Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 12:05 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Kesibukan bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda ibadah.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Aly Aulia, mengingatkan bahwa mendekatkan diri kepada Allah perlu dilakukan di tengah aktivitas sehari-hari.

“Jangan menunggu. Kita harus benar-benar belajar mendekat kepada Allah di tengah kesibukan hidup kita,” kata Aly dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (13/10/2026).

Menurut Aly, sebagian orang menunda kebaikan hingga merasa memiliki waktu atau kemampuan yang cukup.

Baca juga: Cholil Nafis: Menikmati Ibadah Perlu Latihan dan Pembiasaan

Misalnya, menunggu pekerjaan stabil untuk rajin mengaji, menunggu pensiun untuk aktif di masjid, atau menunggu banyak uang untuk memperbanyak sedekah.

Padahal, tidak ada yang dapat memastikan seseorang akan mencapai usia tua dan sempat menjalankan seluruh rencana tersebut. Usia pun tidak menentukan urutan seseorang menghadapi kematian.

Karena itu, ia mengajak jemaah mengevaluasi kesungguhan mereka dalam mengejar kehidupan dunia dan mempersiapkan kehidupan akhirat.

“Kita sudah berapa jauh berlari untuk mengejar dunia? Tapi pertanyaannya juga, sudah berapa dekat kita mempersiapkan diri untuk kita pulang di hadapan Allah Subhanahu wa taala,” ujarnya.

Baca juga: Belajar dari GKPI Rajeg, Persoalan Tempat Ibadah Harus Diselesaikan lewat Dialog

Bekerja dapat bernilai ibadah

Aly menjelaskan, mempersiapkan kehidupan akhirat tidak mengharuskan seseorang meninggalkan pekerjaan, usaha, maupun tanggung jawab keluarga.

Mencari nafkah, membahagiakan keluarga, dan mengejar prestasi dapat bernilai ibadah apabila dilandasi keikhlasan, pengetahuan yang benar, serta dilakukan secara istiqamah.

Ia mengutip Surah Al-An’am ayat 162 yang menegaskan bahwa salat, ibadah, hidup, dan mati seorang Muslim ditujukan kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

Menurutnya, prinsip tersebut menjadi landasan untuk mengarahkan aktivitas sehari-hari sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.

“Jangan buru-buru meninggalkan kesibukan. Periksa dulu arahnya benar atau tidak,” kata Aly.

Menilai kembali makna keberhasilan

Aly mengingatkan bahwa setiap fase kehidupan memiliki kesibukan tersendiri. Anak-anak mengejar prestasi, kaum muda mencari pekerjaan, sementara orang tua memenuhi kebutuhan keluarga.

Persoalan muncul ketika kesibukan membuat seseorang kehilangan arah dan melupakan tujuan hidupnya.

Ia mencontohkan seseorang yang mampu menyediakan rumah lebih besar, kendaraan lebih baik, dan pendidikan yang bagus bagi anak-anak, tetapi kehilangan waktu bersama keluarga.

Berangkat sebelum anak bangun dan pulang ketika mereka sudah tidur dapat membuat hubungan keluarga semakin berjarak.

Karena itu, menurut Aly, keberhasilan perlu diukur pula melalui manfaat bagi keluarga dan orang lain, serta kualitas hubungan dengan Allah.

Evaluasi kehidupan juga perlu mencakup ibadah dan perilaku sehari-hari. Seseorang dapat bertanya apakah dirinya semakin jujur, apakah keluarga merasakan manfaat kehadirannya, dan apakah ada orang lain yang terbantu oleh keberadaannya.

Dunia sebagai tempat menanam amal

Aly menegaskan, Islam tidak mengajarkan umatnya meninggalkan kehidupan dunia. Dunia menjadi tempat menanam amal untuk bekal akhirat.

Bekerja dengan jujur, mencari rezeki halal, mendidik anak, membantu tetangga, berbagi, dan menjaga lingkungan merupakan perbuatan yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah.

Ia juga mengingatkan hadis tentang tiga amal yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal, yakni sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

Dengan demikian, menurut Aly, amal saleh perlu dipahami secara luas, mencakup berbagai kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas dan cara yang benar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Aktual
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Aktual
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Aktual
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Aktual
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Aktual
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Aktual
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
Aktual
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Aktual
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Aktual
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Aktual
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Aktual
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Aktual
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar