Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya

Kompas.com, 21 September 2026, 15:39 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bersiwak sebelum shalat merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Amalan ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan mulut, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan ketika seorang Muslim hendak menghadap Allah SWT dalam ibadah shalat.

Dalam hadis-hadis sahih, Rasulullah SAW bahkan menyatakan bahwa beliau hampir mewajibkan siwak setiap kali akan shalat apabila tidak memberatkan umatnya.

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa bersiwak menjadi sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.

Apa Itu Siwak?

Siwak adalah alat pembersih gigi yang umumnya berasal dari ranting pohon arak (Salvadora persica).

Dalam fikih, istilah siwak tidak hanya merujuk pada kayunya, tetapi juga mencakup aktivitas membersihkan gigi dan mulut dengan alat yang suci.

Baca juga: Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama

Tujuan utamanya ialah menghilangkan bau mulut, membersihkan sisa makanan, dan menjaga kebersihan rongga mulut sebelum beribadah maupun berinteraksi dengan sesama.

Hadis Rasulullah tentang Siwak Sebelum Shalat

Anjuran bersiwak sebelum shalat didasarkan pada hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Lawlā an asyuqqa ‘alā ummatī la amartuhum bis-siwāki ‘inda kulli ṣalāh.

Artinya: “Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR Sahih al-Bukhari No. 887 dan Sahih Muslim No. 252)

Hadis ini menunjukkan besarnya perhatian Rasulullah terhadap kebersihan sebelum shalat.

Meski tidak diwajibkan, siwak ditempatkan sebagai amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel

Siwak Membuat Allah Ridha

Keutamaan siwak juga dijelaskan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

As-siwāku maṭharatun lil-fami marḍātun lir-rabb.

Artinya: “Siwak adalah penyuci mulut dan mendatangkan keridaan Allah.” (HR Sunan An-Nasa’i No. 5)

Hadis tersebut menegaskan bahwa hikmah siwak tidak berhenti pada aspek kesehatan. Membersihkan mulut sebelum berzikir, membaca Al-Qur’an, dan shalat merupakan bentuk adab kepada Allah SWT sehingga menjadi sebab datangnya keridaan-Nya.

Al-Qur’an Menganjurkan Kebersihan

Meskipun Al-Qur’an tidak menyebut siwak secara khusus, prinsip menjaga kebersihan ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 222.

Baca juga: Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn.

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah: 222)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menjadi landasan umum tentang pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan sebagai bagian dari ibadah, termasuk kebersihan mulut sebelum shalat.

Kapan Waktu yang Dianjurkan Bersiwak?

Para ulama menyebut beberapa waktu yang paling dianjurkan untuk bersiwak berdasarkan hadis-hadis Rasulullah SAW, yaitu:

  • Sebelum shalat fardhu maupun sunnah.
  • Sebelum membaca Al-Qur’an.
  • Ketika bangun tidur.
  • Saat mulut berubah bau karena tidur atau berpuasa.
  • Sebelum memasuki masjid atau menghadiri majelis ilmu.

Baca juga: Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk

Dari seluruh waktu tersebut, sebelum shalat menjadi salah satu yang paling ditekankan karena berkaitan langsung dengan ibadah yang paling utama dalam Islam.

Apakah Sikat Gigi Termasuk Siwak?

Dalam fikih kontemporer, mayoritas ulama menjelaskan bahwa tujuan utama siwak adalah membersihkan mulut.

Karena itu, menggunakan sikat gigi dan pasta gigi dapat memenuhi tujuan kebersihan, meskipun penggunaan kayu siwak tetap memiliki nilai mengikuti sunnah Nabi.

Artinya, seorang Muslim tetap memperoleh manfaat menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi, sedangkan memakai kayu siwak menjadi bentuk ittiba’ atau meneladani kebiasaan Rasulullah SAW.

Baca juga: Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso

Hikmah Bersiwak Sebelum Menghadap Allah

Bersiwak mengajarkan bahwa Islam memperhatikan kebersihan lahir dan batin secara bersamaan.

Ketika seorang Muslim berdiri untuk shalat, ia tidak hanya menyucikan diri melalui wudhu, tetapi juga menjaga kebersihan mulut yang digunakan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan berzikir kepada Allah SWT.

Karena itu, Rasulullah SAW menjadikan siwak sebagai sunnah yang sangat dianjurkan. Amalan sederhana ini mengandung hikmah besar: menghormati ibadah, menjaga kesehatan, dan menghadirkan keridaan Allah melalui kebersihan yang menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPKH Investasikan 70 Persen Dana Haji ke Sukuk Negara
BPKH Investasikan 70 Persen Dana Haji ke Sukuk Negara
Aktual
Kisah Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Tak Silau oleh Harta
Kisah Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Tak Silau oleh Harta
Aktual
Jadwal Libur Lebaran 2027: Potensi Libur Panjang 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Jadwal Libur Lebaran 2027: Potensi Libur Panjang 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
H20 2026 Diikuti 48 Negara, BPJPH Dorong Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia
H20 2026 Diikuti 48 Negara, BPJPH Dorong Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia
Aktual
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Aktual
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Aktual
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Aktual
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Aktual
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
Aktual
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Aktual
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Aktual
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Aktual
Ketegasan Kiai Miftah dan Masa Depan NU di Abad Kedua
Ketegasan Kiai Miftah dan Masa Depan NU di Abad Kedua
Aktual
Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Aktual
Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel
Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar