Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocoran Tren Gamis Lebaran 2026: Ivory, Rompi Lepas, hingga Bahan Flowy yang Lagi Diburu!

Kompas.com, 18 Februari 2026, 15:03 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Menjelang musim Lebaran 2026, pencarian model gamis terbaru mulai ramai di media sosial dan marketplace. Tahun ini, tren mengarah pada tampilan yang *soft*, klasik, namun tetap memberi sentuhan mewah.

Kalau kamu sedang berburu gamis untuk Lebaran atau sekadar ingin update koleksi, berikut bocoran tren yang diprediksi bakal jadi favorit para Muslimah.

1. Warna Ivory & Pastel Jadi Primadona

Warna ivory (putih gading) disebut-sebut akan mendominasi tren 2026. Tone ini terlihat bersih, elegan, dan mudah dipadukan dengan hijab warna apa pun.

Baca juga: Mix & Match Warna Hijab dengan Gamis Tren Lebaran 2026, Biar OOTD Makin Stand Out!

Selain ivory, palet pastel seperti dusty pink, sage green, baby blue, dan lilac juga masih kuat bertahan. Warna-warna ini memberi kesan lembut, eksklusif, tapi tetap minimalis—cocok untuk silaturahmi siang hari.

Warna Ivory & Pastel Jadi Primadona.Ilustrasi dibuat AI Warna Ivory & Pastel Jadi Primadona.

2. Detail Rompi Lepas & Tangan Smoke yang Praktis

Salah satu model yang mulai viral di pusat grosir seperti Pasar Tasik Cideng adalah gamis dengan rompi lepas-pasang.

Rompi lepas-pasang

Memberi fleksibilitas dua gaya dalam satu outfit. Bisa tampil formal dengan rompi, atau lebih simpel tanpa rompi.

Tangan smoke & karet pergelangan

Detail ini bukan hanya estetis, tapi juga praktis saat berwudhu. Modelnya modern dan memberi aksen manis tanpa terlihat berlebihan.

Detail Rompi Lepas & Tangan Smoke yang PraktisIlustrasi dibuat AI Detail Rompi Lepas & Tangan Smoke yang Praktis

3. Material Premium yang Flowy & Adem

Kenyamanan jadi kunci utama tren 2026. Beberapa bahan yang paling diburu antara lain:

  • Ceruti Baby Doll: ringan, jatuh, dan memberi efek flowy.
  • Armani Silk: lebih halus dengan tampilan elegan.
  • Katun Royal: adem dan nyaman untuk dipakai seharian.

Untuk kesan mewah, banyak model terbaru menambahkan aksen bordir, payet di bagian dada, hingga kombinasi tile atau organza.

Material Premium yang Flowy & AdemIlustrasi dibuat AI Material Premium yang Flowy & Adem

4. Siluet A-Line & Jumbo Friendly

Potongan A-line tetap menjadi favorit karena memberi efek ramping dan jenjang. Model ini juga nyaman dipakai berbagai bentuk tubuh.

Baca juga: Gamis Lebaran 2026 Terbaru di Toko Online, Model Simple hingga Mewah Mulai Diburu

Kabar baiknya, banyak koleksi 2026 sudah menyediakan ukuran inklusif, mulai dari LD 100 cm hingga jumbo friendly LD 120 cm. Jadi makin banyak pilihan untuk semua bentuk tubuh.

Siluet A-Line & Jumbo FriendlyIlustrasi dibuat AI Siluet A-Line & Jumbo Friendly

Kisaran Harga Masih Ramah Kantong

Untuk gamis dengan detail kekinian dan bahan premium, kisaran harga diprediksi tetap kompetitif, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 300.000-an, tergantung detail dan kualitas bahan.

Minimalis atau Detail Mewah?

Tren 2026 memberi dua pilihan besar:

  • Gamis polos minimalis yang clean dan elegan
  • Gamis detail bordir dan payet untuk tampilan lebih glam

Baca juga: Tren Gamis Bini Orang Diburu Jelang Lebaran 2026, Elegan dan Modern

Keduanya sama-sama stylish, tinggal disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan acara.

Nah, kamu tim gamis minimalis atau tim full detail untuk Lebaran 2026 nanti?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar