Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Rasulullah Dijuluki Al-Amin? Ini Kisahnya

Kompas.com, 10 September 2026, 11:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebelum diangkat menjadi rasul, Nabi Muhammad SAW telah dikenal masyarakat Makkah dengan gelar Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya. Julukan itu bukan diberikan oleh keluarga atau pengikutnya, melainkan oleh masyarakat Quraisy karena kejujuran, amanah, dan integritas beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Gelar Al-Amin menjadi salah satu bukti bahwa akhlak Rasulullah telah diakui bahkan sebelum turunnya wahyu. Karena itu, sifat amanah tidak hanya menjadi bagian dari kepribadian Nabi, tetapi juga menjadi teladan utama bagi setiap Muslim dalam memimpin, bekerja, maupun menjalankan hubungan sosial.

Baca juga: Khutbah Jumat: Berbaik Sangka kepada Allah saat Menghadapi Ujian

Apa Arti Al-Amin?

Secara bahasa, Al-Amin berasal dari kata amana yang berarti aman, terpercaya, atau dapat dipercaya. Dalam konteks Nabi Muhammad SAW, gelar tersebut menunjukkan bahwa beliau selalu menjaga titipan, menepati janji, serta berkata jujur kepada siapa pun.

Kepercayaan masyarakat kepada Rasulullah sangat besar. Banyak penduduk Makkah menitipkan harta benda mereka kepada Nabi, meskipun sebagian di antara mereka menolak dakwah Islam. Hal itu menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghapus pengakuan mereka terhadap integritas beliau.

Akhlak inilah yang kemudian menjadi fondasi dakwah Islam. Sebelum mengajak manusia kepada tauhid, Rasulullah lebih dahulu memperlihatkan keteladanan melalui perilaku yang dapat dipercaya.

Baca juga: Sholawat Nariyah Lengkap: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Membacanya

Kisah Hajar Aswad dan Kepercayaan Quraisy

Salah satu peristiwa paling terkenal terjadi ketika Ka'bah direnovasi oleh suku-suku Quraisy. Mereka berselisih mengenai siapa yang paling berhak meletakkan Hajar Aswad di tempatnya. Perselisihan itu hampir memicu peperangan antarsuku.

Akhirnya, mereka sepakat menunjuk orang pertama yang memasuki Masjidil Haram sebagai penengah. Ketika Nabi Muhammad SAW datang, seluruh pemuka Quraisy berkata, “Hādzal-Amīn” (Inilah orang yang terpercaya). Mereka menerima keputusan beliau tanpa keraguan.

Rasulullah kemudian membentangkan sehelai kain, meletakkan Hajar Aswad di atasnya, lalu meminta setiap pemimpin suku memegang ujung kain bersama-sama. Setelah batu itu berada di posisi yang tepat, beliau sendiri meletakkannya pada tempatnya.

Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa amanah bukan hanya soal menjaga harta, tetapi juga kemampuan menyelesaikan konflik dengan adil dan bijaksana.

Baca juga: Jangan Sampai Ditolak KUA, Ini Ketentuan Baru Daftar Nikah bagi Catin

Al-Qur'an Memuji Akhlak Rasulullah

Allah SWT menggambarkan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Surah Al-Qalam ayat 4:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Wa innaka la‘alā khuluqin ‘azhīm.

Artinya: “Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Ayat ini menjadi dasar bahwa akhlak merupakan bagian penting dari risalah Islam. Rasulullah tidak hanya mengajarkan hukum dan ibadah, tetapi juga menghadirkan teladan nyata melalui kejujuran, kesabaran, dan amanah.

Amanah Adalah Ciri Orang Beriman

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ... وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Āyatul munāfiqi tsalāts... wa idzā u'tumina khāna

Artinya: “Tanda orang munafik ada tiga… apabila diberi amanah, ia berkhianat.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menjaga amanah bukan sekadar etika sosial, melainkan bagian dari kualitas keimanan seseorang. Sebaliknya, mengkhianati kepercayaan termasuk sifat yang harus dihindari oleh setiap Muslim.

Relevansi Al-Amin di Masa Kini

Nilai Al-Amin tetap relevan dalam kehidupan modern. Seorang pemimpin dituntut amanah terhadap jabatan, guru amanah terhadap ilmu, pedagang amanah dalam transaksi, dan pekerja amanah terhadap tanggung jawabnya.

Di era media sosial, amanah juga berarti menyampaikan informasi yang benar, tidak menyebarkan fitnah, serta menjaga kepercayaan publik. Integritas menjadi modal utama untuk membangun hubungan yang sehat di tengah masyarakat.

Gelar Al-Amin mengajarkan bahwa kepercayaan tidak diperoleh melalui jabatan atau popularitas, melainkan dibangun dari kebiasaan berlaku jujur, menepati janji, dan bertanggung jawab. Itulah akhlak yang menjadikan Rasulullah SAW dikenang sebagai manusia paling terpercaya sepanjang sejarah.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar