Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026 Tinggal Hitungan Hari, Sudah Sejauh Mana Persiapan Kita?

Kompas.com, 16 Februari 2026, 05:00 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Baznas, Quran

KOMPAS.com - Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, ini adalah momen transformasi spiritual yang dirindukan setiap muslim di seluruh dunia.

Dengan perkiraan awal puasa yang tinggal beberapa hari lagi, sekarang saatnya bukan hanya menghitung hari, tetapi juga menyiapkan hati dan diri untuk menyambut rahmat yang luar biasa.

Ramadhan 1447 H: Kapan Dimulai?

Menurut kalender Hijriah dan prediksi hisab astronomi global, Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari 2026.

Baca juga: Durasi Puasa Ramadhan 2026 Terlama dan Tersingkat di Berbagai Negara, Ini Perkiraan Waktunya

Dalam kalender Umm al-Qura Arab Saudi, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026. 

Di Indonesia, meskipun tanggal yang paling sering muncul adalah 18–19 Februari 2026, keputusan resmi tetap bergantung pada sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama RI menjelang akhir bulan Syaban.

Proses ini menggabungkan hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat hilal (pengamatan bulan sabit pertama), yang menjadi sumber resmi penetapan awal Ramadhan bagi umat Islam di tanah air. 

Sementara Muhammadiyah sudah terlebih dahulu menetapkan awal 1 Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

Ramadhan: Lebih dari Sekadar “Puasa”

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, di mana umat Muslim wajib berpuasa dari fajar hingga maghrib, menahan lapar, haus, dan segala yang membatalkan puasa. Kewajiban ini disebut shaum, dan merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Namun Ramadhan bukan sekadar menahan diri dari makanan dan minuman. Bulan ini juga mengajak kita untuk:

  • Menjadi lebih disiplin dalam ibadah
  • Meningkatkan kesadaran spiritual dan introspeksi
  • Meningkatkan kasih sayang dan empati terhadap sesama

Ini alasan mengapa Ramadhan sering disebut momen untuk purifikasi jiwa dan pembinaan karakter, bukan sekadar disiplin fisik saja.

Mengapa Menyambut Ramadhan Itu Penting

Mempersiapkan Ramadhan bukan sekadar hitungan hari di kalender. Menjelang bulan suci, banyak Muslim mulai:

1. Mendekatkan Diri Secara Spiritual

Mulailah dengan niat yang kuat (niyyah) untuk memasuki Ramadhan dengan kesiapan batin. Koneksi dengan Allah bisa diperkuat melalui shalat sunnah, dzikir, dan pembacaan Al-Qur’an secara rutin — bukan hanya saat bulan puasa nanti.

2. Mengatur Tujuan Ibadah

Tetapkan target ibadah harian seperti jumlah juz Al-Qur’an yang ingin dibaca, atau prioritas untuk meningkatkan kualitas shalat tarawih dan tahajud.

Ketika hari mulai menghampiri Ramadhan, rutinitas semacam ini akan membuat ibadah lebih terarah.

3. Membiasakan Kebiasaan Baik

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi menahan diri dari perbuatan yang sia-sia. Misalnya dengan mengurangi ghibah (gosip), ucapan kasar, atau aktivitas yang tidak produktif — sehingga hati lebih siap menerima pahala.

Persiapan Mental & Emosional

Berpuasa bukan sekadar fisik, namun juga mental dan emosional. Menurut banyak panduan Ramadhan otoritatif, aspek ini sangat menentukan kualitas ibadah:

  • Latih tubuh dan pikiran untuk rutinitas baru, seperti bangun sahur lebih pagi dan memperbanyak doa sebelum fajar.
  • Redakan distraksi digital — batasi waktu media sosial dan aplikasi lain yang mengaburkan fokus spiritual.
  • Buat rutinitas harian yang sehat, termasuk tidur cukup dan konsumsi makanan bernutrisi sebelum puasa.

Ini bukan sekadar mempermudah tubuh, tapi juga mengatur pikiran untuk fokus saat beribadah.

Tips Praktis Menjelang Ramadhan

Supaya Ramadhan terasa lebih bermakna, berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan sejak bulan Syaban, satu bulan sebelum Ramadhan:

1. Puasa Sunnah di Bulan Syaban

Melakukan puasa sunnah di bulan Syaban dapat membantu tubuh beradaptasi dengan ritme puasa, sehingga saat Ramadhan tiba, tantangan fisiknya jauh lebih ringan.

2. Baca Al-Qur’an Secara Konsisten

Mulai dari satu juz per hari atau bahkan satu halaman per jam. Ini bukan sekadar target angka, tapi membangun kebiasaan baik yang berlanjut saat Ramadhan nanti.

3. Beri Amal & Sadaqah dari Sekarang

Ramadhan adalah bulan kebaikan dan pemberian. Jadi memulai dengan amal sedekah sebelum Ramadhan bahkan bisa mempersiapkan hati untuk lebih murah memberi dan berbagi.

4. Persiapkan Rencana Keluarga

Diskusikan jadwal ibadah bersama keluarga, termasuk kegiatan tarawih, jadwal belajar anak, hingga pembagian tugas saat sahur dan buka puasa. Ini akan membuat suasana Ramadhan terasa nyaman dan terstruktur.

Fisik & Kesehatan: Perhatian Juga Perlu

Walaupun fokus utama Ramadhan adalah spiritual, persiapan fisik tidak boleh diabaikan, terutama karena puasa tidak hanya soal tidak makan atau minum:

  • Atur pola makan dan hidrasi sebelum Ramadhan agar tubuh lebih kuat saat berpuasa.
  • Mulai latihan ringan seperti jalan pagi untuk menjaga stamina.
  • Cukup istirahat supaya tubuh siap beraktivitas sepanjang hari.

Dengan keseimbangan antara fisik dan batin, Ramadhan bisa dijalani dengan penuh energi dan ketenangan.

Ramadhan: Bulan Penuh Rahmat & Kebaikan

Ramadhan tidak hanya mengubah rutinitas harian, tetapi juga menyentuh jiwa, memurnikan niat, dan membuka ruang bagi kebiasaan baik yang lebih mendalam.

Baca juga: Kapan Sholat Tarawih Pertama Ramadhan 2026? Ini Jadwal dan Bacaan Niatnya

Saat kita memasuki bulan ini dengan persiapan yang matang —baik batin, mental, maupun fisik— maka bukan hanya lapar dan haus yang kita rasakan, tetapi juga rasa syukur, ketenangan, dan kedekatan yang lebih kuat dengan Allah.

Ramadhan 2026 tinggal hitungan hari sudah di depan mata. Mari sambut dengan hati yang bersih dan rencana ibadah yang matang. Insya Allah, keberkahan dan pahala Ramadhan akan terasa sepanjang hidup. Aamiin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar