Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 09:35 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Terlalu asyik bermain telepon genggam atau HP terkadang membuat seseorang mengabaikan adzan.

Namun, menggunakan HP saat adzan berkumandang tidak serta-merta dihukumi haram hanya karena seseorang tidak menjawabnya.

Syifaul Qulub Amin, alumnus Pondok Pesantren (PP) Nurul Cholil, perumus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Nurul Cholil, sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Putri Al-Masyhuriyah Kebonan, Bangkalan, menjelaskan bahwa hukum menjawab azan adalah sunnah menurut mayoritas ulama.

Baca juga: Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?

Artinya, seorang Muslim dianjurkan mengikuti kalimat-kalimat yang diucapkan muazin sesuai tuntunan. Tidak menjawab adzan tidak otomatis membuat seseorang berdosa.

Meski demikian, menurut Syifaul, seorang Muslim dianjurkan menghentikan sementara aktivitasnya untuk menjawab adzan, termasuk ketika sedang menggunakan HP.

Menjawab azan merupakan amalan sunnah

Syifaul menjelaskan, anjuran menjawab adzan didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim.

“Ketika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkannya.” (HR Muslim).

Ia merujuk penjelasan Syekh Zainuddin Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir bahwa anjuran tersebut berlaku ketika seseorang mendengar dan dapat memahami lafaz-lafaz azan.

Adapun orang yang mengetahui adanya adzan, tetapi tidak dapat mendengar lafaznya karena jarak yang jauh atau gangguan pendengaran, tidak disyariatkan menjawabnya sebagaimana dijelaskan dalam kitab tersebut.

Karena hukum menjawab adzan adalah sunnah, Syifaul menerangkan bahwa bermain HP saat adzan tidak dapat langsung dinyatakan haram semata-mata karena seseorang melewatkan amalan tersebut.

Namun, kebiasaan terlalu asyik dengan gawai hingga terus mengabaikan adzan dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan menjalankan sunnah.

Baca juga: Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh

Dianjurkan menghentikan aktivitas sejenak

Menurut Syifaul, literatur fikih menganjurkan seseorang menghentikan sementara aktivitas tertentu agar dapat menjawab adzan. Anjuran ini bahkan berlaku ketika seseorang sedang membaca Al-Quran, berzikir, atau mengajar.

Ia mengutip penjelasan Syekh Sa'id Ba'asyan dalam kitab Busyral Karim bi Syarhi Masa'il at-Ta'lim bahwa aktivitas tersebut dapat dilanjutkan kembali setelah adzan selesai. Sementara itu, kesempatan menjawab adzan akan berlalu.

Penjelasan tersebut menjadi dasar untuk memberikan perhatian pada adzan di tengah kesibukan sehari-hari.

Aktivitas menggunakan HP, seperti menggulir media sosial, menonton video, atau bermain gim, dapat dihentikan sejenak untuk menjawab adzan, kemudian dilanjutkan kembali setelahnya.

Peringatan agar tidak meremehkan azan

Syifaul juga menyoroti pentingnya memahami secara proporsional peringatan dalam literatur keislaman mengenai sikap mengabaikan azan.

Dalam kitab Tanwirul Qulub fi Mu'amalati Allamil Ghuyub, Syekh Muhammad Amin mengutip pernyataan Imam As-Suyuthi mengenai kekhawatiran su’ul khatimah bagi orang yang berbicara saat azan dengan sikap tidak peduli terhadap anjuran menjawabnya.

Menurut Syifaul, peringatan itu tidak dapat dimaknai bahwa setiap orang yang berbicara atau menggunakan HP saat azan pasti akan meninggal dalam keadaan buruk.

Hal yang ditekankan adalah pentingnya menghindari sikap meremehkan adzan sebagai panggilan ibadah.

Peringatan tersebut menjadi pengingat untuk memperbaiki adab, bukan dasar untuk memastikan keadaan akhir hidup seseorang.

Jangan sampai HP melalaikan shalat

Dikutip dari NU Online, Syifaul menegaskan, menjawab adzan dan melaksanakan shalat merupakan dua hal yang berbeda. Menjawab azan adalah amalan sunnah, sedangkan shalat lima waktu merupakan kewajiban.

Karena itu, penggunaan HP perlu diperhatikan agar tidak membuat seseorang lalai terhadap waktu shalat.

Menghentikan penggunaan gawai sejenak saat adzan menjadi salah satu cara untuk menjaga perhatian terhadap panggilan ibadah, sekaligus mempersiapkan diri menunaikan shalat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Aktual
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Aktual
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Aktual
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Aktual
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Aktual
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Aktual
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
Aktual
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Aktual
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Aktual
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Aktual
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Aktual
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Aktual
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar