mengusap area yang terkena najis saat dialiri air membantu membersihkan sisa najis, sehingga lebih sempurna, terutama setelah buang air besar.

Baca juga: Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir

Rasulullah Beristinja dengan Air

Praktik istinja menggunakan air dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَدْخُلُ الْخَلَاءَ فَأَحْمِلُ أَنَا وَغُلَامٌ نَحْوِي إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً فَيَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ

Kānan Nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yadkhulul-khalā’a fa aḥmilu anā wa ghulāmun naḥwī idāwatan min mā’in wa ‘anazatan fayastanjī bil-mā’.

Artinya: “Rasulullah SAW memasuki tempat buang hajat. Aku dan seorang anak membawa bejana berisi air serta tongkat kecil, lalu beliau beristinja dengan air.” (HR Sahih al-Bukhari No. 150 dan Sahih Muslim No. 271). 

Hadis ini menjadi dalil utama bahwa bersuci menggunakan air merupakan sunnah Rasulullah SAW dan cara yang paling utama dalam istinja.

Baca juga: Hafal Al-Quran 30 Juz sejak Umur 10 Tahun, Ini Cara Muslim Menjaganya

Tata Cara Istinja yang Benar

Dalam fikih, tata cara istinja dilakukan dengan sederhana namun memperhatikan kebersihan secara menyeluruh.

1. Menghilangkan najis hingga bersih menggunakan air.
2. Menggunakan tangan kiri ketika membersihkan kemaluan atau dubur.
3. Memastikan tidak ada sisa najis yang masih menempel.
4. Mencuci tangan setelah selesai beristinja.

Prinsip utamanya adalah kebersihan, bukan banyaknya air atau lamanya proses membersihkan.

Mengapa Istinja Penting Sebelum Shalat?

Kesucian dari najis merupakan syarat sah shalat. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk bersuci ketika hendak mendirikan shalat.

Allah berfirman dalam QS Al-Ma'idah Ayat 6: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti faghsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain.

Artinya (Kemenag RI): “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, usaplah kepalamu, dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki.”

Baca juga: Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup

Meskipun ayat ini berbicara tentang wudhu, para ulama menegaskan bahwa wudhu tidak sah apabila tubuh atau pakaian masih terkena najis.

Karena itu, istinja menjadi bagian penting sebelum seseorang berwudhu dan melaksanakan shalat.

Kesimpulan Fikih tentang Istinja

Berdasarkan Al-Qur'an, hadis sahih, dan penjelasan fikih, istinja cukup dilakukan dengan mengguyurkan air selama najis benar-benar hilang.

Namun, mengusap area yang terkena najis ketika dialiri air dianjurkan agar pembersihan lebih sempurna.

Dengan demikian, tujuan istinja bukan sekadar membasahi anggota tubuh, melainkan memastikan kesucian dari najis sebagai persiapan menghadap Allah SWT dalam ibadah.

Kebersihan yang diajarkan Islam selalu mengutamakan kesempurnaan thaharah sekaligus menjaga kesehatan dan kehormatan diri.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Aktual
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
Aktual
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Aktual
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Aktual
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Aktual
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Aktual
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Aktual
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Aktual
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Aktual
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Aktual
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Aktual
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Aktual
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Aktual
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar