Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

495.251 Siswa Ikuti Asesmen Nasional dan TKA Madrasah Hari Ini, Simak Jadwalnya

Kompas.com, 26 Oktober 2026, 06:27 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 495.251 siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) terdaftar mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun pelajaran 2026/2027.

Pelaksanaannya dimulai hari ini, Senin (26/10/2026), dan berlangsung bertahap hingga 8 November 2026.

Direktur Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah Kementerian Agama, Nyayu Khadijah, meminta madrasah memastikan kesiapan sarana dan pendampingan agar peserta dapat menjalani asesmen dengan lancar.

“Pastikan perangkat dan jaringan berfungsi dengan baik, petugas memahami tugasnya, dan siswa mengetahui jadwal serta prosedur yang harus diikuti. Kita ingin anak-anak mengikuti asesmen dengan tenang, percaya diri, dan jujur,” ujar Nyayu dalam rilisnya, Senin  (26/10/2026).

Baca juga: Doa Sebelum TKA agar Dimudahkan dan Diberi Ketenangan, Arab, Latin, dan Artinya

Berdasarkan data pendaftaran Kemenag, peserta terdiri atas 495.095 siswa MA dan 156 siswa MAK. Mereka berasal dari 9.798 satuan pendidikan, yakni 9.793 MA dan lima MAK.

Jumlah pendaftar pada jenjang MA mencapai 95,64 persen dari 517.650 calon peserta. Sementara itu, pada jenjang MAK, sebanyak 99,36 persen dari 157 calon peserta telah terdaftar.

Dampingi siswa tanpa menambah tekanan

Nyayu mengingatkan bahwa kesiapan menghadapi asesmen juga perlu didukung oleh guru dan orangtua. Pendampingan diharapkan membantu siswa mempersiapkan diri secara wajar.

“Dampingi siswa untuk mempersiapkan diri secara wajar, menjaga kesehatan, dan beristirahat cukup. Berikan dukungan agar mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan mengandalkan kemampuan sendiri,” tuturnya.

Selain mendampingi peserta, madrasah diminta mengidentifikasi kemungkinan gangguan teknis dan segera berkoordinasi dengan penyelenggara terkait.

Sebanyak 9.681 MA tercatat melaksanakan AN-TKA secara mandiri. Adapun pendataan infrastruktur telah mencakup 9.816 MA, dengan 4.465 di antaranya berstatus terverifikasi.

Baca juga: Doa Orangtua untuk Anak yang Menghadapi TKA, Beserta Artinya

Pada jenjang MAK, lima satuan pendidikan telah masuk pendataan infrastruktur dan empat di antaranya terverifikasi.

“Madrasah perlu memastikan setiap kendala teknis segera dipetakan dan dikoordinasikan dengan penyelenggara terkait. Kesiapan layanan harus menjadi perhatian agar peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan baik,” kata Nyayu.

Jadwal AN dan TKA madrasah 2026

Pelaksanaan asesmen terbagi dalam gelombang reguler dan gelombang khusus, dengan jadwal sebagai berikut:

• 26–29 Oktober 2026: gelombang reguler pertama.
• 31 Oktober–1 November 2026: gelombang khusus mata pelajaran wajib.
• 2–5 November 2026: gelombang reguler kedua.
• 7–8 November 2026: gelombang khusus mata pelajaran pilihan.

Materi dalam rangkaian pelaksanaan mencakup Bahasa Indonesia wajib dan literasi, Bahasa Inggris wajib, Matematika wajib dan numerasi, serta dua mata pelajaran pilihan.

Peserta juga mengikuti rangkaian Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

AN dan TKA memiliki fungsi berbeda

Nyayu menekankan pentingnya memahami perbedaan tujuan AN dan TKA agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara tepat.

“AN memberikan gambaran mutu pembelajaran dan lingkungan belajar di madrasah, sedangkan TKA memberikan informasi capaian akademik individu siswa. Hasilnya perlu dimanfaatkan untuk mengenali bagian yang sudah baik dan bagian yang masih membutuhkan perbaikan,” jelasnya.

AN menggunakan tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Hasilnya digunakan untuk mengevaluasi mutu pendidikan, bukan menentukan kelulusan siswa.

Sementara itu, TKA mengukur capaian akademik setiap siswa secara terstandar.

Hasil TKA dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan, termasuk jalur prestasi.

Selain itu, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki pembelajaran dan mendukung penjaminan mutu pendidikan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar