Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Perkuat Mina untuk Haji 2026, Sistem Elektronik Pantau Jemaah Real Time

Kompas.com, 22 April 2026, 11:09 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang musim haji 2026, pemerintah Arab Saudi terus memperkuat berbagai aspek layanan untuk memastikan kelancaran ibadah jutaan jemaah.

Salah satu fokus terbaru adalah kesiapan kawasan Mina, lokasi vital dalam rangkaian ibadah haji yang setiap tahunnya menampung jutaan orang dalam waktu bersamaan.

Dilansir dari Saudi Gazette, dalam kunjungan lapangan terbaru, Tawfiq Al-Rabiah selaku Menteri Haji dan Umrah meninjau langsung kesiapan kamp-kamp jemaah di Mina.

Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan, fasilitas, serta sistem pengelolaan jemaah yang terus dikembangkan.

Baca juga: Saudi Siapkan 12.000 Penerbangan dan 3,1 Juta Kursi untuk Haji 2026

Persiapan Lebih Awal, Fokus pada Efisiensi dan Layanan

Dalam keterangannya, Al-Rabiah menegaskan bahwa persiapan haji tahun ini dilakukan lebih dini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan maksimal, terutama dalam menghadapi lonjakan jumlah jemaah dari berbagai negara.

Kawasan Mina, yang dikenal sebagai “kota tenda terbesar di dunia”, menjadi salah satu titik paling krusial.

Di lokasi inilah jemaah melaksanakan rangkaian ibadah seperti mabit dan lempar jumrah, yang membutuhkan pengaturan mobilitas sangat ketat.

Peningkatan fasilitas kamp, optimalisasi alur masuk dan keluar jemaah, hingga koordinasi lintas lembaga menjadi bagian dari strategi besar yang tengah dijalankan.

Sistem Elektronik Baru untuk Kendali Pergerakan Jemaah

Salah satu inovasi yang diperkenalkan tahun ini adalah sistem elektronik terintegrasi yang dirancang untuk memantau pergerakan jemaah secara real-time.

Sistem ini memungkinkan otoritas haji mengatur arus masuk dan keluar dari perkemahan dengan lebih presisi.

Tidak hanya itu, data yang terkumpul juga membantu pengambilan keputusan cepat dalam situasi darurat maupun kepadatan ekstrem.

Sebagai pelengkap, pemerintah memasang papan petunjuk digital di berbagai titik strategis, khususnya di pintu masuk dan keluar kamp Mina.

Papan ini menampilkan informasi penting seperti jadwal keberangkatan, waktu kepulangan, serta instruksi teknis bagi jemaah.

Pendekatan ini mencerminkan transformasi digital dalam pengelolaan ibadah haji, yang kini tidak hanya bergantung pada sistem manual, tetapi juga berbasis data dan teknologi.

Baca juga: Aplikasi Kawal Haji: Jemaah Bisa Lapor Masalah Haji Real Time, Begini Caranya

Pengelolaan Kerumunan Jadi Prioritas Utama

Pengelolaan kerumunan (crowd management) menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan haji, terutama di lokasi padat seperti Mina.

Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil pemerintah Saudi diarahkan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan jemaah.

Dalam buku Crowd Science: Theory and Practice karya G. Keith Still, dijelaskan bahwa pengelolaan massa dalam jumlah besar membutuhkan sistem pemantauan yang akurat, komunikasi yang jelas, serta pengaturan alur pergerakan yang disiplin.

Penerapan sistem elektronik dan papan informasi digital di Mina menjadi bagian dari prinsip tersebut, mengurangi potensi penumpukan sekaligus meningkatkan kesadaran jemaah terhadap jadwal dan rute yang harus diikuti.

Sejalan dengan Visi Saudi 2030

Langkah modernisasi layanan haji ini juga tidak terlepas dari agenda besar Saudi Vision 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah umrah dan haji dari seluruh dunia.

Program ini mendorong integrasi teknologi, peningkatan infrastruktur, serta profesionalisasi layanan di berbagai sektor, termasuk transportasi, akomodasi, dan manajemen jemaah.

Selain itu, Program Pengalaman Jemaah Haji (Pilgrim Experience Program) turut menjadi payung kebijakan yang memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang lebih baik, dari kedatangan hingga kepulangan.

Baca juga: Cara Kerja One Stop Service yang Mudahkan Jemaah Haji Sejak di Embarkasi

Mina sebagai Titik Kritis Ibadah Haji

Dalam perspektif studi keislaman, Mina memiliki posisi yang sangat penting dalam pelaksanaan haji.

Di tempat inilah jemaah menjalani fase-fase krusial yang menuntut kesabaran, ketertiban, dan kesiapan fisik.

Dalam buku Hajj and the Muslim World karya Michael Wolfe, dijelaskan bahwa Mina bukan hanya lokasi ritual, tetapi juga simbol dari dinamika kolektif umat Islam yang berkumpul dalam satu waktu dan tempat.

Karena itu, pengelolaan kawasan ini tidak bisa dilakukan secara biasa. Dibutuhkan sistem yang mampu mengatur jutaan orang secara simultan tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.

Antara Teknologi dan Spiritualitas

Di tengah berbagai inovasi yang diterapkan, satu hal tetap menjadi inti, menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai spiritual ibadah haji.

Bagi jemaah, kemudahan akses, kejelasan informasi, dan keamanan perjalanan bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ibadah yang lebih khusyuk dan bermakna.

Langkah yang dilakukan pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji kini memasuki era baru, di mana teknologi tidak menggantikan ibadah, tetapi justru memperkuat pengalaman spiritual itu sendiri.

Dengan kesiapan yang terus ditingkatkan, Mina tidak hanya menjadi tempat persinggahan, tetapi juga ruang yang tertata, aman, dan mendukung perjalanan jutaan jemaah menuju puncak ibadah mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Aktual
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Aktual
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa dan Niat
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar