Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda-Tanda Kiamat Kecil dalam Islam, dari Wafatnya Ulama hingga Menyebarnya Fitnah

Kompas.com, 16 Oktober 2026, 19:54 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Hari Kiamat merupakan bagian dari rukun iman yang wajib diyakini setiap Muslim, dengan sejumlah tanda kecil yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Tanda-tanda kiamat kecil atau ash-shughra dapat berupa perubahan kehidupan sosial dan perilaku manusia yang menjadi pengingat untuk memperkuat iman serta memperbaiki amal.

Berbeda dengan tanda kiamat besar yang berupa peristiwa luar biasa menjelang akhir zaman, tanda-tanda kecil dapat muncul secara bertahap dalam kehidupan manusia.

Baca juga: Tanda-tanda Besar Hari Kiamat dalam Islam, dari Kemunculan Dajjal hingga Dukhan

Memahami tanda-tanda tersebut tidak hanya membantu mengenali gambaran akhir zaman dalam ajaran Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri.

8 Tanda-Tanda Kiamat Kecil dalam Islam

Dilansir dari Antara, berikut delapan tanda kiamat kecil yang dijelaskan dalam naskah ini berdasarkan ayat Al-Qur’an dan hadis yang dicantumkan.

Baca juga: Mengenal Dukhan, Kemunculan Asap yang Disebut sebagai Tanda Besar Hari Kiamat

1. Meningkatnya Kebodohan dan Wafatnya Ulama

Wafatnya para ulama menjadi salah satu tanda kiamat kecil karena dapat menyebabkan berkurangnya ilmu agama di tengah masyarakat. Ketika ulama yang memiliki pemahaman mendalam tentang agama semakin sedikit, masyarakat berisiko mengikuti pendapat orang yang tidak memiliki pengetahuan memadai.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama. Hingga jika sudah tidak ada lagi orang alim, manusia akan mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Mereka ditanya, lalu memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.”

Hadis tersebut menjelaskan bahwa hilangnya ilmu agama berkaitan dengan wafatnya para ulama. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan mempelajari ilmu agama dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

2. Maraknya Praktik Riba

Meluasnya praktik riba juga disebut dalam hadis sebagai salah satu gambaran keadaan menjelang akhir zaman. Bahkan, orang yang tidak terlibat secara langsung dalam praktik tersebut disebut tetap dapat terkena dampaknya.

Dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَأْكُلُونَ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِ

Artinya: “Akan datang suatu masa kepada manusia, di mana semua orang memakan riba. Siapa pun yang tidak langsung memakannya, tetap akan terkena debunya.”

Hadis tersebut menggambarkan meluasnya praktik riba hingga sulit dihindari. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ajaran ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperhatikan prinsip-prinsip syariat dalam urusan ekonomi dan transaksi.

3. Kematian sebagai Kiamat Pribadi

Kematian merupakan kepastian bagi setiap makhluk hidup dan menandai berakhirnya kehidupan seseorang di dunia. Dalam pengertian yang lebih luas, kematian kerap disebut sebagai kiamat kecil atau kiamat sugra bagi individu karena menjadi awal perjalanan menuju kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُون

Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap makhluk hidup akan mengalami kematian dan kembali kepada Allah SWT. Kesadaran akan kepastian ini dapat menjadi pengingat untuk memanfaatkan kehidupan dengan memperbanyak amal kebaikan.

4. Perilaku Menyerupai Lawan Jenis

Naskah sumber mencantumkan perilaku laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya sebagai salah satu tanda kiamat kecil. Gambaran tersebut berkaitan dengan penampilan, sikap, dan perilaku yang menjadi perhatian dalam pembahasan tanda-tanda akhir zaman.

Dalam memahami pembahasan ini, konteks dalil dan penjelasan ulama perlu diperhatikan agar tidak menyimpulkan keadaan seseorang hanya berdasarkan penampilan atau identitasnya.

5. Terjadinya Gempa Bumi di Berbagai Tempat

Gempa bumi yang semakin sering terjadi disebut dalam pembahasan tanda-tanda kecil Kiamat. Peristiwa ini digambarkan sebagai bagian dari berbagai perubahan yang akan dialami manusia menjelang akhir zaman.

Selain gempa bumi, naskah sumber juga mengaitkan periode tersebut dengan waktu yang terasa semakin singkat dan munculnya berbagai fitnah di tengah masyarakat.

6. Dicabutnya Ilmu Agama

Hilangnya ilmu agama berkaitan erat dengan wafatnya para ulama dan berkurangnya orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran Islam. Ketika tidak ada penerus yang mampu menjaga dan mengajarkan ilmu tersebut, masyarakat berisiko kehilangan panduan dalam memahami agama.

Pembahasan mengenai dicabutnya ilmu ini berdekatan dengan tanda pertama, yakni wafatnya ulama. Keduanya menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ilmu agama agar pemahaman masyarakat tidak bergantung pada pendapat orang yang tidak memiliki keahlian.

7. Manusia Lebih Mementingkan Kehidupan Dunia

Tanda lainnya adalah kecenderungan sebagian manusia untuk lebih mengutamakan kekayaan dan kepentingan duniawi daripada nilai-nilai agama. Dalam keadaan tersebut, upaya memperoleh harta dapat mengesampingkan pertimbangan mengenai halal dan haram.

Praktik riba yang dianggap biasa juga menjadi bagian dari gambaran tersebut. Karena itu, umat Islam diingatkan untuk tetap memperhatikan ketentuan agama dalam mencari rezeki dan menjalani kehidupan.

8. Meluasnya Fitnah di Tengah Masyarakat

Fitnah atau al-fitan dalam bahasa Arab merujuk pada ujian, cobaan, atau keadaan yang dapat menimbulkan kerusakan dan kekacauan.

Dalam pembahasan akhir zaman, fitnah digambarkan sebagai keadaan yang menyulitkan manusia membedakan kebenaran dan kebatilan.

Fitnah dapat berkaitan dengan kekufuran, pembunuhan, konflik, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar berhati-hati dalam menerima informasi, menjaga keimanan, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan.

Kapan Hari Kiamat Terjadi Menurut Islam?

Waktu terjadinya Hari Kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT dan tidak dapat dipastikan oleh manusia. Ketetapan ini dijelaskan dalam Surah Al-A'raf ayat 187.

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, 'Kapan terjadi?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'"

Ayat tersebut menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu pasti terjadinya Kiamat, termasuk Rasulullah SAW.

Kiamat akan datang secara tiba-tiba sesuai ketetapan Allah SWT, sehingga manusia hendaknya tidak lalai dalam menjalankan kewajiban agama dan mempersiapkan kehidupan akhirat.

Penutup

Tanda-tanda kiamat kecil dalam Islam mencakup berbagai keadaan, mulai dari wafatnya ulama dan meluasnya praktik riba hingga munculnya fitnah di tengah masyarakat.

Al-Qur’an dan hadis mengingatkan umat Islam bahwa kehidupan dunia tidak berlangsung selamanya, sementara waktu pasti terjadinya Kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT.

Memahami tanda-tanda tersebut hendaknya menjadi dorongan untuk memperkuat iman, menjaga perilaku, dan memperbanyak amal kebaikan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Perbedaan Tilawah dan Tadarus Al-Quran, Mana yang Lebih Baik Dilakukan Rutin?
Perbedaan Tilawah dan Tadarus Al-Quran, Mana yang Lebih Baik Dilakukan Rutin?
Aktual
Jimat dalam Hukum Islam: Pengertian, Jenis, dan Dalil Larangannya
Jimat dalam Hukum Islam: Pengertian, Jenis, dan Dalil Larangannya
Aktual
15 Model Gamis Remaja Simple tapi Elegan, Cocok untuk Berbagai Acara
15 Model Gamis Remaja Simple tapi Elegan, Cocok untuk Berbagai Acara
Aktual
2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya untuk Berdoa
2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya untuk Berdoa
Doa dan Niat
Benarkah Shalat Peminum Alkohol Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasannya
Benarkah Shalat Peminum Alkohol Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasannya
Aktual
Tanda-Tanda Kiamat Kecil dalam Islam, dari Wafatnya Ulama hingga Menyebarnya Fitnah
Tanda-Tanda Kiamat Kecil dalam Islam, dari Wafatnya Ulama hingga Menyebarnya Fitnah
Aktual
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat dalam Islam, dari Kemunculan Dajjal hingga Dukhan
Tanda-tanda Besar Hari Kiamat dalam Islam, dari Kemunculan Dajjal hingga Dukhan
Aktual
 Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami, Sahabat yang Minta Menemani Nabi di Surga
Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami, Sahabat yang Minta Menemani Nabi di Surga
Aktual
Doa Baik untuk Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya, Apa Keutamaannya?
Doa Baik untuk Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya, Apa Keutamaannya?
Doa dan Niat
Doa Tawasul dalam Islam: Bacaan, Arti, Tata Cara, dan Hukumnya
Doa Tawasul dalam Islam: Bacaan, Arti, Tata Cara, dan Hukumnya
Doa dan Niat
Doa Sebelum Masuk Ruang Operasi agar Diberi Kelancaran dan Keselamatan
Doa Sebelum Masuk Ruang Operasi agar Diberi Kelancaran dan Keselamatan
Aktual
Sudah Memberi Hadiah, Bolehkah Berubah Pikiran dan Memintanya Kembali?
Sudah Memberi Hadiah, Bolehkah Berubah Pikiran dan Memintanya Kembali?
Aktual
Sudah Bernazar tetapi Belum Ditunaikan, Apa yang Harus Dilakukan?
Sudah Bernazar tetapi Belum Ditunaikan, Apa yang Harus Dilakukan?
Aktual
Menegur Tanpa Merendahkan, Ini Adab Menasihati dalam Islam
Menegur Tanpa Merendahkan, Ini Adab Menasihati dalam Islam
Aktual
Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran hingga 2 November 2026
Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran hingga 2 November 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar