Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ke Mana Perginya Kiswah Lama Ka'bah Setelah Diganti?

Kompas.com, 3 Februari 2026, 13:41 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Banyak jamaah haji dan umrah menyimpan rasa penasaran ketika berdiri di depan Ka'bah, terutama saat menyadari kain hitam bersulam emas yang menyelubunginya akan diganti secara berkala.

Kain penutup Ka'bah yang dikenal sebagai Kiswah merupakan simbol sakral yang menutupi bangunan suci di pusat Masjidil Haram, yang dalam ajaran Islam disebut sebagai Baitullah atau Rumah Allah.

Arab Saudi secara rutin memperkenalkan Kiswah baru dalam sebuah tradisi keagamaan yang telah berlangsung sejak masa Nabi Muhammad.

Baca juga: Mengapa Pesawat Dilarang Terbang di Atas Kabah? Ini Alasannya

Kiswah baru tersebut dibuat dari 670 kilogram sutra hitam alami dan 150 kilogram benang berlapis emas serta perak.

Sebanyak 68 ayat Al Quran disulam menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat yang seluruhnya dijahit tangan oleh para pengrajin terampil dengan teknik bordir Islam tradisional.

Kain Kiswah memiliki luas sekitar 658 meter persegi, terdiri dari 47 panel sutra, dan memiliki berat lebih dari satu ton.

Seluruh proses pembuatan Kiswah dilakukan setiap tahun di King Abdulaziz Complex for the Manufacturing of the Kaaba’s Kiswa di Mekkah dengan estimasi biaya sekitar 4,5 juta dollar AS atau setara 17 juta riyal Saudi.

Penggantian Kiswah dilakukan melalui sebuah operasi terkoordinasi yang melibatkan lebih dari seratus teknisi khusus.

Proses pemasangan Kiswah menggunakan lift listrik dan perancah agar tidak ada satu pun bagian Ka'bah yang terbuka selama prosesi berlangsung.

Untuk melindungi Kiswah dari kerusakan selama puncak ibadah haji, bagian bawahnya ditutupi sementara dengan kain katun putih yang dikenal sebagai Ihram Ka'bah.

Kiswah lama kemudian dilepas dengan sangat hati-hati setelah Kiswah baru terpasang sepenuhnya.

Baca juga: Sholat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Ramadan 1447 H Resmi 10 Rakaat

Kain Kiswah Lama

Kain Kiswah yang telah dilepas tidak dibuang, melainkan dibersihkan dan dipotong menjadi sekitar 56 bagian.

Potongan Kiswah lama tersebut dibagikan berdasarkan arahan kerajaan kepada raja, kepala negara, duta besar asing, lembaga keagamaan terkemuka, museum, dan organisasi Islam internasional.

Sebagian bagian Kiswah lama lainnya disimpan di fasilitas konservasi pemerintah dan pusat arsip guna mencegah kerusakan akibat faktor usia.

Fragmen Kiswah dipandang sebagai simbol warisan spiritual dan budaya Islam, sehingga sering dipamerkan di institusi resmi dan pameran publik.

Baca juga: Insiden di Masjidil Haram, Petugas Keamanan Terluka Saat Gagalkan Upaya Melompat

Beberapa potongan Kiswah tertua yang masih bertahan hingga kini berasal dari era Mamluk dan Ottoman.

Salah satu contohnya adalah Kiswah tahun 1517 yang dipamerkan di Masjid Agung Bursa, Turki.

Fragmen Kiswah bersejarah lainnya tersimpan di museum-museum Islam di Kairo serta arsip-arsip di Turki.

Salah satu bagian Kiswah yang pernah diberikan sebagai hadiah diplomatik adalah tirai pintu Ka'bah yang dipamerkan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tirai tersebut merupakan hadiah dari Arab Saudi dan terbuat dari sutra putih murni yang diwarnai hitam serta disulam dengan ayat-ayat Al Quran menggunakan benang emas dan perak.

Kain tirai pintu Ka'bah tersebut dibuat secara manual oleh pengrajin profesional di bengkel khusus di kota Mekkah.

Tirai Kiswah yang dipamerkan di PBB dibingkai oleh kain hijau yang warnanya sama dengan bendera Arab Saudi dan menutupi hampir seluruh tinggi dinding.

Karya tersebut dipandang sebagai salah satu contoh seni dekoratif Islam yang sangat bernilai.

Kiswah tirai pintu Ka'bah itu diserahkan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Shaikh Faisal al-Hujaylan, pada 18 Januari 1983.

Penerimaan hadiah tersebut dilakukan atas nama PBB oleh Sekretaris Jenderal Javier Perez de Cuellar.

Arab Saudi, sebagai salah satu pendiri awal PBB, memberikan Kiswah tersebut sebagai bentuk penegasan komitmen terhadap prinsip-prinsip organisasi internasional tersebut.

Baca juga: Masjidil Haram Sediakan Layanan Tahalul Gratis di Pelataran

Perkembangan dari Masa ke Masa

Tradisi penutup Ka'bah telah berlangsung sejak awal Islam dan mengalami perkembangan dari masa ke masa.

Pada era Nabi Muhammad, Ka'bah ditutupi dengan kain buatan Yaman sebelum kemudian diproduksi di Mesir pada masa kekhalifahan dan dinasti Islam.

Sejak 1927, Arab Saudi mulai memproduksi Kiswah secara mandiri berdasarkan perintah Raja Abdulaziz.

Saat ini, King Abdulaziz Complex mempekerjakan ratusan pengrajin dan spesialis yang menangani seluruh proses pembuatan Kiswah dari awal hingga akhir.

Kiswah lama Ka'bah tidak pernah diperlakukan sebagai kain bekas, melainkan dijaga sebagai simbol kehormatan, sejarah, dan warisan spiritual umat Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar