Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat Singkat: Jangan Remehkan Bahaya Ghibah dan Fitnah

Kompas.com, 1 Oktober 2026, 19:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat singkat  tentang tentang bahaya ghibah dan fitnah, seperti dilansir dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.

Baca juga: Khutbah Jumat 2 Oktober 2026: Alasan Semangat Ibadah Kita Sering Naik Turun dan Solusinya

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan, memohon ampunan, serta berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kita dan keburukan amal perbuatan kita. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Ghibah dan fitnah adalah dua penyakit sosial yang sering kali diremehkan, padahal keduanya memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan umat. Allah telah memperingatkan kita tentang ghibah dalam firman-Nya:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ghibah adalah membicarakan keburukan saudaramu di belakangnya, walaupun hal itu benar. Sedangkan fitnah adalah menyebarkan berita bohong atau menuduh tanpa bukti. Kedua hal ini sama-sama dilarang keras dalam Islam karena merusak kehormatan dan ukhuwah.

Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak suka.” Ditanyakan, “Bagaimana jika apa yang aku katakan itu benar?” Beliau menjawab, “Jika benar apa yang engkau katakan, berarti engkau telah mengghibahinya. Dan jika tidak benar, berarti engkau telah memfitnahnya.”
(HR. Muslim)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Bahaya ghibah dan fitnah bukan hanya merusak hubungan antara individu, tetapi juga bisa menghancurkan persatuan masyarakat. Dalam sejarah Islam, fitnah telah memicu perpecahan besar, bahkan peperangan.

Salah satu bentuk fitnah di zaman sekarang adalah menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya, terutama di media sosial. Allah memerintahkan kita untuk tabayyun (klarifikasi) sebelum menyebarkan berita. Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti…” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ghibah juga sering menjadi kebiasaan dalam perbincangan santai. Tanpa sadar, obrolan beralih kepada membicarakan keburukan orang lain. Padahal, setiap kata yang kita ucapkan akan dicatat oleh malaikat. (QS. Qaf: 18)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kebiasaan ghibah mengeraskan hati dan menghapus keberkahan. Betapa banyak silaturahim yang putus hanya karena lisan yang tidak dijaga. Orang yang suka mengghibah akan mendapatkan azab di akhirat.

Dalam sebuah hadis, Nabi SAW melihat orang-orang yang mencakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku dari tembaga. Malaikat menjelaskan: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merendahkan kehormatan mereka.” (HR. Abu Dawud)

Ghibah dan fitnah juga mengundang murka Allah karena termasuk kezaliman terhadap saudara muslim.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram atas kalian…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di era digital, fitnah menyebar lebih cepat daripada kebenaran. Oleh karena itu, kita harus ekstra hati-hati sebelum mengetik dan membagikan sesuatu. Menghindari ghibah adalah tanda kesempurnaan iman.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Solusi untuk menghindari ghibah adalah memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan memikirkan kekurangan diri sendiri. Jika terlanjur mengghibah, maka bertaubatlah dan doakan kebaikan untuk orang yang dighibahi. Jika kita berada di majelis yang penuh ghibah, kita diperintahkan untuk mengingkari atau meninggalkan majelis tersebut. Allah berfirman:

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olok ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka…” (QS. Al-An’am: 68)

Menjaga lisan termasuk bagian dari kebaikan akhlak yang paling utama. Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Tidak akan lurus iman seseorang hingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya.” (HR. Ahmad)

Ghibah dan fitnah tidak hanya membahayakan di dunia, tetapi juga akan menjadi sebab kebangkrutan di akhirat. Nabi SAW bersabda bahwa orang yang bangkrut adalah yang datang dengan pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi pernah menzalimi orang lain sehingga pahalanya habis untuk menebus dosa kepada mereka. (HR. Muslim)

Mari kita bertekad menjaga lisan dari ghibah dan fitnah, memperbaiki hubungan sosial, serta menjadi pembawa kebaikan di tengah masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar