KOMPAS.com – Kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas haji menjadi sorotan dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026, menyusul evaluasi berbagai persoalan yang terjadi pada musim haji sebelumnya.
Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan haji setiap tahun selalu menghadapi dinamika yang berbeda, namun sejumlah persoalan mendasar cenderung berulang jika tidak dimitigasi dengan baik.
Ia menyoroti sejumlah masalah krusial pada pelaksanaan haji sebelumnya, mulai dari ketidaksinkronan data antara pemerintah dan pihak penyedia layanan (syarikah), gangguan transportasi, hingga distribusi konsumsi yang sempat bermasalah.
“Terjadi mismatch data antara kementerian dan syarikah, sehingga ada jemaah yang terpisah dari rombongan. Ini harus jadi pelajaran penting,” ujar Mustolih dalam Bincang Haji Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Jangan Bebani Jemaah
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan serius terkait jemaah yang hilang dan belum memiliki kejelasan status hingga saat ini.
Menurutnya, hal tersebut tidak boleh kembali terulang karena menyangkut kepastian dan hak keluarga jemaah.
Di sisi lain, persoalan SDM petugas turut menjadi perhatian. Pendamping haji, Soleh Sofyan, menilai kesiapan petugas di lapangan masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi situasi kompleks selama ibadah haji.
“Kadang petugas justru lebih bingung daripada jemaah. Ini harus menjadi perhatian serius, karena petugas adalah ujung tombak pelayanan,” katanya.
Ia menambahkan, masalah klasik seperti akomodasi, konsumsi, hingga fasilitas dasar seperti toilet juga masih sering terjadi setiap tahun. Menurutnya, kebutuhan dasar jemaah harus menjadi prioritas utama dalam perbaikan layanan.
“Masalahnya itu-itu saja, dari tahun ke tahun tidak jauh dari akomodasi, makan, dan fasilitas dasar,” ungkapnya.
Baca juga: Menhaj: Haji 2026 Tetap Jalan, Mitigasi Disiapkan di Tengah Konflik
Menanggapi berbagai evaluasi tersebut, pemerintah didorong untuk memperkuat langkah mitigasi, terutama dalam peningkatan kualitas SDM petugas serta koordinasi lintas pihak.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, sebelumnya juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan tidak hanya pada tahap awal, tetapi juga saat pelaksanaan di Arab Saudi.
“Jangan sampai persiapan yang sudah matang menjadi tidak berarti karena masalah di lapangan,” kata Marwan.
Sementara itu, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyatakan persiapan haji, khususnya untuk jemaah haji khusus, saat ini telah memasuki tahap akhir.
Ketua AMPHURI, Firman M. Nur, mengatakan pihaknya tengah melaksanakan manasik haji sebagai bagian dari pematangan kesiapan jemaah.
“Persiapan haji AMPHURI sudah selesai dan matang. Saat ini kami di haji khusus sedang melakukan manasik haji,” ujarnya.
Baca juga: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Visa Sudah 99 Persen
Ia berharap dalam sisa waktu sekitar satu bulan menjelang keberangkatan, seluruh proses dapat berjalan lancar, termasuk kondisi geopolitik di Timur Tengah yang diharapkan semakin kondusif.
“Kita berharap dalam sisa waktu sekitar 30 hingga 45 hari ke depan semuanya dalam kondisi baik, sehingga ibadah haji bisa dilaksanakan dengan lancar,” kata Firman.
Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan teknis yang dihadapi tahun ini, termasuk waktu persiapan yang dinilai lebih sempit dibandingkan tahun sebelumnya.
Firman meminta Kementerian Haji menyiapkan mitigasi bagi jemaah yang batal berangkat, khususnya pada haji khusus, agar kuota yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap ada mitigasi, jika ada jemaah yang tidak berangkat bisa digantikan oleh jemaah lain meskipun visanya sudah terbit, sehingga kuota tidak mubazir,” ujarnya.
Dengan kuota haji Indonesia yang mencapai ratusan ribu jemaah, ia menekankan pentingnya pengelolaan yang optimal agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah haji.
Berbagai evaluasi dan masukan tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan dalam penyelenggaraan haji 2026, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan dan kesiapan SDM petugas, agar ibadah haji dapat berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang