Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Belajar Memaafkan Meski Pernah Terluka

Kompas.com, 25 September 2026, 07:46 WIB
Reni Susanti

Editor

Sumber NU Online

 

KOMPAS.com — Rasa sakit hati bisa bertahan lama ketika seseorang terus menyimpan amarah dan dendam. Dalam Islam, memaafkan menjadi salah satu cara menjaga hati sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Pesan itu disampaikan Abdul Karim Malik, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kabupaten Bekasi, dalam naskah khutbah Jumatnya. Ia mengajak jemaah menahan amarah dan belajar berlapang dada, baik di keluarga, lingkungan sosial, maupun tempat kerja.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Syukur Bukan Sekadar Ucapan

Dengan mengutip Surat Ali Imran ayat 134, khutbah ini mengingatkan bahwa Allah mencintai orang-orang yang mampu mengendalikan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Berikut naskah khutbah Jumat selengkapnya.

KHUTBAH 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْعَالِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ وَأَعْدَادِ الرِّمَالِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي هُوَ لِلْعَالَمِينَ عِصْمَةٌ وَثِمَالٌ. صَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِينَ بِهِمْ يُقْتَدَى فِي الْأَعْمَالِ، صَلَاةً تُنَجِّي مِنَ الْأَوْزَارِ إِذَا ثَقُلَتْ مِنْهَا الْأَحْمَالُ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا مَا هَبَّتِ الْجَنُوبُ وَالشَّمَالُ، وَتَفَيَّأَتِ الظِّلَالُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشِّمَالِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Hari ini kita berkumpul dalam suasana yang penuh berkah, berkumpul untuk bersama-sama beribadah kepada Allah SWT dalam keadaan yang penuh rasa khidmat dan kekhusyukan. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Ta’ala dengan tulus, dengan ucapan Alhamdulillah. Karena dengan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul dalam keadaan yang sehat.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan kita tauladan untuk selalu berbuat baik di setiap kondisi. Tak lupa dalam kesempatan ini, khatib berwasiat kepada hadirin sekalian terutama untuk khatib pribadi agar selalu bertakwa kepada Allah Ta’ala. Sebab takwa adalah kunci ketenangan di dunia maupun di akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga,” (QS Ath-Thalaq: 2-3).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Hati ibarat rumah yang Allah titipkan kepada kita. Jika diisi dengan takwa, dzikir, dan prasangka baik, ia akan menjadi rumah yang lapang, bercahaya, dan menenangkan. Namun jika dipenuhi amarah, dendam, curiga, dan buruk sangka, ia akan menjadi rumah yang gelap dan sempit, bahkan pemiliknya sendiri tidak betah tinggal di dalamnya.

Kita begitu rajin mengisi perut dengan makanan, dompet dengan uang, dan rumah dengan berbagai keindahan. Tapi, sudahkah kita mengisi hati dengan takwa, dzikir, maaf, dan prasangka baik? Sebab hati yang terjaga bukan hanya membuat hidup lebih tenang, tetapi juga membawa kita semakin dekat kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali 'Imran. Ayat 134)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Hati yang enggan memaafkan ibarat penjara; ia tidur bersama amarah dan bangun dengan beban. Padahal, kemuliaan bukanlah saat kita mampu membalas, melainkan saat kita mampu melepaskan kesalahan dari hati. Sebab kita lebih membutuhkan ampunan Allah daripada pengakuan manusia. Memaafkan bukan berarti melupakan luka, tetapi memilih untuk tidak lagi hidup di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman:

وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ Artinya:

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur. Ayat 22).

Ayat ini menegaskan untuk selalu memaafkan dan berlapang dada terhadap mereka yang berbuat buruk kepada kita. Sebagaimana yang terjadi kepada sayyidina Abu Bakar R.A yang memaafkan dan berlapang dada demi mendapat ampunan Allah Ta’ala ketika saudara sepupunya yaitu Mistah berbuat salah dengan ikut larut membicarakan fitnah terhadap putrinya Aisyah R.A. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Pemaaf adalah salah satu akhlak mulia Rasulullah yang patut kita teladani.

Nabi memaafkan bukan karena lemah dan tak mampu membalas, tetapi karena memiliki kekuatan untuk membalas dan memilih untuk memaafkan. Sebab kemuliaan bukan pada kemampuan membalas, melainkan pada kelapangan hati untuk mengampuni. Sikap pemaaf Nabi Muhammad ini dijelaskan oleh Syekh Abdurrahman bin Ali ad-Diba'i dalam kitab Maulid ad-Diba’i:

وَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خَلْقًا وَخُلُقًا. وَأَهْدَاهُمْ إِلَى الْحَقِّ طُرُقًا. كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْاٰنُ. وَشِيْمَتُهُ الْغُفْرَانُ. يَنْصَحُ لِلْإِنْسَانِ. وَيَفْسَحُ فِي الْإِحْسَانِ. وَيَعْفُوْ عَنِ الذَّنْبِ إِذَا كَانَ فِيْ حَقِّهٖ وَسَبَبِهِ

Artinya: “Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baiknya manusia dari segi penciptaanya dan pekertinya. Dan memberi petunjuk kejalan yang benar. Akhlaknya adalah Al-Qur’an. Memiliki sifat khusus yaitu pemaaf. Gemar memberi nasehat manusia. Membuat lapang dalam kebaikan. Mudah memaafkan suatu dosa bila dosa itu berkaitan dengan hak dirinya atau sebab dirinya.”

