Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Santri 2026, Kemenag Lampung Siapkan 10.000 Al-Quran hingga Panggung Kreativitas

Kompas.com, 16 Oktober 2026, 06:01 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung menyiapkan ruang bagi santri dan siswa madrasah untuk menampilkan prestasi serta kreativitas dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain menegaskan, peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan santri di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, seni, dan bahasa hingga teknologi.

Karena itu, panitia didorong melibatkan santri secara aktif dalam rangkaian kegiatan.

Baca juga: Tema dan Logo Hari Santri 2026 Versi Kemenag serta PBNU

Kemenag Lampung Dorong Santri Tampil Aktif

Rapat persiapan yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) itu dipimpin Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna dan Kepala Bidang PAPKI Indra Jaya.

Sejumlah pejabat dan perwakilan madrasah turut menghadiri pertemuan tersebut.

Dalam rapat itu, Zulkarnain meminta panitia memberikan ruang lebih luas bagi santri untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Menurut dia, peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi yang telah dikembangkan melalui pendidikan dan pembinaan di pesantren maupun madrasah.

“Keinginan saya, bagaimana kita bisa menampilkan prestasi-prestasi para santri yang ada. Jadi, yang terpenting adalah bagaimana santrinya bisa berperan aktif dalam kegiatan ini,” ujar Zulkarnain.

Marching Band hingga Paduan Suara Disiapkan

Sejumlah penampilan yang dapat dipersiapkan antara lain marching band, paduan suara, dan musik.

Santri juga berpeluang terlibat dalam berbagai unsur pelaksanaan upacara agar tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan peringatan tersebut.

Baca juga: Cerita Imah Babaturan 11 Tahun Bertahan hingga Repotnya Mengurus Sertifikasi Halal

Panitia turut didorong mengidentifikasi santri dan siswa madrasah yang memiliki prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Mereka diharapkan mendapat kesempatan menampilkan kemampuan yang telah membawa nama baik lembaga pendidikan masing-masing.

Zulkarnain juga mengusulkan keterlibatan santri atau siswa madrasah yang memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris sebagai pembawa acara.

Langkah ini diharapkan memperlihatkan bahwa pendidikan pesantren turut mengembangkan keterampilan komunikasi di samping pemahaman agama.

Prestasi Santri Perlu Dikenalkan kepada Masyarakat

Zulkarnain menilai, potensi santri tidak terbatas pada bidang keagamaan.

Berbagai prestasi di bidang seni, bahasa, dan keterampilan lainnya perlu mendapat ruang agar masyarakat dapat melihat perkembangan pendidikan pesantren.

Karena itu, ia meminta panitia memperhatikan publikasi kegiatan melalui media massa dan media sosial.

Koordinasi dengan media dinilai penting agar rangkaian peringatan Hari Santri serta prestasi para santri dapat diketahui masyarakat luas.

Baca juga: 15 Warna Jilbab untuk Gamis Burgundy agar Terlihat Elegan

Selain publikasi, panitia diminta memastikan kesiapan teknis, pengaturan tempat, dan kedisiplinan peserta.

Persiapan tersebut diperlukan agar kegiatan berlangsung tertib dan khidmat sekaligus memberikan kesempatan kepada santri untuk menampilkan kemampuan mereka.

Upacara Hari Santri Digelar 22 Oktober

Kepala Bidang PAPKI Kanwil Kemenag Lampung Indra Jaya menyampaikan bahwa persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengacu pada surat edaran Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama mengenai pelaksanaan peringatan tahun ini.

Berdasarkan paparan dalam rapat, upacara dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis (22/10/2026) dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Kanwil Kemenag Lampung merencanakan upacara di MAN 1 Bandar Lampung dengan melibatkan aparatur sipil negara Kementerian Agama, siswa madrasah, serta santri dari pesantren di sekitar Bandar Lampung.

Baca juga: Menjaga Privasi Anak Juga Bagian dari Adab dalam Islam

Gubernur Lampung direncanakan menjadi inspektur upacara. Panitia juga merencanakan keterlibatan unsur pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga keagamaan, serta pimpinan pesantren dan madrasah.

Penyerahan 10.000 Al-Qur'an Jadi Agenda Pendukung

Selain upacara dan penampilan kreativitas santri, panitia menyiapkan agenda pendukung berupa penyerahan 10.000 Al-Quran.

Menurut Indra, penyerahan tersebut direncanakan melibatkan kalangan pesantren dan dilakukan secara simbolis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang mengusung konsep ekoteologi.

Agenda itu melengkapi upaya Kemenag Lampung menghadirkan peringatan yang tidak hanya berfokus pada seremoni.

Melalui pelibatan santri dalam berbagai kegiatan, peringatan Hari Santri diharapkan menjadi ruang untuk mengapresiasi prestasi sekaligus memperlihatkan kontribusi pesantren dalam membangun sumber daya manusia.

Baca juga: Menag Minta Sekolah Gratis Cakup Biaya Asrama Santri

Dengan persiapan tersebut, Kanwil Kemenag Lampung berupaya menjadikan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum bagi santri untuk tampil, berkarya, dan menunjukkan potensi mereka kepada masyarakat.

Keterlibatan aktif santri menjadi salah satu fokus agar peringatan tahun ini berlangsung khidmat sekaligus menampilkan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terus berkembang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar