Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 07:44 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Kementerian Agama (Kemenag) akan memperkuat seleksi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar, Mesir.

Seleksi tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan penguasaan bahasa Arab.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, penguatan seleksi tersebut dilakukan untuk memastikan mahasiswa yang diberangkatkan memiliki kesiapan keilmuan dan karakter yang baik sebelum menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di dunia itu.

“Kementerian Agama setiap tahun membuka pendaftaran bagi mereka yang ingin belajar di Al Azhar dengan tujuan memilih mahasiswa yang unggul secara keilmuan (mutamayyizina 'ilmiyyan), sekaligus memiliki akhlak yang mulia dan perilaku yang baik,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin (12.10/2026).

Baca juga: PBNU Perkuat Kerja Sama dengan Mesir, Ada 30 Beasiswa Penuh per Tahun

Komitmen tersebut disampaikan Nasaruddin setelah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) secara hybrid bersama Wakil Al Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Seleksi Diperkuat, Mahasiswa Tak Langsung Kuliah

Nasaruddin menjelaskan, perbaikan tata kelola penerimaan mahasiswa ke Al Azhar dilakukan untuk merespons tingginya minat pelajar Indonesia yang ingin menimba ilmu di Mesir.

Menurut dia, tingginya minat tersebut perlu diimbangi dengan prosedur penerimaan yang lebih tertata, transparan, dan efektif. Dengan demikian, calon mahasiswa yang lolos seleksi dapat dipersiapkan secara optimal sebelum mengikuti perkuliahan reguler.

Ia menegaskan, kelulusan dalam tahap seleksi awal tidak otomatis membuat calon mahasiswa langsung diberangkatkan untuk mengikuti perkuliahan di Al Azhar.

Kemenag bersama Al Azhar mensyaratkan adanya tahap persiapan yang berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Arab.

“Setelah melewati tahapan seleksi, mahasiswa yang diterima akan bergabung dalam program peningkatan kompetensi bahasa Arab di Pusat Bahasa (Markaz Tathwir), sebagai persiapan untuk melanjutkan studi di tingkat universitas,” kata Nasaruddin.

Program tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan calon mahasiswa memiliki kemampuan bahasa yang memadai untuk mengikuti kegiatan akademik di Mesir.

Persiapan Bahasa Arab Jadi Tahap Penting

Penguatan kompetensi bahasa Arab dinilai penting karena mahasiswa harus mampu memahami literatur, mengikuti perkuliahan, dan beradaptasi dengan metode pembelajaran yang diterapkan di Al Azhar.

Melalui program pembinaan di Markaz Tathwir, mahasiswa diharapkan memiliki bekal bahasa yang lebih kuat sebelum memasuki pendidikan tingkat universitas.

Selain kesiapan akademik, Kemenag juga menekankan pentingnya akhlak dan perilaku calon mahasiswa. Aspek tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Kemenag dan KBRI Mesir Bahas Pembenahan Tata Kelola Mahasiswa Indonesia ke Al-Azhar

Melalui kerja sama dengan Al Azhar, Kemenag berharap koordinasi penerimaan mahasiswa Indonesia di Mesir semakin baik, termasuk dalam memastikan prosedur keberangkatan berlangsung lancar dan aman.

Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Al Azhar diharapkan dapat menyerap ilmu pengetahuan serta nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyyah). Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu mengamalkan ilmu tersebut dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di Tanah Air.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Aktual
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Aktual
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Aktual
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Aktual
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Aktual
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Aktual
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
Aktual
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Aktual
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Aktual
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Aktual
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Aktual
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Aktual
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar