Editor
KOMPAS.com - Hari Kiamat merupakan kepastian dalam ajaran Islam yang menandai berakhirnya kehidupan dunia dan dimulainya kehidupan akhirat.
Sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadis menjelaskan tanda-tanda besar menjelang Kiamat, sekaligus mengingatkan umat Islam untuk memperkuat iman dan mempersiapkan amal.
Waktu terjadinya Kiamat merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui manusia. Karena itu, memahami tanda-tanda Kiamat tidak hanya berkaitan dengan peristiwa akhir zaman, tetapi juga menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa memperbaiki diri.
Baca juga: Mengenal Dukhan, Kemunculan Asap yang Disebut sebagai Tanda Besar Hari Kiamat
Tanda-tanda besar Kiamat atau Kiamat Kubra merujuk pada berbagai peristiwa luar biasa yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Berikut sembilan tanda besar kiamat yang perlu diketahui, seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: MUI Sulsel Luruskan Anggapan Asap Karhutla sebagai Dukhan Tanda Kiamat
Menjelang akhir zaman, berbagai fitnah akan menyebar seiring dengan berkurangnya ilmu agama akibat wafatnya para ulama. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat kehilangan panduan keagamaan dan menghadapi berbagai persoalan yang menguji keimanan. Rasulullah SAW bersabda:
"Zaman terasa semakin singkat, ilmu akan diangkat, fitnah akan menyebar, sifat kikir akan merasuki hati, dan pembunuhan menjadi merajalela." (HR. Muslim)
Hadis tersebut menggambarkan sejumlah keadaan yang akan terjadi menjelang akhir zaman, mulai dari hilangnya ilmu hingga meluasnya fitnah dan pembunuhan.
Turunnya Nabi Isa AS merupakan salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan akhir zaman dalam ajaran Islam. Surah An-Nisa ayat 159 menjelaskan kedudukan Nabi Isa AS dan kesaksiannya terhadap manusia pada Hari Kiamat.
وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًاۚ
Artinya: Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.
Dalam penjelasan mengenai tanda akhir zaman, turunnya Nabi Isa AS dikaitkan dengan hadirnya kepemimpinan yang menegakkan keadilan.
Kemunculan Imam Mahdi disebut sebagai salah satu tanda menjelang Kiamat dalam riwayat yang dicantumkan pada naskah ini. Imam Mahdi digambarkan sebagai pemimpin yang akan membawa keadilan pada akhir zaman. Rasulullah SAW bersabda:
"Di akhir umatku akan muncul Imam Mahdi. Allah akan menurunkan hujan, bumi akan subur, harta kekayaan dibagikan secara adil, ternak berkembang, dan umat Islam menjadi banyak. Ia akan memimpin selama tujuh atau delapan tahun."
Riwayat tersebut menggambarkan masa kepemimpinan Imam Mahdi dengan keadaan bumi yang subur, pembagian kekayaan secara adil, serta bertambahnya jumlah umat Islam.
Dajjal digambarkan sebagai pembawa fitnah besar yang akan menguji keimanan manusia menjelang Kiamat. Kemunculannya menjadi peringatan bagi umat Islam agar senantiasa menjaga keyakinan dan tidak mudah terpengaruh oleh kesesatan. Rasulullah SAW bersabda:
"Sejak diciptakan-nya Nabi Adam hingga terjadinya kiamat, tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal." (HR. Muslim)
Hadis tersebut menegaskan besarnya ujian yang dikaitkan dengan fitnah Dajjal dalam perjalanan manusia menuju akhir zaman.
Daabbah merupakan binatang yang akan keluar dari bumi dan berbicara kepada manusia. Kemunculannya disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu peristiwa yang berkaitan dengan akhir zaman. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Naml ayat 82:
وَاِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ اَخْرَجْنَا لَهُمْ دَاۤبَّةً مِّنَ الْاَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ اَنَّ النَّاسَ كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا لَا يُوْقِنُوْ
Artinya: "Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan bagi mereka sejenis binatang dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak meyakini ayat-ayat Kami." (QS. An-Naml: 82)
Ayat tersebut menjelaskan kemunculan Daabbah yang menyampaikan peringatan berkaitan dengan sikap manusia terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
Terbitnya matahari dari arah barat merupakan salah satu tanda besar Kiamat yang disebutkan dalam hadis. Peristiwa ini menandai keadaan luar biasa menjelang akhir kehidupan dunia. Rasulullah SAW bersabda:
"Hari kiamat tidak akan datang hingga matahari terbit dari arah barat. Saat manusia menyaksikan fenomena ini, mereka akan beriman, namun keimanan yang datang terlambat itu tak lagi bermanfaat." (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa ketika matahari terbit dari barat, keimanan yang baru muncul pada saat itu tidak lagi memberikan manfaat bagi orang yang sebelumnya tidak beriman.
Ya’juj dan Ma’juj digambarkan sebagai kaum yang melakukan kerusakan di bumi. Kemunculan mereka termasuk peristiwa yang dikaitkan dengan akhir zaman dalam ajaran Islam.
Dalam Surah Al-Kahfi ayat 94, Allah SWT menceritakan permintaan suatu kaum kepada Zulqarnain untuk membangun penghalang guna membendung kerusakan yang ditimbulkan Ya’juj dan Ma’juj.
قَالُوْا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِنَّ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلٰٓى اَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
Artinya: Mereka berkata, “Wahai Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah (bangsa) pembuat kerusakan di bumi, bolehkah kami memberimu imbalan agar engkau membuatkan tembok penghalang antara kami dan mereka?”
Ayat tersebut menggambarkan Ya’juj dan Ma’juj sebagai kaum yang menimbulkan kerusakan. Kisah ini menjadi bagian dari penjelasan Al-Qur’an mengenai keberadaan mereka.
Tiga gempa besar yang terjadi di wilayah timur, barat, dan Jazirah Arab disebut sebagai bagian dari tanda-tanda besar Kiamat. Ketiga peristiwa tersebut digambarkan sebagai guncangan dahsyat yang terjadi menjelang berakhirnya kehidupan dunia.
Peristiwa ini termasuk rangkaian tanda akhir zaman yang menunjukkan besarnya perubahan yang akan terjadi sebelum Kiamat.
Dukhan merupakan kabut atau asap tebal yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu peristiwa yang berkaitan dengan akhir zaman. Kemunculannya dijelaskan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 10–11.
Allah SWT berfirman:
"Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih."
Ayat tersebut menggambarkan kabut yang menyelimuti manusia sebagai azab yang pedih. Dukhan menjadi salah satu tanda yang dibahas dalam penjelasan mengenai peristiwa menjelang Kiamat.
Allah SWT menegaskan bahwa pengetahuan mengenai waktu terjadinya Kiamat hanya berada di sisi-Nya. Ketetapan tersebut dijelaskan dalam Surah Al-A'raf ayat 187.
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, 'Kapan terjadi?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'"
Ayat tersebut menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan Kiamat akan terjadi, termasuk Rasulullah SAW.
Kiamat akan datang secara tiba-tiba sesuai ketetapan Allah SWT, sehingga manusia hendaknya tidak lalai dalam menjalankan kewajibannya.
Tanda-tanda besar Hari Kiamat dalam Islam mencakup berbagai peristiwa, mulai dari munculnya Dajjal dan Imam Mahdi hingga keluarnya Ya’juj dan Ma’juj serta kemunculan Dukhan.
Al-Qur’an dan hadis memberikan gambaran mengenai sejumlah peristiwa tersebut, sementara waktu pasti terjadinya Kiamat tetap menjadi rahasia Allah SWT.
Memahami tanda-tanda akhir zaman hendaknya mendorong umat Islam untuk memperkuat iman, memperbaiki amal, dan menjalankan kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.