Editor
KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mengunjungi Masjid Soeharto atau Masjid Istiklal di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, di sela kunjungan kerja resminya pada Minggu (11/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangkaian pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina yang membahas penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.
Di tengah agenda diplomasi pertahanan, langkah Menhan RI menuju Masjid Soeharto menjadi simbol kuat kesinambungan hubungan historis Indonesia–Bosnia dan Herzegovina.
Baca juga: Ekoteologi Islam dan Tanggung Jawab Manusia atas Alam
Masjid yang berdiri megah di jantung Sarajevo itu menyimpan jejak solidaritas kemanusiaan Indonesia bagi rakyat Bosnia pascakonflik Balkan pada dekade 1990-an.
Masjid Soeharto dibangun atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Bosnia yang saat itu tengah bangkit dari luka perang.
Kehadiran masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga penanda komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dan pemulihan pascakonflik.
Secara historis, masjid ini memiliki keterkaitan erat dengan peran Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto.
Pada masa kepemimpinannya, Indonesia aktif terlibat dalam diplomasi perdamaian Bosnia dan Herzegovina, baik melalui jalur kemanusiaan, diplomasi bilateral, maupun kerja sama multilateral di tingkat internasional.
Baca juga: Jelang Peresmian RDMP Balikpapan, Pertamina Mohon Doa Anak Yatim dan Difabel
Kunjungan Menhan RI ke Masjid Soeharto menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina tidak hanya dibangun di atas kepentingan strategis pertahanan, tetapi juga dilandasi nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan persaudaraan antarbangsa.
Melalui momentum tersebut, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Bosnia dan Herzegovina di berbagai bidang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.