Editor
KOMPAS.com - Hari Rabu disebut memiliki sejumlah keutamaan dalam beberapa riwayat dan penjelasan ulama.
Mulai dari anjuran berdoa di waktu antara Dzuhur dan Ashar, hingga pandangan tentang waktu yang baik untuk memulai kegiatan.
Sejumlah ulama juga mengaitkan hari Rabu dengan kesempurnaan dalam memulai sesuatu, termasuk menuntut ilmu.
Baca juga: Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Dalam bahasa Arab, hari Rabu disebut الْأَرْبِعَاء (Al-Arbi'a'). Adapun penyebutan lengkapnya adalah يَوْمُ الْأَرْبِعَاءِ (Yaumul Arbi'a') yang berarti hari Rabu.
Dilansir dari laman NU Online Jawa Timur, salah satu amalan yang dibahas dalam riwayat tentang keutamaan hari Rabu adalah berdoa pada waktu antara Zuhur dan Ashar. Keterangan tersebut disebutkan dalam kitab Syu’ab al-Iman karya Imam al-Baihaqy.
Baca juga: 5 Doa Mustajab Rasulullah SAW untuk Diamalkan Setiap Hari, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
إِنَّ الدُّعَآءَ يُسْتَجَابُ يَوْمَ الْأرْبِعَآءِ بَعْدَ الزَّوَالِ
Artinya: Sesungguhnya doa akan dikabulkan di hari Rabu setelah tergelincirnya matahari.
Riwayat lain yang disampaikan oleh sahabat Jabir RA juga menjelaskan peristiwa ketika Rasulullah SAW berdoa di masjid al-Ahzab pada waktu antara Zuhur dan Ashar.
إِنَّ النَّبِيَّ e أَتَى مَسْجِدَ الْأَحْزَابِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الثُّلَاثَآءِ وَيَوْمَ الْأَرْبِعَآءِ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ, فَوَضَعَ رِدَآءَهُ فَقَامَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُوْ عَلَيْهِمْ أَيِ الْكُفَّارِ فَرَأَيْنَا الْبِشْرَ فِي وَجْهِهِ
Artinya: Pernah suatu ketika Rasulullah SAW mendatangi masjid al-Ahzab di hari Senin, Selasa dan Rabu di antara waktu Dhuhur dan Ashar. Kemudian meletakkan selendangnya, lalu berdiri dan mengangkat kedua tangannya sambil mendoakan supaya orang-orang kafir mendapatkan siksa. Kemudian saya melihat nampak wajah gembira dari raut wajah Nabi.
Riwayat tersebut menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai keutamaan berdoa pada hari Rabu, khususnya setelah matahari tergelincir.
Namun, penilaian terhadap kekuatan riwayat perlu merujuk pada kajian hadis agar keutamaannya tidak dipahami sebagai kepastian bahwa setiap doa pada waktu tersebut pasti dikabulkan.
Selain pembahasan tentang doa, hari Rabu juga disebut dalam sejumlah kitab sebagai waktu yang baik untuk memulai kegiatan.
Pengarang kitab al-Hidayah menjelaskan bahwa sesuatu yang dimulai pada hari Rabu akan memperoleh kesempurnaan. Hari tersebut juga dikaitkan dengan penciptaan cahaya atau nur oleh Allah SWT.
Imam ad-Dailamy meriwayatkan hadis marfu’ dari sahabat Jabir RA mengenai menanam pohon pada hari Rabu. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ غَرَسَ الْأَشْجَارَ يَوْمَ الْأَرْبِعَآءِ وَقَالَ سُبْحَانَ الْبَاعِثِ الْوَارِثِ أَتَتْ أُكُلُهَا
Artinya: Barangsiapa menanam pepohonan di hari Rabu dan berdoa سُبْحَانَ الْبَاعِثِ الْوَارِثِ maka akan bisa berbuah.
Pandangan tentang hari Rabu sebagai waktu yang baik untuk memulai sesuatu juga disebutkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim. Kitab tersebut memuat keterangan:
ما من شيئ بدئ يوم الأربعاء إلا وقد تم
Artinya: Tiada segala sesuatu yang dimulai pada hari Rabu, kecuali akan menjadi sempurna. (Ta'limul Muta'allim)
Keterangan tersebut kemudian menjadi salah satu rujukan bagi sebagian ulama dalam memilih hari untuk memulai berbagai kegiatan, seperti bekerja, berdagang, membuka toko, berkebun, membangun rumah, mengadakan pengajian, hingga menuntut ilmu.
Lebih lanjut, dalam kitab Ta’limul Muta’allim, hari Rabu dibahas sebagai salah satu hari yang baik untuk memulai kegiatan, termasuk belajar.
Syaikhul Islam Burhanuddin memilih hari Rabu sebagai waktu untuk memulai belajar dengan berpedoman pada keterangan bahwa sesuatu yang dimulai pada hari tersebut akan menjadi sempurna.
Pilihan serupa juga dilakukan oleh Abu Hanifah. Alasannya dijelaskan melalui keterangan berikut:
ﻭﻫﺬﺍ ﻷﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺭﺑﻌﺎﺀ ﻳﻮﻡ ﺧﻠﻖ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﻮﺭ، ﻭﻫﻮ ﻳﻮﻡ ﻧﺤﺲ ﻓﻰ ﺣﻖ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻣﺒﺎﺭﻛﺎ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ
Artinya: Dikarenakan hari Rabu adalah hari terciptanya cahaya dan merupakan hari sial bagi kaum kafir, sehingga hari ini berkah bagi kaum mukminin.
Selain hari Rabu, hari Senin juga disebut memiliki keistimewaan untuk memulai belajar. Perbedaannya, hari Senin lebih dikhususkan untuk kegiatan menuntut ilmu, sedangkan hari Rabu dipandang lebih luas untuk memulai berbagai aktivitas.
Syaikh Hamdani juga disebut sebagai salah satu ulama yang memilih hari Rabu untuk memulai kegiatan baik, termasuk menuntut ilmu.
Sejumlah riwayat dan keterangan ulama membahas keutamaan hari Rabu, terutama terkait doa setelah matahari tergelincir dan waktu untuk memulai kegiatan baik.
Hari Rabu juga dipilih oleh sebagian ulama sebagai waktu memulai belajar, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’allim.
Meski demikian, kesungguhan, konsistensi, dan ikhtiar tetap menjadi hal penting dalam menjalankan setiap kegiatan, tanpa bergantung semata-mata pada pemilihan hari.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.