Editor
KOMPAS.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyatakan bahwa profesi sebagai ahli halal atau halal expert dapat menjadi pilihan karier yang menjanjikan di masa depan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan di tingkat nasional dan global.
Dalam keterangannya di Jakarta, pada Jumat, Haikal mengungkapkan bahwa masyarakat, khususnya individu yang bergabung dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), perlu meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan kompetensi mereka untuk menjadi ahli di industri halal.
“Pertajam pengetahuan halal, perdalam pemahaman halal, dan perbanyak pengalaman halal. Niscaya, saya jamin, nantinya akan menjadi orang yang sangat berharga di masa depan,” kata Haikal.
Baca juga: Menag Doakan Affan Kurniawan sebagai Syuhada, Sampaikan Duka Mendalam
Ia menambahkan bahwa kemampuan ini akan menjadikan para auditor halal, penyelia halal, pendamping halal, hingga juru sembelih halal (juleha) sebagai sumber daya manusia yang sangat bernilai.
“Profesi halal expert memiliki nilai lebih tinggi daripada banyak bidang lainnya. Bahkan di luar negeri, gajinya bisa melampaui seorang dokter. Kenapa? Karena halal expert tidak mengenal batas usia,” ujarnya.
Lebih jauh, Haikal mengajak masyarakat yang berminat untuk memperluas kemampuan mereka dengan menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, guna meraih peluang kerja yang lebih luas di luar negeri.
“Jika dapat mendalami serta menguasai Bahasa Inggris, peluang kerjanya sangat besar, akan menjadi tenaga yang sangat diminati, karena dunia benar-benar membutuhkan halal expert,” tambahnya.
Haikal juga menekankan bahwa profesi halal expert tidak terbatas pada satu bidang saja, melainkan mencakup berbagai peran penting dalam ekosistem halal.
Potensi ini semakin meningkat menyusul upaya diplomasi halal Indonesia yang baru saja dilakukan oleh BPJPH ke beberapa negara sahabat.
Baca juga: MUI Imbau Aparat Tidak Berlebihan Saat Amankan Unjuk Rasa
“Kami baru saja dari Kedutaan Peru atas amanah Presiden. Apa yang mereka minta? Halal expert. Argentina juga minta, Meksiko juga minta, Hong Kong minta, China minta, dan mereka tidak punya,” ungkapnya.
Selanjutnya, Haikal mengajak masyarakat dan lembaga pemeriksa halal untuk tidak hanya mengembangkan diri, tetapi juga melibatkan keluarga dan generasi muda dalam membangun ekosistem halal nasional.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.