Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 11:07 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Menjadi anak muda terkadang berhadapan dengan pilihan sulit, apakah mengikuti arus lingkungan agar diterima atau mempertahankan prinsip meski harus berbeda.

Peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober dapat menjadi momentum untuk merenungkan keberanian mengambil sikap tersebut. Bagi pemuda Muslim, salah satu kisah yang dapat menjadi bahan refleksi adalah Ashabul Kahfi dalam Al-Quran.

Kisah para pemuda penghuni gua ini memperlihatkan keteguhan iman, kebersamaan, serta kesediaan memohon petunjuk Allah ketika menghadapi keadaan sulit.

Baca juga: 40 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 Bernuansa Islami, Cocok Dibagikan di Medsos

Konteks kehidupan mereka tentu berbeda dari tantangan pemuda Indonesia hari ini.

Namun, keteguhan mereka dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan prinsip, lingkungan pertemanan, dan tanggung jawab atas pilihan sendiri.

Pemuda beriman dalam Al-Quran

Al-Quran menyebut Ashabul Kahfi sebagai pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka. Allah berfirman dalam Surah Al-Kahf ayat 13:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ

Naḥnu naquṣṣu ‘alaika naba’ahum bil-ḥaqq, innahum fityatun āmanū birabbihim wa zidnāhum hudā.

Artinya, “Kami menceritakan kepadamu (Nabi Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami menambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS Al-Kahf: 13).

Ayat berikutnya menceritakan bahwa Allah meneguhkan hati mereka ketika menyatakan keyakinan kepada Tuhan langit dan bumi serta menolak menyembah selain-Nya.

Baca juga: Teks Doa Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Lengkap dengan Doa Ashabul Kahfi

Sebagai bahan refleksi, kisah tersebut mengajak pembaca melihat masa muda sebagai masa membangun pendirian. Keinginan untuk diterima lingkungan perlu berjalan bersama kemampuan mempertimbangkan baik dan buruk suatu tindakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, tantangan itu dapat muncul ketika seseorang diajak menyontek, merundung teman, atau menyebarkan konten yang mempermalukan orang lain.

Menolak ajakan semacam itu mungkin terasa tidak nyaman. Namun, keberanian menjaga prinsip dapat dimulai dari keputusan sederhana untuk tidak ikut melakukan tindakan yang merugikan.

Pertemanan yang saling menguatkan

Ashabul Kahfi menghadapi keadaan sulit sebagai sebuah kelompok. Mereka berlindung ke dalam gua dan memohon rahmat serta petunjuk Allah, sebagaimana diceritakan dalam Surah Al-Kahf ayat 10.

Kebersamaan tersebut dapat menjadi bahan renungan mengenai lingkungan pertemanan yang dibangun anak muda.

Apakah pertemanan memberi ruang untuk mengatakan tidak? Apakah anggotanya dapat saling mengingatkan tanpa menghina? Apakah seseorang tetap dihargai ketika menolak tindakan yang bertentangan dengan prinsipnya?

Pertanyaan-pertanyaan ini membantu menilai kualitas hubungan, baik di sekolah, kampus, organisasi, maupun ruang digital.

Lingkungan yang mendukung kebaikan juga dapat dibangun melalui kegiatan bersama, seperti belajar, menjadi relawan, membantu tetangga, atau mendampingi teman yang mengalami kesulitan.

Memohon petunjuk saat menghadapi pilihan

Dikutip dari laman Kementerian Agama, ketika berlindung ke dalam gua, para pemuda itu berdoa:

رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

Rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi’ lanā min amrinā rasyadā.

Artinya, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.” (Penggalan QS Al-Kahf: 10).

Doa ini dapat dibaca ketika memohon rahmat dan petunjuk Allah dalam menghadapi berbagai urusan.

Bagi anak muda, keputusan tentang pendidikan, pekerjaan, maupun pergaulan sering disertai ketidakpastian. Memohon petunjuk dapat berjalan bersama ikhtiar mencari informasi, belajar, dan meminta nasihat kepada orang yang tepercaya.

Keteguhan prinsip juga memerlukan kesediaan mendengar dan memperbaiki keputusan ketika menemukan kekeliruan.

Menjaga prinsip, menghargai perbedaan

Menghubungkan kisah Ashabul Kahfi dengan Sumpah Pemuda merupakan refleksi atas nilai keteguhan dan kebersamaan, bukan penyamaan dua peristiwa yang berbeda konteks.

Pengalaman mereka menghadapi ancaman terhadap keyakinan tidak dapat begitu saja disamakan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.

Surah Al-Kahf ayat 20 menggambarkan kekhawatiran mereka akan kekerasan dan pemaksaan untuk kembali kepada agama kaumnya.

Dalam kehidupan pemuda Indonesia, menjaga prinsip dapat diwujudkan bersama penghormatan terhadap hak orang lain untuk memiliki keyakinan berbeda.

Kerja sama tetap dapat dibangun melalui kepentingan bersama, seperti pendidikan, kepedulian sosial, dan pemeliharaan lingkungan.

Pada momentum Sumpah Pemuda, refleksi atas Ashabul Kahfi dapat dimulai dari pertanyaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, apakah prinsip apa yang ingin dijaga, siapa yang membantu kita bertumbuh, dan kebaikan apa yang bisa dikerjakan bersama?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?
Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?
Aktual
5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup
5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup
Aktual
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Aktual
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Aktual
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Aktual
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Aktual
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
Aktual
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Aktual
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Aktual
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
Aktual
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Aktual
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Aktual
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Aktual
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar