Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?

Kompas.com, 29 September 2026, 12:07 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Imam mengeraskan bacaan Al-Qur'an dalam shalat Subuh, dua rakaat pertama Maghrib, dan dua rakaat pertama Isya.

Dalam fikih, shalat dengan bacaan keras disebut shalat jahriyah, sedangkan Zuhur, Asar, dan beberapa rakaat Maghrib serta Isya termasuk shalat sirriyah atau bacaan yang dipelankan.

Mengeraskan bacaan tersebut bukan sekadar kebiasaan imam atau aturan yang dibuat kemudian.

Rasulullah SAW mencontohkannya dalam shalat berjamaah dan para sahabat meriwayatkan bacaan beliau.

Karena itu, para ulama memasukkan jahr pada tempat-tempat tersebut sebagai sunnah dalam pelaksanaan shalat.

Apa Itu Bacaan Jahr dalam Shalat?

Jahr berarti mengeraskan suara dalam membaca Al-Qur'an ketika shalat.

Dalam shalat fardu, Subuh termasuk shalat jahriyah pada dua rakaatnya, sedangkan Maghrib dan Isya dikeraskan pada dua rakaat pertama.

Rakaat ketiga Maghrib serta rakaat ketiga dan keempat Isya dibaca secara sirr atau pelan.

Baca juga: Gus Kikin: Dukungan untuk Palestina Telah Diajarkan KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng

Ketentuan ini dijelaskan dalam fikih sebagai tuntunan yang berlaku bagi imam.

Dalam shalat jahriyah, imam mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surah setelahnya pada rakaat yang memang disunnahkan jahr.

Sebaliknya, bacaan pada shalat sirriyah dilakukan dengan suara pelan.

Rasulullah Mencontohkan Bacaan Keras

Salah satu dalil yang menunjukkan perbedaan bacaan keras dan pelan terdapat dalam hadis Abu Hurairah RA.

Ia menjelaskan bahwa bacaan Rasulullah SAW dalam shalat yang terdengar oleh para sahabat juga dibaca demikian oleh mereka ketika mengajarkan shalat.

فِي كُلِّ صَلَاةٍ يُقْرَأُ، فَمَا أَسْمَعَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَسْمَعْنَاكُمْ، وَمَا أَخْفَى عَنَّا أَخْفَيْنَا عَنْكُمْ

Fī kulli ṣalātin yuqra'u, famā asma‘anā Rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama asma‘nākum, wa mā akhfā ‘annā akhfaynā ‘ankum.

Artinya: “Dalam setiap shalat terdapat bacaan. Apa yang Rasulullah SAW perdengarkan kepada kami, kami perdengarkan kepada kalian; dan apa yang beliau sembunyikan dari kami, kami sembunyikan dari kalian.” (HR Shahih al-Bukhari No. 772)

Baca juga: Terkena Percikan Air Kloset, Apakah Badan dan Handuk Jadi Najis?

Hadis ini menunjukkan adanya perbedaan cara membaca dalam shalat berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Karena itu, jahr dan sirr bukan sekadar pilihan volume suara, tetapi bagian dari tata cara shalat yang dicontohkan Nabi.

Dalil Rasulullah Mengeraskan Bacaan Maghrib

Praktik jahr pada Maghrib juga tercatat dalam hadis sahih. Jubair bin Mut'im RA meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah SAW membaca Surah At-Tur ketika melaksanakan shalat Maghrib.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَرَأَ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ

Sami‘tu Rasūlallāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama qara'a fil-maghribi bit-Ṭūr

Artinya: “Aku mendengar Rasulullah SAW membaca Surah At-Tur dalam shalat Maghrib.” (HR Shahih al-Bukhari No. 765)

Riwayat ini menjadi bukti bahwa Rasulullah SAW membaca Al-Qur'an dengan suara yang dapat didengar makmum dalam shalat Maghrib.

Al-Bukhari bahkan menempatkan hadis tersebut dalam bab tentang mengeraskan bacaan pada shalat Maghrib.

Baca juga: Gus Kikin: Dukungan untuk Palestina Telah Diajarkan KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng

Mengapa Subuh, Maghrib, dan Isya?

Tidak terdapat dalil sahih yang secara tegas menyatakan alasan khusus seperti “Subuh dikeraskan karena waktu masih gelap” atau “Maghrib dikeraskan karena pergantian siang dan malam”.

Karena itu, penjelasan mengenai sebab jahr perlu dibedakan dari dalil tentang praktiknya.

Yang memiliki dasar kuat adalah bahwa Rasulullah SAW memang mengeraskan bacaan pada waktu-waktu tersebut.

Para ulama kemudian menjelaskan ketentuan itu sebagai bagian dari mengikuti sunnah Nabi dalam tata cara shalat.

Dengan demikian, seorang imam tidak perlu mencari alasan lain untuk membenarkan jahr. Dasar utamanya adalah ittiba' atau mengikuti contoh Rasulullah SAW.

Apa Hikmahnya bagi Makmum?

Bacaan imam yang terdengar memungkinkan makmum mengikuti rangkaian shalat dengan lebih jelas, terutama dalam shalat berjamaah.

Makmum dapat mendengarkan bacaan Al-Fatihah dan surah yang dibaca imam pada shalat jahriyah.

Baca juga: Gus Kikin: Dukungan untuk Palestina Telah Diajarkan KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng

Mengutip laman NU Online, pada shalat jahriyah makmum dianjurkan mendengarkan bacaan imam setelah menyelesaikan bacaan yang menjadi tanggungannya menurut ketentuan fikih yang diikuti.

Hal ini menunjukkan bahwa jahr juga berkaitan dengan tata hubungan antara imam dan makmum dalam shalat berjamaah.

Apakah Harus Keras Sekali?

Jahr tidak berarti imam harus berteriak. Tujuan mengeraskan bacaan adalah agar suara bacaan dapat terdengar oleh makmum, dengan tetap menjaga kekhusyukan dan adab membaca Al-Qur'an.

Begitu pula, tidak setiap rakaat dalam shalat Maghrib dan Isya dibaca keras. Pada Maghrib, jahr dilakukan pada dua rakaat pertama, sedangkan rakaat ketiga dibaca sirr.

Pada Isya, dua rakaat pertama dijahrkan dan rakaat ketiga serta keempat disirrkan. Ketentuan ini dijelaskan dalam fikih shalat dan bersandar pada praktik Rasulullah SAW.

Baca juga: Prabowo Minta Biaya Haji Tak Memberatkan, Keuangan Haji Bakal Diaudit Forensik

Pada akhirnya, mengeraskan bacaan pada Subuh, dua rakaat pertama Maghrib, dan dua rakaat pertama Isya merupakan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Dasarnya bukan perkiraan tentang waktu shalat, melainkan hadis-hadis yang merekam cara beliau membaca Al-Qur'an dalam shalat.

Bagi imam, mengikuti ketentuan jahr dan sirr menjadi bagian dari menjaga tata cara shalat sebagaimana dicontohkan Nabi.

Sementara bagi makmum, memahami perbedaan tersebut membantu mengikuti shalat berjamaah dengan lebih baik tanpa menganggap setiap perbedaan volume bacaan sebagai persoalan baru dalam ibadah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Potensi Libur Panjang
Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Potensi Libur Panjang
Aktual
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Aktual
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Aktual
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Aktual
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Aktual
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Aktual
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Aktual
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Aktual
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar