Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dubes Inggris: Muhammadiyah Masuk Dewan Muslim Inggris, Tonggak Hubungan Kedua Negara

Kompas.com, 6 Oktober 2026, 10:52 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Dominic Jermey menyebut bergabungnya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia sebagai anggota Muslim Council of Britain (MCB) menjadi tonggak penting dalam hubungan komunitas Muslim Indonesia dan Inggris.

PCIM Britania Raya dan Irlandia menjadi organisasi Indonesia pertama yang bergabung dengan MCB, jaringan yang menaungi lebih dari 500 masjid, lembaga pendidikan, organisasi amal, dan organisasi profesi di seluruh Inggris.

Pandangan tersebut disampaikan Jermey melalui artikel opini berjudul “Saling Belajar Satu Sama Lain: Mempererat Hubungan antara Komunitas Muslim di Indonesia dan Inggris” yang diterbitkan Suara Muhammadiyah pada Jumat (2/10/2026).

“Ini merupakan tonggak sejarah penting bukan hanya bagi Muhammadiyah dan diaspora Indonesia, tetapi juga bagi hubungan yang terus berkembang antara komunitas Muslim di Indonesia dan Inggris,” tulis Jermey.

Baca juga: Hubungan Al-Quran dan Pancasila Menurut Penjelasan Muhammadiyah, dari Sila Pertama sampai Kelima

Jembatan komunitas Muslim Indonesia-Inggris

Menurut Jermey, keanggotaan PCIM Britania Raya dan Irlandia di MCB dapat memperkuat hubungan antarkomunitas Muslim kedua negara.

Ia menilai, hubungan Inggris dan Indonesia tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan masyarakat dan komunitas.

Jermey mengutip data Sensus 2021 yang mencatat sekitar 4,1 juta penduduk Inggris mengidentifikasi diri sebagai Muslim. Jumlah tersebut menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di Inggris setelah Kristen.

Ia mengatakan, komunitas dan organisasi Muslim di Inggris memiliki peran dalam berbagai bidang, mulai dari pengelolaan sekolah, membantu keluarga yang membutuhkan, hingga menyediakan layanan kesejahteraan sosial.

Jermey juga menyinggung sejumlah tokoh Muslim yang dikenal luas publik Inggris, seperti Wali Kota London Sadiq Khan dan pesepak bola Mohamed Salah.

Kerja Sama Lintas Iman Dinilai Lebih Efektif

Dalam artikelnya, Jermey juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas iman dalam membangun pemahaman antarkelompok masyarakat.

Menurut dia, kerja sama praktis lintas iman dapat menjadi cara yang lebih efektif untuk membangun saling pengertian dibandingkan dialog formal semata.

Salah satu kegiatan yang disebut adalah Inter Faith Week yang tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 8-15 November 2026.

Jermey mengaitkan pengalaman Inggris dalam menghadapi keberagaman dengan semboyan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

“Seiring Inggris terus tumbuh dalam keberagaman, ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari pengalaman satu sama lain dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya, identitas, dan keyakinan,” tulisnya.

Menurut dia, pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman budaya, identitas, dan keyakinan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Inggris. Sebaliknya, Inggris juga memiliki pengalaman yang dapat dipelajari Indonesia.

Soroti Kerja Sama Pendidikan Muhammadiyah-Inggris

Hubungan Muhammadiyah dengan institusi di Inggris juga menjadi bagian yang disoroti Jermey.

Ia mencontohkan pertemuan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni dengan Oxford Centre for Islamic Studies dan East London Mosque.

Jermey juga menyebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang pernah menerima Chevening Fellowship di Universitas Birmingham pada 2004.

Bagi Jermey, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara dapat berkembang melalui kerja sama pendidikan dan pertukaran pengetahuan.

“Hubungan internasional yang kuat tidak dibangun hanya antarinstitusi, melainkan oleh orang-orang yang bersedia membuka diri dan saling belajar,” tulisnya.

PCIM Kirim Sembilan Kader Jadi Relawan MCB

Sertifikat keanggotaan MCB diserahkan kepada PCIM Britania Raya dan Irlandia dalam acara pengukuhan pengurus di KBRI London pada 22 Agustus 2026.

Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir mengatakan, keterlibatan Muhammadiyah di MCB kini tidak berhenti pada status sebagai anggota.

“Saat ini PCIM Britania Raya dan Irlandia tidak sekadar menjadi anggota. Kami sudah merekomendasikan sembilan kader untuk menjadi relawan di bagian keanggotaan MCB,” ujar Ince dalam rilis yang diterima pada Selasa (6/10/2026).

Sembilan kader tersebut tersebar di lima wilayah, yakni London, Midlands, wilayah utara, wilayah selatan, dan Irlandia Utara.

Baca juga: Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford

Mereka akan membantu MCB sekaligus Muhammadiyah dalam membangun jejaring dengan komunitas-komunitas Muslim lokal.

Keanggotaan tersebut sekaligus membuka ruang bagi Muhammadiyah untuk berkontribusi lebih jauh dalam jaringan komunitas Muslim di Inggris, sekaligus memperkuat hubungan masyarakat antara Indonesia dan Inggris.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar