Penulis
KOMPAS.com – Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Dominic Jermey menyebut bergabungnya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia sebagai anggota Muslim Council of Britain (MCB) menjadi tonggak penting dalam hubungan komunitas Muslim Indonesia dan Inggris.
PCIM Britania Raya dan Irlandia menjadi organisasi Indonesia pertama yang bergabung dengan MCB, jaringan yang menaungi lebih dari 500 masjid, lembaga pendidikan, organisasi amal, dan organisasi profesi di seluruh Inggris.
Pandangan tersebut disampaikan Jermey melalui artikel opini berjudul “Saling Belajar Satu Sama Lain: Mempererat Hubungan antara Komunitas Muslim di Indonesia dan Inggris” yang diterbitkan Suara Muhammadiyah pada Jumat (2/10/2026).
“Ini merupakan tonggak sejarah penting bukan hanya bagi Muhammadiyah dan diaspora Indonesia, tetapi juga bagi hubungan yang terus berkembang antara komunitas Muslim di Indonesia dan Inggris,” tulis Jermey.
Baca juga: Hubungan Al-Quran dan Pancasila Menurut Penjelasan Muhammadiyah, dari Sila Pertama sampai Kelima
Menurut Jermey, keanggotaan PCIM Britania Raya dan Irlandia di MCB dapat memperkuat hubungan antarkomunitas Muslim kedua negara.
Ia menilai, hubungan Inggris dan Indonesia tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan masyarakat dan komunitas.
Jermey mengutip data Sensus 2021 yang mencatat sekitar 4,1 juta penduduk Inggris mengidentifikasi diri sebagai Muslim. Jumlah tersebut menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di Inggris setelah Kristen.
Ia mengatakan, komunitas dan organisasi Muslim di Inggris memiliki peran dalam berbagai bidang, mulai dari pengelolaan sekolah, membantu keluarga yang membutuhkan, hingga menyediakan layanan kesejahteraan sosial.
Jermey juga menyinggung sejumlah tokoh Muslim yang dikenal luas publik Inggris, seperti Wali Kota London Sadiq Khan dan pesepak bola Mohamed Salah.
Dalam artikelnya, Jermey juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas iman dalam membangun pemahaman antarkelompok masyarakat.
Menurut dia, kerja sama praktis lintas iman dapat menjadi cara yang lebih efektif untuk membangun saling pengertian dibandingkan dialog formal semata.
Salah satu kegiatan yang disebut adalah Inter Faith Week yang tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 8-15 November 2026.
Jermey mengaitkan pengalaman Inggris dalam menghadapi keberagaman dengan semboyan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.
“Seiring Inggris terus tumbuh dalam keberagaman, ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari pengalaman satu sama lain dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya, identitas, dan keyakinan,” tulisnya.
Menurut dia, pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman budaya, identitas, dan keyakinan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Inggris. Sebaliknya, Inggris juga memiliki pengalaman yang dapat dipelajari Indonesia.
Hubungan Muhammadiyah dengan institusi di Inggris juga menjadi bagian yang disoroti Jermey.
Ia mencontohkan pertemuan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni dengan Oxford Centre for Islamic Studies dan East London Mosque.
Jermey juga menyebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang pernah menerima Chevening Fellowship di Universitas Birmingham pada 2004.
Bagi Jermey, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara dapat berkembang melalui kerja sama pendidikan dan pertukaran pengetahuan.
“Hubungan internasional yang kuat tidak dibangun hanya antarinstitusi, melainkan oleh orang-orang yang bersedia membuka diri dan saling belajar,” tulisnya.
Sertifikat keanggotaan MCB diserahkan kepada PCIM Britania Raya dan Irlandia dalam acara pengukuhan pengurus di KBRI London pada 22 Agustus 2026.
Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir mengatakan, keterlibatan Muhammadiyah di MCB kini tidak berhenti pada status sebagai anggota.
“Saat ini PCIM Britania Raya dan Irlandia tidak sekadar menjadi anggota. Kami sudah merekomendasikan sembilan kader untuk menjadi relawan di bagian keanggotaan MCB,” ujar Ince dalam rilis yang diterima pada Selasa (6/10/2026).
Sembilan kader tersebut tersebar di lima wilayah, yakni London, Midlands, wilayah utara, wilayah selatan, dan Irlandia Utara.
Mereka akan membantu MCB sekaligus Muhammadiyah dalam membangun jejaring dengan komunitas-komunitas Muslim lokal.
Keanggotaan tersebut sekaligus membuka ruang bagi Muhammadiyah untuk berkontribusi lebih jauh dalam jaringan komunitas Muslim di Inggris, sekaligus memperkuat hubungan masyarakat antara Indonesia dan Inggris.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.