Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Contoh Doa Resmi dan Singkat Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kompas.com, 30 September 2026, 15:56 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober melalui upacara yang dilaksanakan di berbagai instansi, lembaga, daerah, dan satuan pendidikan.

Pada 2026, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan telah menerbitkan pedoman penyelenggaraan upacara yang mencakup susunan acara dan naskah yang digunakan dalam pelaksanaan upacara.

Salah satu rangkaian dalam upacara tersebut adalah pembacaan doa. Dalam susunan upacara satuan pendidikan, pembacaan doa dilakukan setelah pembacaan naskah ikrar.

Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Naskah doa resmi Hari Kesaktian Pancasila 2026 tercantum dalam pedoman yang diterbitkan melalui Surat Menteri Kebudayaan Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026. Naskah tersebut dapat digunakan oleh petugas yang ditunjuk untuk memimpin doa dalam upacara pada 1 Oktober 2026.

Baca juga: Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud

Berikut teks doa yang tercantum dalam pedoman tersebut:

Doa Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Bismillahirahmannirrahim

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi
Anugerahi kami kejujuran dan kerendahan hati
Anugerahi kami untuk selalu menghargai
Anugerahi kami kemampuan selalu berbakti
Anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Segala
Yang mengetahui terang dan gelap maksud tujuan
Yang berkuasa atas kematian dan kehidupan
Yang menganugerahkan kemuliaan para pahlawan

Ya Allah, Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami
Mengilhami para pendiri ibu pertiwi
Meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jatidiri

Ya Allah, Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri
Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri
Menggerogoti tiang penyangga rumah tinggal kami

Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam setiap helai nafas kehidupan
Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian
Dengan takdir-Mu Pancasila Engkau selamatkan
Dengan pertolongan-Mu kami selalu bisa menatap masa depan

Ya Allah, Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan
Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keberagaman
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan
Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan

Wahai Tuhan yang melembutkan hati
Jauhkan kami dari iri dan dengki
Jauhkan kami dari amarah yang membakar diri
Jauhkan kami dari saling mencaci
Jauhkan kami dari niat saling mencabik dan merusak negeri

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, orang tua kami, para pemimpin kami
Sungguh, ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong langit-Mu di akhir zaman nanti

Wahai Cahaya Maha Cahaya
Terangi kami menuju jalan cahaya
Menuju Indonesia Maju nan Sentosa

Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar

Walhamdulillahi robbil ‘alamin

Contoh Doa Hari Kesaktian Pancasila

Selain naskah resmi pemerintah, doa dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat disusun dengan menyesuaikan kebutuhan kegiatan. Contoh berikut bukan bagian dari naskah resmi Kementerian Kebudayaan, tetapi dapat digunakan sebagai referensi doa dalam kegiatan sekolah, instansi, atau acara peringatan lainnya.

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
pada momentum Hari Kesaktian Pancasila ini kami memanjatkan puji dan syukur atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada bangsa Indonesia.

Ya Allah,
karuniakan kepada kami hati yang senantiasa menjunjung persatuan,
kemampuan menghargai perbedaan,
serta kesungguhan untuk mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui,
limpahkan rahmat-Mu kepada para pahlawan dan para pendahulu bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan jiwa bagi Indonesia.
Ampunilah segala kesalahan mereka dan tempatkan mereka dalam kemuliaan di sisi-Mu.

Ya Allah,
bimbinglah bangsa Indonesia agar senantiasa hidup dalam kerukunan.
Jauhkan kami dari permusuhan, kebencian, fitnah, kesombongan, dan segala perbuatan yang dapat memecah persaudaraan.

Jadikanlah Pancasila sebagai nilai yang kami amalkan dalam kehidupan,
bukan sekadar kami hafalkan.
Ajarkan kami untuk mewujudkan keadilan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan kepedulian terhadap sesama.

Ya Allah,
berikanlah Indonesia kedamaian, keamanan, keadilan, kemakmuran, dan keberkahan.
Bimbing para pemimpin kami agar mampu menjalankan amanah dengan jujur dan bertanggung jawab.

Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, para pemimpin kami, serta seluruh masyarakat Indonesia.

Ya Allah, satukan hati kami dalam kebaikan dan tuntun bangsa kami menuju masa depan yang lebih baik.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.

Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Doa Singkat Untuk Upacara 1 Oktober

Jika kegiatan membutuhkan doa yang lebih singkat, pembaca doa dapat menggunakan susunan berikut sebagai contoh:

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
kami bersyukur atas kemerdekaan dan persatuan yang Engkau anugerahkan kepada bangsa Indonesia.

Rahmati dan ampunilah para pahlawan serta pendahulu bangsa kami.
Jadikan pengorbanan mereka sebagai teladan bagi kami untuk menjaga persatuan dan mengabdi kepada negeri.

Baca juga: Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud

Ya Allah, jauhkan bangsa Indonesia dari perpecahan, kebencian, permusuhan, dan segala sesuatu yang merusak persaudaraan.

Bimbing kami agar mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Berikanlah Indonesia kedamaian, keadilan, kemakmuran, dan keberkahan.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.

Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar