Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 07:31 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) mengembangkan kosakata isyarat untuk istilah keislaman serta menyiapkan pelatihan bagi petugas layanan keagamaan guna mempermudah akses teman Tuli terhadap pembelajaran agama dan pendampingan keluarga.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) dan program Ruang Inklusif dan Setara (RISE).

“Kami sudah launching KOSMIN, Kosakata Isyarat Keislaman, yang sedang kita susun untuk membantu teman-teman kita yang istimewa itu bisa memahami agama Islam, agama yang mereka anut itu, dengan cara yang lebih baik,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad dikutip dari laman Kemenag, Selasa (27/10/2026).

Baca juga: Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik

Abu mengatakan, perluasan akses keagamaan juga perlu diikuti peningkatan kemampuan petugas agar dapat berkomunikasi dan memberikan pelayanan secara lebih inklusif.

Isyarat untuk istilah iman, akhirat, dan fikih

Menurut Abu, sejumlah istilah dalam ajaran Islam, seperti iman, akhirat, dan fikih, membutuhkan padanan isyarat yang disepakati bersama oleh komunitas Tuli.

Pengembangan KOSMIN diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan komunikasi dalam pembelajaran dan pembinaan keagamaan.

“Dengan adanya ini, akan ada kesepakatan di antara mereka isyarat apa yang paling tepat untuk bisa mendapatkan pengganti kosakata-kosakata keislaman,” jelasnya.

Selain mengembangkan kosakata isyarat, Kemenag telah menghadirkan eksibisi cabang bagi peserta Tuli dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan.

Baca juga: Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik untuk Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

RISE melibatkan komunitas Tuli

Untuk memperkuat layanan keagamaan yang aksesibel, Ditjen Bimas Islam menyiapkan program RISE dalam rangkaian The Wonder of Harmony 2026.

Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pendakwah, penyuluh agama, dan konselor keluarga dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas.

Pelaksanaannya berkolaborasi dengan Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI), dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai penggerak sekaligus sumber pengetahuan mengenai kebutuhan komunitasnya.

Peserta akan dibekali keterampilan komunikasi yang aksesibel, pemahaman mengenai kebutuhan keluarga penyandang disabilitas, serta pendekatan pendampingan yang empatik dan setara.

Penguatan kapasitas tersebut dibagi menjadi dua kegiatan, yakni Pendakwah Inklusif bagi penyuluh agama dan penggerak dakwah, serta Konselor Keluarga Inklusif bagi tenaga konseling keluarga.

“Nah, yang terkait dengan RISE ini memang kita berharap ada cukup banyak orang yang bisa menggunakan bahasa isyarat, terutama dari kalangan para penyuluh agama dan penghulu,” ungkap Abu.

Kemampuan tersebut diharapkan membantu petugas memberikan pelayanan langsung kepada teman Tuli, mulai dari pembelajaran agama, pembinaan keluarga, hingga kegiatan di lingkungan masjid.

Kemampuan bahasa isyarat petugas masih terbatas

Abu mengakui, jumlah penyuluh agama dan penghulu yang menguasai bahasa isyarat masih terbatas.

Meski demikian, sejumlah daerah mulai mengembangkan kerja sama dengan komunitas setempat, termasuk di Kota Malang. Kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki pusat kajian terkait disabilitas juga mulai dilakukan, antara lain di Surabaya.

Kemenag berharap inisiatif tersebut dapat berkembang agar layanan keagamaan yang aksesibel semakin menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

“Secara bertahap kami berharap makin banyak teman-teman Tuli yang mendapatkan manfaat dari ini. Terutama kita mendorong agar para penyuluh agama dan juga para penghulu makin banyak yang menguasai bahasa isyarat ini,” katanya.

Abu juga berencana mendorong lebih banyak petugas layanan keagamaan mengikuti pelatihan atau kursus bahasa isyarat.

Dengan demikian, peningkatan kemampuan komunikasi dapat menjadi bagian dari penguatan kapasitas petugas secara berkelanjutan.

“Saya kira ini inisiatif kecil yang saya berharap bisa memberikan dampak yang nyata bagi kawan-kawan kita. Tentu dengan segala keterbatasan kami akan terus mendorongnya sebesar-besarnya,” ujarnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Aktual
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Aktual
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
Aktual
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Aktual
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Aktual
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
Aktual
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Aktual
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Aktual
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Aktual
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Aktual
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Singkat untuk Madrasah
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Singkat untuk Madrasah
Aktual
Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik untuk Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik untuk Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar