Editor
KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, terutama saat memilih penerbangan transit menuju Arab Saudi.
Jemaah juga diminta menghindari wilayah rawan dan mengikuti informasi dari otoritas setempat, meskipun penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah dilaporkan masih aman.
Baca juga: Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung ke Madinah atau Jeddah
Dilansir dari Antara, Irfan mengatakan, jemaah umrah perlu mencermati rute perjalanan, khususnya jika menggunakan penerbangan transit di wilayah tertentu yang berpotensi terdampak situasi keamanan.
“Tetap berhati-hati, terutama buat umrah yang harus transit ke daerah-daerah tertentu yang harus dicermati,” ujar Menhaj Irfan saat menghadiri "8th International Hajj Fund 2026" di Jakarta, Kamis, menanggapi peningkatan eskalasi geopolitik yang terjadi di Arab Saudi.
Baca juga: Wamenhaj: Belum Ada Larangan Perjalanan Umrah ke Arab Saudi
Sebelumnya, kelompok Houthi dilaporkan menyerang bandara di Riyadh, Arab Saudi. Sejumlah jemaah umrah dari beberapa negara dikabarkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, Irfan menyebut penerbangan langsung menuju bandara di Jeddah dan Madinah masih berjalan aman. Ia juga mengatakan belum ada keterlambatan penerbangan langsung hingga satu atau dua jam.
“Sampai hari ini setelah penerbangan langsung, itu masih aman. Tidak ada keterlambatan yang sampai satu hingga dua jam. Alhamdulillah masih aman,” kata Menhaj Irfan.
Meski demikian, jemaah umrah Indonesia tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, menghindari wilayah yang dinilai rawan, serta memperhatikan informasi dan arahan dari otoritas setempat.
Imbauan serupa sebelumnya disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.
Ia meminta jemaah umrah Indonesia mengutamakan penerbangan langsung dari bandara di Indonesia menuju Madinah atau Jeddah.
“Kemlu RI dan Kemenhaj hanya mengimbau agar jamaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah,” ujar Wamenhaj Dahnil.
Dahnil mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI serta otoritas Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi keamanan di negara tersebut.
Hingga saat ini, menurut Dahnil, belum ada keputusan untuk mengeluarkan imbauan maupun larangan perjalanan ke Arab Saudi.
Karena itu, jemaah umrah diharapkan tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi dan mempertimbangkan rute penerbangan saat merencanakan perjalanan ke Tanah Suci.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.