KOMPAS.com - Bersiwak sebelum shalat merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
Amalan ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan mulut, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan ketika seorang Muslim hendak menghadap Allah SWT dalam ibadah shalat.
Dalam hadis-hadis sahih, Rasulullah SAW bahkan menyatakan bahwa beliau hampir mewajibkan siwak setiap kali akan shalat apabila tidak memberatkan umatnya.
Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa bersiwak menjadi sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.
Siwak adalah alat pembersih gigi yang umumnya berasal dari ranting pohon arak (Salvadora persica).
Dalam fikih, istilah siwak tidak hanya merujuk pada kayunya, tetapi juga mencakup aktivitas membersihkan gigi dan mulut dengan alat yang suci.
Baca juga: Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Tujuan utamanya ialah menghilangkan bau mulut, membersihkan sisa makanan, dan menjaga kebersihan rongga mulut sebelum beribadah maupun berinteraksi dengan sesama.
Anjuran bersiwak sebelum shalat didasarkan pada hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Lawlā an asyuqqa ‘alā ummatī la amartuhum bis-siwāki ‘inda kulli ṣalāh.
Artinya: “Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR Sahih al-Bukhari No. 887 dan Sahih Muslim No. 252)
Hadis ini menunjukkan besarnya perhatian Rasulullah terhadap kebersihan sebelum shalat.
Meski tidak diwajibkan, siwak ditempatkan sebagai amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah.
Baca juga: Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel
Keutamaan siwak juga dijelaskan dalam hadis riwayat An-Nasa’i.
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
As-siwāku maṭharatun lil-fami marḍātun lir-rabb.
Artinya: “Siwak adalah penyuci mulut dan mendatangkan keridaan Allah.” (HR Sunan An-Nasa’i No. 5)
Hadis tersebut menegaskan bahwa hikmah siwak tidak berhenti pada aspek kesehatan. Membersihkan mulut sebelum berzikir, membaca Al-Qur’an, dan shalat merupakan bentuk adab kepada Allah SWT sehingga menjadi sebab datangnya keridaan-Nya.
Meskipun Al-Qur’an tidak menyebut siwak secara khusus, prinsip menjaga kebersihan ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 222.
Baca juga: Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn.
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah: 222)
Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menjadi landasan umum tentang pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan sebagai bagian dari ibadah, termasuk kebersihan mulut sebelum shalat.
Para ulama menyebut beberapa waktu yang paling dianjurkan untuk bersiwak berdasarkan hadis-hadis Rasulullah SAW, yaitu:
Baca juga: Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Dari seluruh waktu tersebut, sebelum shalat menjadi salah satu yang paling ditekankan karena berkaitan langsung dengan ibadah yang paling utama dalam Islam.
Dalam fikih kontemporer, mayoritas ulama menjelaskan bahwa tujuan utama siwak adalah membersihkan mulut.
Karena itu, menggunakan sikat gigi dan pasta gigi dapat memenuhi tujuan kebersihan, meskipun penggunaan kayu siwak tetap memiliki nilai mengikuti sunnah Nabi.
Artinya, seorang Muslim tetap memperoleh manfaat menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi, sedangkan memakai kayu siwak menjadi bentuk ittiba’ atau meneladani kebiasaan Rasulullah SAW.
Baca juga: Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Bersiwak mengajarkan bahwa Islam memperhatikan kebersihan lahir dan batin secara bersamaan.
Ketika seorang Muslim berdiri untuk shalat, ia tidak hanya menyucikan diri melalui wudhu, tetapi juga menjaga kebersihan mulut yang digunakan untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan berzikir kepada Allah SWT.
Karena itu, Rasulullah SAW menjadikan siwak sebagai sunnah yang sangat dianjurkan. Amalan sederhana ini mengandung hikmah besar: menghormati ibadah, menjaga kesehatan, dan menghadirkan keridaan Allah melalui kebersihan yang menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.