Editor
JAKARTA, KOMPAS.com —Sejumlah siswa British School Jakarta (BSJ) menggalang donasi agar anak-anak di Tangerang Selatan bisa mendapatkan vaksinasi gratis.
Mereka mencari dukungan sponsor dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak hingga berhasil menghimpun Rp163 juta.
Dana tersebut digunakan untuk menyediakan vaksin dan membiayai pelaksanaan vaksinasi gratis bagi 80 anak berusia 7–18 tahun.
Perwakilan tim pelaksana, Darlene Love Faith Wijaya, mengatakan, upaya itu berangkat dari keinginan membantu anak-anak memperoleh layanan kesehatan dasar sekaligus meringankan biaya yang ditanggung keluarga.
“Di sisi lain, kami juga ingin memperluas jangkauan program agar manfaatnya dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang lebih beragam,” ujar Darlene dalam rilisnya, Selasa (13/10/2026)
Baca juga: Di Madrasah Fakfak, Buku dan Listrik Terbatas, Ada Kelas Tanpa Papan Tulis
Para peserta berasal dari Sekolah Maleo, Sekolah Binar, Sekolah Bisa, Sekolah Diponegoro, serta warga sekitar di wilayah Tangerang Selatan.
Penggalangan donasi dilakukan oleh enam siswa yang tergabung dalam MedIsAid, organisasi nirlaba yang mereka jalankan dengan fokus pada akses kesehatan.
Selain Darlene, mereka adalah Benjamin Harry Metters, Chloe Annabelle Lange, Amanda Sekar Haryuningrum Putri Haryono, Nahla Aamily Shafiyya, dan Rina Matsuo. Keenamnya berbagi tugas sejak persiapan hingga kegiatan berlangsung.
Dari mencari donasi hingga menemani peserta
Setelah dana terkumpul, para siswa ikut mengatur alur peserta dan menyiapkan konsumsi.
Mereka juga mendampingi anak-anak sebelum dan selama vaksinasi, sementara pemberian vaksin dilakukan oleh tenaga kesehatan dari inHarmony.
Sebagian peserta sudah mereka kenal melalui kegiatan pelayanan masyarakat sebelumnya. Namun, pertemuan kali ini menghadirkan pengalaman berbeda karena sejumlah anak merasa takut menghadapi jarum suntik.
“Kami merasa senang dapat mendampingi mereka, terutama anak-anak yang merasa takut atau cemas terhadap jarum suntik,” kata Darlene.
Baca juga: Tak Hanya Madrasah, 2.380 Siswa Sekolah Umum Ikuti OMI Sains 2026
Anggota tim menemani peserta dan memberikan dukungan agar mereka lebih tenang selama proses vaksinasi.
Menurut Darlene, pengalaman tersebut membuat pihaknya memahami bahwa kondisi emosional anak juga perlu diperhatikan dalam pelayanan kesehatan.
Membantu peserta memperoleh dosis lanjutan
Kegiatan ini merupakan program vaksinasi kedua yang diselenggarakan MedIsAid. Salah satu fokusnya adalah pemberian vaksin MMR.
Darlene mengatakan, banyak anak telah mendapatkan dosis pertama melalui kegiatan sebelumnya. Tim kemudian berupaya memfasilitasi pemberian dosis lanjutan, sekaligus membuka kesempatan bagi peserta yang baru pertama kali mengikuti vaksinasi.
Para siswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi melalui interaksi langsung dengan peserta.
Sebagian besar anggota tim memiliki minat untuk berkarier di bidang kesehatan. Namun, keterlibatan dalam kegiatan ini juga memberi mereka pelajaran tentang kebutuhan anak-anak yang mereka dampingi dan pentingnya bekerja sama untuk membantu keluarga memperoleh layanan kesehatan.
“Kami belajar bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, disertai edukasi dan perhatian terhadap kebutuhan setiap individu,” tutur Darlene.
Bagi mereka tolong menolong itu sudah seharusnya. Apalagi jika dikaitkan dengan agama, tolong menolong menjadi bentuk kasih sayang antarsesama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.