Tidak heran jika dakwah Rasulullah begitu menyentuh hati. Karena manusia tidak hanya mendengar kebenaran dari lisannya, tetapi melihatnya hidup dalam akhlak Nabi. Yang menyakiti Nabi, beliau maafkan. Yang memusuhi, Nabi balas dengan kasih sayang. Begitulah akhlak Rasulullah, kebenaran yang tidak hanya diucapkan, tetapi juga dicontohkan. Nabi memiliki kekuatan untuk membalas, tetapi memilih mengampuni. Memiliki alasan untuk membenci, tetapi memilih mencintai. Itulah kemuliaan akhlak Rasulullah, membalas keburukan dengan kebaikan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Maka di hari yang penuh berkah ini, mari kita amalkan akhlak pemaaf dalam kehidupan sehari-hari: di lingkungan keluarga dengan saling memaafkan sebelum diminta, di lingkungan sosial dengan menahan lisan dan mendoakan bukan membalas, dan di lingkungan kerja dengan melapangkan dada atas kekhilafan orang lain. Kita harus selalu ingat pesan Baginda Nabi Muhammad SAW:

وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا Artinya: “Dan tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan.” (HR. Muslim)

Sungguh memaafkan bukan tanda kelemahan atau kekalahan. Sebab, maaf hanya bisa lahir dari jiwa yang besar. Seseorang yang pemaaf sejatinya tidak hanya sedang menang telak atas musuh-musuhnya tapi juga sukses mengalahkan hawa nafsu di dalam dadanya sendiri. Nafsu yang biasa mendorong manusia untuk meluapkan amarah, melampiaskan dendam, serta merasa paling tinggi dan merendahkan orang. Ma’asyiral muslimin rahimakumullahDemikian khutbah singkat pada kesempatan yang mulia ini. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang dapat meneladani sifat pemaaf Baginda Nabi Muhammad SAW. Aamiin ya rabbal alamin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II

الحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ. وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي بَعَثَهُ بِالهُدَى وَدِينِ الحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ، فَقَالَ: "إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا". اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَقِيَّةِ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّينِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، اِشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا، وَلَا تُخَيِّبْ رَجَاءَنَا، وَاخْتِمْ بِالبَاقِيَاتِ الصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا البَلَدَ آمِنًا مُّطْمَئِنًّا. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلَاءَ وَالوَبَاءَ وَالفَحْشَاءَ وَالمُنْكَرَ وَالشَّدَائِدَ وَالمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا إِنْدُونِيسَا خَاصَّةً، وَسَائِرِ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ. رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ. عِبَادَاللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rezeki Seret, Apakah Istighfar Benar-Benar Membuka Pintu Rezeki?
Rezeki Seret, Apakah Istighfar Benar-Benar Membuka Pintu Rezeki?
Aktual
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS, Apakah Jadi Harta Warisan?
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS, Apakah Jadi Harta Warisan?
Aktual
3,97 Juta Anak Terindikasi Tak Sekolah, Kemenag Integrasikan Data Madrasah
3,97 Juta Anak Terindikasi Tak Sekolah, Kemenag Integrasikan Data Madrasah
Aktual
Menag Tawarkan Diplomasi Agama Indonesia untuk Redam Konflik Global
Menag Tawarkan Diplomasi Agama Indonesia untuk Redam Konflik Global
Aktual
Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir 25 September 2026: Menjaga Istiqamah
Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir 25 September 2026: Menjaga Istiqamah
Aktual
Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Belajar Memaafkan Meski Pernah Terluka
Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Belajar Memaafkan Meski Pernah Terluka
Aktual
Teks Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Syukur Bukan Sekadar Ucapan
Teks Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Syukur Bukan Sekadar Ucapan
Aktual
Khutbah Jumat 25 September 2026: Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat
Khutbah Jumat 25 September 2026: Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat
Aktual
Kemarau Panjang, Kapan Shalat Istisqa Disunnahkan?
Kemarau Panjang, Kapan Shalat Istisqa Disunnahkan?
Aktual
Manfaat Baca Shalawat Hari Jumat, Benarkah Dilipatgandakan 10 Kali?
Manfaat Baca Shalawat Hari Jumat, Benarkah Dilipatgandakan 10 Kali?
Aktual
Khutbah Jumat 25 September 2026: Pemimpin Dituntut untuk Berlaku Adil
Khutbah Jumat 25 September 2026: Pemimpin Dituntut untuk Berlaku Adil
Aktual
Khutbah Jumat 25 September 2026: Pemimpin Harus Dahulukan Kepentingan Rakyat
Khutbah Jumat 25 September 2026: Pemimpin Harus Dahulukan Kepentingan Rakyat
Aktual
Khutbah Jumat 25 September 2026: Menjaga Profesionalisme dan Integritas Saat Bekerja
Khutbah Jumat 25 September 2026: Menjaga Profesionalisme dan Integritas Saat Bekerja
Aktual
Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, MUI: Sertifikasi Halal Beri Nilai Tambah Produk
Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, MUI: Sertifikasi Halal Beri Nilai Tambah Produk
Aktual
Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pemerintah Pastikan Manfaatnya untuk Produsen dan Konsumen
Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pemerintah Pastikan Manfaatnya untuk Produsen dan Konsumen
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar