Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membagi tugas lima Wakil Rais Aam periode 2026–2031. KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mendapat tanggung jawab bidang Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan dakwah digital.
Pembagian tugas tersebut mencakup penjagaan prinsip organisasi, penguatan kelembagaan, keagamaan, kepesantrenan, hingga kaderisasi ulama.
“Hari ini agendanya adalah pembagian tugas. Wakil Rais Aam pertama tugasnya apa saja, Wakil Rais Aam kedua tugasnya apa saja, sampai kelima apa saja. Masing-masing Wakil Rais Aam itu di-back up dengan Rais dan Katib,” ujar Katib Aam PBNU Muh Nuh, dikutip dari NU Online, Kamis (15/10/2026).
Baca juga: Gus Baha: Berketuhanan Harus Membuat Kita Adil dan Menghormati yang Berbeda
Nuh menyampaikan hal tersebut seusai rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta.
Menurut dia, pembagian tugas dilakukan agar setiap pekerjaan organisasi memiliki penanggung jawab yang jelas. Masing-masing Wakil Rais Aam didukung jajaran Rais dan Katib sesuai bidangnya.
Berikut pembagian tugas lima Wakil Rais Aam PBNU periode 2026–2031.
Wakil Rais Aam PBNU pertama, KH Nurul Huda Jazuli, memimpin bidang Qanun Asasi dan Marwah Jam’iyah.
Tanggung jawabnya meliputi penjagaan Qanun Asasi, Khittah NU, marwah ulama, tata nilai organisasi, serta penyelesaian persoalan prinsipil jam’iyah.
Pada bidang Qanun Asasi, ia didukung Rais KH Ubaidillah Faqih dan KH Ahmad Tajul Mafakhir. Jajaran Katib terdiri atas KH Hasan Nuri Hidayatullah, KH Zuhrul Anam Hisyam, dan H Mohsen Alaydrus.
Adapun bidang Marwah Jam’iyah didukung Rais KH Mudatsir Badruddin dan KH Ahmad Azaim Ibrohimy, serta Katib KH Abdurrozaq Sholeh, KH Mujiburrohman Ma’mun, dan KH Mas Achmad Sa’dullah Abdul Alim.
Baca juga: Isu Rumah Rais Aam PBNU Punya Lift, Kiai Imam Jazuli Ungkap Hasil Tabayun Langsung
Wakil Rais Aam PBNU kedua, KH Anwar Iskandar, bertanggung jawab atas bidang Hukum dan Organisasi, Kerja Sama, serta Pengembangan Masyarakat dan Peradaban.
Bidang Hukum dan Organisasi diisi Rais KH Machasin dan KH Muhammad Cholil Nafis, serta Katib KH Sarmidi Husna dan H Ikhsan Abdullah.
Pada bidang Kerja Sama, jajaran Rais terdiri atas KH Zainal Abidin dan M Asrorun Ni’am Sholeh. Keduanya didukung Katib H Kamaruddin Amin dan KH Taj Yasin Maimoen.
Sementara itu, bidang Pengembangan Masyarakat dan Peradaban diisi Rais KH Abdul Ghafur Maimoen, KH M Afifudin Dimyathi, dan Nadirsyah Hosen, serta Katib KH Ahmad Sudrajat dan KH Muhammad Adnan.
Bidang-bidang tersebut diarahkan untuk memperkuat organisasi, koordinasi Syuriyah dan Tanfidziyah, serta kerja sama nasional dan internasional.
Wakil Rais Aam PBNU ketiga, KH Afifuddin Muhajir, membawahi bidang Keagamaan, Kepesantrenan, dan Isu Kontemporer.
Bidang Keagamaan diemban Rais KH Aniq Muhammadun dan KH Abdul Moqsith Ghazali. Jajaran Katib terdiri atas KH Kholid Dawam Anwar, KH Mahbub Ma’afi Ramdlan, dan Ahmad Ubaidy Hasbillah.
Pada bidang Kepesantrenan, jajaran Rais terdiri atas KH Ahmad Sadid Jauhari, KH Abun Bunyamin, dan KH Imam Buchori Cholil. Mereka didukung Katib KH Fahim Royani, KH Atok Romli Mustofha, dan KH Moh Abdullah Rifan Nashir.
Adapun bidang Isu Kontemporer diisi Rais KH Nasaruddin Umar dan KH Zulfa Mustofa, serta Katib KH Abdullah Syamsul Arifin, KH Jejen Zarnuji, dan K Khairuddin Habzis.
Ketiga bidang tersebut mencakup penggalian dan penetapan hukum Islam atau istinbath hukum, Bahtsul Masail, pengembangan keilmuan turats, fatwa, kepesantrenan, serta respons atas persoalan sosial dan kemanusiaan kontemporer.
Wakil Rais Aam PBNU keempat, KH Musthofa Aqiel Siroj, bertanggung jawab atas bidang Kaderisasi Keulamaan dan Maslahah Ijtima’iyah.
Bidang Kaderisasi Keulamaan diisi Rais KH Thontowi Djauhari Musaddad dan KH Sholahudin Al-Aiyub, serta Katib Idrus Alhamid, KH Salman Fuad Zain, dan KH M Syarif Chumas Asy-Syawali.
Sementara itu, bidang Maslahah Ijtima’iyah diemban Rais KH Ali Maschan Moesa, KH Ubaidillah Ruhiyat, KH Abdul Wahid Zamas, dan KH Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid.
Jajaran Katib pada bidang tersebut terdiri atas KH Subhan Makmun, KH Mujib Qulyubi, dan KH Ahmad Fahrurrozi.
Fokusnya mencakup kaderisasi ulama, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, bisnis halal, keluarga maslahah, serta persoalan kemaslahatan sosial.
Wakil Rais Aam PBNU kelima, KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, memimpin bidang Aswaja dan Dakwah Digital.
Pada bidang Aswaja, jajaran Rais terdiri atas KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Mahfudz Asirun, Habib Ibrahim Luthfi bin Ahmad Al-Attas, KH Moch. Chozien Adenan, dan KH Abdul Latif Malik. Adapun posisi Katib diisi KH Muhammad Yusron Sidqi.
Bidang Dakwah Digital didukung Rais KH Abdurrahman Al-Kautsar dan KH Imam Jazuli, serta Katib KH Reza Ahmad Zahid, H Ismail Cawidu, dan H Mohsen Alaydrus.
Kedua bidang tersebut diarahkan untuk memperkuat manhaj Aswaja an-Nahdliyah, moderasi beragama, literasi keagamaan, dan pengembangan pemikiran Islam.
Dakwah digital juga menjadi perhatian untuk menjangkau generasi yang tumbuh dan beraktivitas di ruang digital.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.