Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan senilai Rp 65,2 miliar untuk mendukung pemulihan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang terdampak banjir di Aceh.
Bantuan ini disalurkan kepada 956 lembaga melalui dua program utama.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said menjelaskan, bantuan tersebut mencakup dukungan operasional pendidikan serta bantuan sarana dan prasarana pascabencana.
Basnang Said menyatakan, Kemenag telah menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Pascabencana sebesar Rp 15.289.817.140 kepada 305 lembaga.
Baca juga: Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Bantuan ini bertujuan menjaga keberlangsungan kegiatan pembelajaran dan layanan pendidikan bagi santri serta peserta didik di wilayah terdampak.
Selain itu, Kemenag juga menyalurkan Bantuan Sarana dan Prasarana Pascabencana sebesar Rp 49.938.928.000 kepada 651 lembaga.
Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi gedung, penyediaan fasilitas belajar, serta pengadaan sarana penunjang pendidikan, termasuk peralatan teknologi informasi dan komunikasi.
Secara keseluruhan, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp 65.228.745.140.
Basnang Said menegaskan pentingnya dukungan menyeluruh untuk pemulihan lembaga pendidikan pascabencana.
“Pemulihan lembaga pendidikan pascabencana membutuhkan dukungan menyeluruh, baik untuk memenuhi kebutuhan operasional maupun memulihkan sarana dan prasarana. Kami ingin memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan dan pesantren dapat kembali menjalankan peran strategisnya di tengah masyarakat,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Ia menambahkan, “Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan lembaga pendidikan yang terdampak, sehingga proses pembelajaran tidak terhenti terlalu lama dan para santri dapat kembali belajar dalam lingkungan yang layak.”
Baca juga: Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Kemenag berharap dukungan ini dapat meminimalkan dampak bencana terhadap penyelenggaraan pendidikan sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam.
Basnang juga menekankan sinergi antara pemerintah, pengelola pesantren, dan pemangku kepentingan untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, agar pesantren dapat kembali menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini