Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah: Berdasarkan KHGT, 1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Kompas.com, 15 Oktober 2026, 21:27 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Awal Ramadhan 2027 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1448 H.

Perhitungan ini mengacu pada kriteria astronomis kalender global yang menyatukan penentuan awal bulan kamariah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Baca juga: Alasan Muhammadiyah Pakai KHGT Tetapkan 1 Ramadhan hingga Beda dengan Pemerintah

KHGT menggunakan prinsip kalender global untuk menentukan awal bulan kamariah tanpa menjadikan perbedaan waktu dan letak geografis sebagai dasar penetapan tanggal yang berbeda.

Selama parameter astronomis yang telah disepakati terpenuhi, awal bulan diberlakukan secara serentak di seluruh dunia.

Baca juga: Jadwal Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri, Berpotensi Libur Panjang Sampai 10 Hari

Kriteria Astronomis Penentuan 1 Ramadhan 1448 H

Data astronomis menunjukkan, ijtimak menjelang akhir Syakban 1448 H terjadi pada Sabtu, 6 Februari 2027, pukul 15.56.07 UTC. Namun, kriteria kalender global belum terpenuhi pada hari terjadinya ijtimak tersebut.

Parameter yang disyaratkan baru terpenuhi pada Ahad, 7 Februari 2027, di Darwin, Australia. Kondisi astronomis di wilayah tersebut menjadi salah satu dasar perhitungan KHGT untuk menentukan awal Ramadhan 1448 H.

Di Darwin, Matahari terbenam pada pukul 18.47.59 waktu setempat atau 09.17.59 UTC pada Ahad, 7 Februari 2027. Saat itu, tinggi Bulan geosentrik tercatat +5° 54′ 45″, sedangkan elongasi geosentrik mencapai 8° 14′ 19″.

Kedua parameter tersebut memenuhi kriteria astronomis KHGT untuk menentukan awal bulan kamariah. Kalender ini mensyaratkan tinggi Bulan geosentrik minimal 5 derajat dan elongasi geosentrik minimal 8 derajat sebelum pukul 00.00 UTC.

Terpenuhinya kedua kriteria di suatu wilayah di permukaan Bumi menjadi dasar pemberlakuan awal bulan secara global. Dengan demikian, penentuan awal bulan tidak harus menunggu hilal memenuhi kriteria di setiap negara atau terlihat secara bersamaan dari seluruh wilayah dunia.

Perbedaan KHGT dan Penentuan Awal Bulan Lokal

Prinsip KHGT berbeda dari metode penentuan awal bulan yang bertumpu pada hasil pengamatan lokal.

Dalam kalender global, data pengamatan dan perhitungan astronomis dari suatu wilayah menjadi bagian dari penentuan kalender dunia, bukan batas geografis yang menentukan kapan umat Islam di setiap negara memasuki bulan baru.

Selama kriteria yang ditetapkan terpenuhi, awal bulan diberlakukan secara serentak di seluruh dunia.

Pendekatan ini bertujuan memberikan kepastian waktu ibadah sekaligus membangun sistem penanggalan Islam yang dapat digunakan untuk kebutuhan sipil dan perencanaan jangka panjang.

Ketentuan Pengecualian dalam Kalender Hijriah Global Tunggal

KHGT juga mengatur pengecualian untuk kondisi astronomis tertentu. Salah satu skenario yang diperhitungkan berkaitan dengan terjadinya ijtimak di Selandia Baru sebelum fajar, kemudian terpenuhinya parameter imkan rukyat di wilayah daratan Benua Amerika.

Ketentuan tersebut mempertimbangkan posisi Selandia Baru sebagai wilayah paling timur dalam cakupan perhitungan kalender dan Benua Amerika sebagai wilayah di bagian barat.

Pengecualian ini menjadi bagian dari mekanisme kalender untuk menjaga kesinambungan penentuan awal bulan secara global ketika kondisi astronomis di sekitar pergantian hari memerlukan perlakuan khusus.

Dengan terpenuhinya parameter astronomis pada Ahad, 7 Februari 2027, KHGT menetapkan Senin, 8 Februari 2027, sebagai 1 Ramadhan 1448 H.

Perhitungan tersebut menempatkan pengamatan dan data astronomis dalam kerangka kalender global yang berorientasi pada kesatuan waktu umat Islam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar