Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prediksi Astronom Maroko: Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret

Kompas.com, 17 Maret 2026, 20:46 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang penghujung bulan suci Ramadan, perbedaan prediksi Hari Raya Idul Fitri kembali menjadi perhatian di berbagai belahan dunia.

Tahun 2026 tidak terkecuali. Di tengah beragam metode penentuan awal bulan hijriah, para astronom di Maroko justru mengarah pada satu kesimpulan, yaitu 1 Syawal 1447 H kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026.

Prediksi ini bukan sekadar asumsi, melainkan hasil analisis astronomi yang mempertimbangkan posisi bulan, visibilitas hilal, serta kondisi atmosfer saat pengamatan dilakukan.

Pengamatan Hilal di Maroko Diperkirakan Sulit

Menurut laporan Morocco World News, otoritas astronomi di Maroko menjadwalkan rukyat atau pengamatan hilal pada 19 Maret 2026.

Namun, peluang untuk melihat hilal pada hari tersebut dinilai sangat kecil, terutama jika hanya mengandalkan pengamatan dengan mata telanjang.

Astronom Maroko, Ibrahim Akhyam, menyatakan bahwa posisi bulan saat matahari terbenam masih terlalu rendah di ufuk barat.

Kondisi ini membuat cahaya bulan belum cukup terang untuk terdeteksi, terlebih jika dipengaruhi faktor atmosfer seperti kabut, polusi, atau awan tipis.

Dalam kajian astronomi modern, visibilitas hilal tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bulan di atas horizon, tetapi juga oleh sudut elongasi (jarak sudut antara bulan dan matahari) serta ketinggian bulan.

Jika parameter tersebut belum memenuhi batas minimal, maka hilal secara praktis mustahil terlihat.

Baca juga: Sidang Isbat Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal, Libur dan Cuti Bersama

Ramadan Berpotensi Digenapkan 30 Hari

Berdasarkan kondisi tersebut, Ibrahim Akhyam memprediksi bahwa bulan Ramadan di Maroko tahun ini akan berlangsung selama 30 hari. Artinya, Idul Fitri akan dirayakan pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi ini sejalan dengan pendekatan astronomi yang dikenal sebagai hisab imkan rukyat, yaitu perhitungan kemungkinan terlihatnya hilal berdasarkan parameter ilmiah.

Metode ini banyak digunakan oleh negara-negara Muslim untuk melengkapi rukyat (observasi langsung).

Dalam buku Astronomy and Calendars in the Islamic World karya Stephen P. Blake dijelaskan bahwa penentuan kalender hijriah modern merupakan kombinasi antara tradisi keagamaan dan kemajuan ilmu astronomi.

Perhitungan matematis menjadi alat penting untuk memprediksi posisi bulan secara akurat, bahkan sebelum pengamatan dilakukan.

Perbedaan Global: Faktor Geografis Jadi Penentu

Menariknya, tidak semua negara memiliki hasil prediksi yang sama. Sebagian wilayah lain, khususnya di belahan barat Bumi, masih membuka kemungkinan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026.

Perbedaan ini terjadi karena posisi geografis sangat memengaruhi waktu terbenam matahari dan sudut pandang terhadap bulan.

Wilayah yang lebih barat cenderung memiliki peluang lebih besar untuk melihat hilal lebih awal dibandingkan wilayah timur.

Dalam perspektif ilmiah, fenomena ini merupakan konsekuensi dari bentuk Bumi yang bulat serta orbit bulan yang dinamis.

Oleh karena itu, perbedaan awal bulan hijriah bukanlah hal baru, melainkan bagian dari sistem astronomi itu sendiri.

Hal ini juga dijelaskan dalam buku Islamic Astronomical Tables karya E.S. Kennedy, yang menegaskan bahwa perbedaan penentuan awal bulan telah terjadi sejak era klasik Islam, bahkan ketika metode hisab belum berkembang seperti sekarang.

Baca juga: Kapan Idul Fitri 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret

Sejalan dengan Prediksi Indonesia

Prediksi yang berkembang di Maroko ternyata memiliki kesamaan dengan hasil analisis di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sama-sama memperkirakan bahwa hilal pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria visibilitas.

Secara astronomis, ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada pagi hari, namun saat matahari terbenam, posisi hilal masih berada di bawah standar kriteria MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Jika kriteria ini tidak terpenuhi, maka secara teori hilal tidak mungkin terlihat, sehingga Ramadan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret.

Pemerintah Maroko Tetapkan Libur Lebih Panjang

Menariknya, pemerintah Maroko telah mengantisipasi potensi tersebut dengan menetapkan hari libur nasional pada Senin, 23 Maret 2026.

Kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk merayakan Idul Fitri lebih lama bersama keluarga.

Langkah ini juga mencerminkan bagaimana keputusan keagamaan tidak hanya berdampak pada aspek ibadah, tetapi juga pada kebijakan sosial dan administrasi negara.

Baca juga: Kapan Idul Fitri 2026? Hitung Mundur Lebaran dan Jadwal Liburnya

Antara Sains dan Tradisi: Menunggu Kepastian Resmi

Meski prediksi astronomi semakin akurat, keputusan resmi penetapan Idul Fitri tetap berada di tangan otoritas keagamaan masing-masing negara.

Di Indonesia, misalnya, hasil hisab dan rukyat akan dibahas dalam sidang isbat oleh Kementerian Agama.

Di sinilah letak keunikan kalender hijriah: ia tidak hanya berdiri di atas perhitungan ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan kesaksian langsung dalam tradisi rukyat.

Sebagaimana dijelaskan oleh Thomas Djamaluddin, integrasi antara sains dan syariat menjadi pendekatan ideal dalam menentukan awal bulan hijriah di era modern.

Mengapa Perbedaan Justru Menarik?

Perbedaan prediksi Idul Fitri sejatinya bukanlah sumber perpecahan, melainkan cerminan kekayaan metode dalam tradisi Islam.

Di satu sisi, sains memberikan presisi dan kepastian. Di sisi lain, rukyat menjaga nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.

Tahun 2026 menjadi contoh nyata bagaimana astronomi modern memainkan peran penting dalam kehidupan umat Muslim.

Dari Maroko hingga Indonesia, satu hal yang pasti, penantian hilal selalu menghadirkan rasa penasaran yang sama, kapan hari kemenangan benar-benar tiba.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar