KOMPAS.com - Hari dan malam Jumat menjadi salah satu waktu yang istimewa bagi umat Islam. Selain dianjurkan memperbanyak ibadah, banyak Muslim juga membiasakan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW karena diyakini memiliki keutamaan yang besar.
Lalu, benarkah membaca shalawat pada malam Jumat akan dilipatgandakan 10 kali? Jawabannya perlu dipahami secara tepat.
Hadis sahih memang menyebut bahwa setiap satu kali shalawat akan dibalas Allah dengan sepuluh rahmat, sedangkan hadis lain secara khusus menganjurkan memperbanyak shalawat pada hari dan malam Jumat.
Anjuran bershalawat bukan sekadar tradisi, melainkan perintah langsung dari Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur'an.
Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab Ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallāha wa malā'ikatahu yuṣallūna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā.
Baca juga: Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
Ayat ini menunjukkan bahwa shalawat merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa kepada Rasulullah SAW.
Karena itu, memperbanyak shalawat menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hadis sahih menjelaskan bahwa balasan sepuluh kali bukan hanya berlaku pada malam Jumat, melainkan setiap kali seorang Muslim membaca satu shalawat kepada Nabi.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Man ṣallā ‘alayya wāḥidatan ṣallallāhu ‘alaihi ‘asyrā.
Artinya: “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Sahih Muslim No. 408)
Baca juga: Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Para ulama menjelaskan bahwa makna “Allah bershalawat” adalah Allah melimpahkan rahmat, pujian, dan kemuliaan kepada hamba tersebut. Jadi, keutamaan sepuluh kali merupakan balasan umum bagi setiap shalawat yang dibaca, bukan khusus hari ataupun malam Jumat.
Meski balasan sepuluh kali berlaku secara umum, Rasulullah SAW memberikan anjuran khusus agar umatnya memperbanyak shalawat pada hari Jumat dan malamnya.
Diriwayatkan oleh Aus bin Aus Ats-Tsaqafi RA:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ
Inna min afḍali ayyāmikum yaumal-jumu‘ati fa aktsirū ‘alayya minaṣ-ṣalāti fīh.
Artinya: “Sesungguhnya hari terbaik di antara hari-hari kalian adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu.” (HR Sunan Abu Dawud No. 1047; Sunan An-Nasa'i No. 1374)
Baca juga: Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Hadis ini menjadi dasar para ulama menganjurkan memperbanyak shalawat sejak malam Jumat, yaitu setelah terbenamnya matahari pada Kamis malam menurut penanggalan hijriah.
Waktu tersebut dipandang sebagai awal masuknya hari Jumat dalam syariat Islam.
Shalawat bukan sekadar bacaan lisan, tetapi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Semakin sering seorang Muslim bershalawat, semakin kuat pula ikatan batinnya dengan teladan akhlak Nabi.
Selain itu, para ulama menjelaskan bahwa shalawat menjadi sebab dikabulkannya doa.
Banyak adab berdoa yang diawali dan diakhiri dengan shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah sekaligus pengharapan akan rahmat Allah.
Baca juga: Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Karena itu, malam Jumat menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak shalawat bersamaan dengan tilawah Al-Qur'an, dzikir, dan doa.
Syariat tidak menetapkan jumlah minimal maupun maksimal shalawat pada malam Jumat. Yang dianjurkan adalah memperbanyaknya sesuai kemampuan dengan penuh keikhlasan.
Seorang Muslim dapat membaca shalawat Ibrahimiyah dalam tasyahud, shalawat pendek seperti “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”, atau bentuk shalawat lain yang sahih.
Yang terpenting adalah memahami maknanya sebagai doa dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Dengan demikian, yang benar bukanlah pahala shalawat malam Jumat baru menjadi 10 kali.
Balasan sepuluh kali berlaku untuk setiap shalawat sebagaimana hadis riwayat Muslim, sedangkan malam Jumat adalah waktu yang secara khusus dianjurkan Rasulullah SAW untuk memperbanyak shalawat.
Karena itu, memperbanyak shalawat pada malam Jumat menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.