Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina

Kompas.com, 28 September 2026, 07:41 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Para imam besar dunia menyepakati tujuh seruan dalam Jakarta Understanding, hasil International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta.

Mereka mengajak imam masjid mengambil peran lebih luas, mulai dari mencegah konflik dan melindungi kelompok rentan hingga menjaga lingkungan dan mendukung hak rakyat Palestina.

Kesepakatan yang disampaikan pada penutupan konferensi, Minggu (27/9/2026), itu berangkat dari pandangan bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Masjid diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat di tengah perbedaan.

“Melalui Jakarta Understanding, para imam besar menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia dan masjid bisa menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam rilisnya, Senin (28/9/2026). 

Baca juga: Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama IAMI

Tujuh Seruan Jakarta Understanding

Seruan pertama mengajak imam menjalankan peran bukan hanya sebagai pemimpin ibadah, melainkan juga sebagai mediator konflik, pemersatu masyarakat, dan penuntun moral.

Lembaga keagamaan didorong menjadi ruang komunitas yang terbuka dan berorientasi pada kemanusiaan.

Seruan kedua menempatkan imam sebagai penggerak perdamaian yang melindungi martabat manusia tanpa memandang etnis, agama, bangsa, ataupun gender.

Para imam juga diajak memperkuat pendidikan karakter, toleransi, kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, dan literasi digital.

Seruan ketiga berkaitan dengan keadilan sosial dan perlindungan hak asasi manusia.

Baca juga: IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian

Jakarta Understanding mengajak imam ikut menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, perempuan, penyandang disabilitas, minoritas, serta kelompok rentan lainnya. Dukungan terhadap ketahanan keluarga juga termasuk dalam poin ini.

Seruan keempat mendorong diplomasi keagamaan dan dialog lintas iman untuk mencegah konflik, membangun kepercayaan, dan memperkuat rekonsiliasi.

Para imam diajak menolak ekstremisme, kekerasan, penyalahgunaan agama, hoaks, serta ujaran kebencian.

Seruan kelima menegaskan tanggung jawab menjaga lingkungan. Para imam diminta membangun kesadaran untuk memelihara keseimbangan alam dan mendorong masjid serta umat beragama menjadi pelopor keberlanjutan bumi.

Seruan keenam mengajak imam bekerja sama dengan lembaga internasional, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk mewujudkan dunia yang adil, bermartabat, dan damai.

Adapun seruan ketujuh menegaskan dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Para imam juga menyerukan perlindungan warga sipil, penegakan hukum internasional, serta kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian bagi Palestina.

“Jakarta Understanding juga menggarisbawahi bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat diplomasi antarbangsa, serta menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina,” ujar Nasaruddin.

Bentuk wadah kerja sama imam dunia

Selain menghasilkan Jakarta Understanding, IGIC 2026 menyepakati pembentukan The International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Nasaruddin Umar dipercaya menjadi presiden pertama organisasi tersebut.

IGIC 2026 berlangsung pada 25–27 September dan diikuti imam, mufti, serta delegasi dari 46 negara. IAMI dibentuk sebagai wadah tetap bagi para imam untuk bertukar pengetahuan dan memperkuat kerja sama dalam menghadapi persoalan keumatan serta kemanusiaan.

Nasaruddin mengatakan masjid perlu berperan dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, selain menjadi tempat ibadah.

“Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjidlah yang harus memberdayakan umat,” katanya.

IAMI direncanakan menggelar pertemuan virtual bulanan para imam besar dunia.

Nasaruddin berharap dialog mengenai persoalan kemanusiaan dan lingkungan hidup kelak juga melibatkan pemimpin rumah ibadah lain, seperti gereja, sinagoge, dan vihara.

“Kita tidak akan berbicara politik praktis atau hal-hal yang mengganggu kenyamanan bersama, melainkan menyamakan wawasan bahwa kemanusiaan itu satu,” ujarnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?
Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?
Aktual
Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian
Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian
Aktual
Mengapa Makmum Mengucapkan Amin Setelah Al-Fatihah? Ini Dalilnya
Mengapa Makmum Mengucapkan Amin Setelah Al-Fatihah? Ini Dalilnya
Aktual
Apa Arti Qaulan Sadida dalam Surat Al-Ahzab? Ini Penjelasan Ulama
Apa Arti Qaulan Sadida dalam Surat Al-Ahzab? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Aktual
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
Aktual
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Aktual
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Aktual
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Aktual
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Aktual
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Aktual
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Aktual
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
Aktual
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar