Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Akhir, Siapa Saja?

Kompas.com, 25 Oktober 2026, 15:07 WIB
Reni Susanti

Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Khaidir Sulaiman, mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan kehidupan akhirat melalui ketaatan dan kepedulian kepada sesama.

Ia menjelaskan tujuh golongan yang mendapat naungan Allah SWT pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Dikutip dari laman Muhammadiyah, Minggu (25/10/2026), Khaidir mengungkapkan, kesempatan memperoleh perlindungan tersebut berkaitan dengan perilaku manusia selama hidup, mulai dari menjalankan kepemimpinan secara adil hingga menjaga keikhlasan dalam beribadah.

Baca juga: Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah

Menurutnya, mengingat hari akhir perlu mendorong perubahan dalam keseharian.

Kesadaran itu harus tercermin dalam pelaksanaan kewajiban agama, penggunaan harta, dan hubungan dengan orang lain.

Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah

Merujuk hadis tentang tujuh golongan yang memperoleh naungan Allah, Khaidir menguraikan bentuk-bentuk ketaatan yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam.

1. Pemimpin yang adil

Khaidir menjelaskan, pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan keadilan melalui keputusan, kebijakan, dan perlakuannya terhadap masyarakat.

Mengutip penjelasan Imam Nawawi, ia menyebut keadilan tersebut mencakup urusan pribadi, keluarga, dan rakyat yang dipimpin.

Kepemimpinan yang adil dapat membawa kebaikan bagi masyarakat. Sebaliknya, tindakan zalim berpotensi menimbulkan keresahan dan kesulitan dalam kehidupan bersama.

2. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan

Golongan berikutnya adalah pemuda yang tumbuh dengan beribadah kepada Allah.

Menurut Khaidir, masa muda menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan taat. Ibadah perlu menjadi arah kehidupan yang dijaga hingga seseorang memasuki usia dewasa.

Baca juga: Hukum Sedekah dari Uang Korupsi dalam Islam, Benarkah Bisa Menghapus Dosa?

3. Orang yang hatinya terpaut pada masjid

Khaidir menerangkan bahwa golongan ini memiliki kedekatan hati dengan masjid dan menjadikannya bagian penting dalam kehidupan keagamaan.

Keterikatan tersebut menunjukkan perhatian seseorang terhadap ibadah dan kegiatan yang mendekatkannya kepada Allah.

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah

Hubungan yang berlandaskan keimanan juga menjadi bagian dari tujuh golongan tersebut.

Khaidir menjelaskan, kecintaan karena Allah diwujudkan melalui kebersamaan dalam kebaikan dan kegiatan yang bermanfaat.

5. Orang yang menolak ajakan maksiat

Golongan kelima adalah orang yang mampu menjaga diri ketika mendapat ajakan berbuat maksiat dari seseorang yang memiliki kecantikan dan kedudukan.

Menurut Khaidir, rasa takut kepada Allah menjadi dasar untuk menolak godaan tersebut.

Keteguhan itu menunjukkan kemampuan seseorang mendahulukan ketaatan meskipun memiliki kesempatan melakukan pelanggaran.

6. Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi

Khaidir menekankan pentingnya keikhlasan dalam menggunakan harta untuk kebaikan.

Dalam penjelasannya tentang sedekah, ia mengajak umat Islam membantu orang yang membutuhkan, memperhatikan keluarga dan lingkungan, serta mendukung kegiatan dakwah.

Harta yang dimiliki dapat menjadi sarana untuk memperluas manfaat bagi orang lain.

7. Orang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga menangis

Golongan terakhir adalah orang yang berzikir kepada Allah ketika sendiri hingga meneteskan air mata.

Khaidir menggambarkan penghayatan tersebut melalui seseorang yang bangun pada malam hari, menunaikan salat tahajud, dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

Jangan biarkan pekerjaan melalaikan salat Jumat

Selain menjelaskan tujuh golongan tersebut, Khaidir menyoroti kebiasaan menunda keberangkatan ke masjid untuk sholat Jumat.

Ia mengutip Surah Al-Jumu’ah ayat 9 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk memenuhi panggilan salat Jumat dan meninggalkan jual beli.

Menurutnya, sebagian orang masih datang ketika khatib sudah berada di mimbar, meskipun memiliki kesempatan untuk berangkat lebih awal.

Ia juga menyinggung pengaturan waktu istirahat di sejumlah tempat kerja yang memungkinkan pekerja menunaikan kewajiban tersebut.

“Kalau kita tidak keluar menuju masjid, itu menandakan kita termasuk orang-orang yang lalai,” ujarnya.

Khaidir mengajak umat Islam yang masih mengabaikan panggilan tersebut untuk memohon ampun dan memperbaiki kebiasaan.

Pertobatan, menurutnya, perlu disertai kesungguhan agar kelalaian yang sama tidak terus berulang.

Ia turut menyoroti perbedaan sikap sebagian orang dalam menghadapi tuntutan pekerjaan dan kewajiban ibadah. Kekhawatiran terhadap sanksi dapat membuat seseorang berusaha datang tepat waktu ke kantor, tetapi perhatian serupa belum tentu diberikan ketika tiba waktu beribadah.

Khaidir menegaskan, pekerjaan dan penghasilan tetap dibutuhkan untuk menjalani kehidupan.

Namun, keduanya perlu menjadi penunjang ibadah, bukan alasan untuk mengesampingkan kewajiban kepada Allah.

Melalui pesan tersebut, ia mengajak umat Islam mempersiapkan akhirat dengan langkah nyata: menjaga ibadah, menjalankan tanggung jawab secara adil, membantu sesama, dan memelihara keikhlasan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar