Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jaga Gizi Jemaah Haji 2026, Kemenhaj Pastikan Menu Nusantara Hadir di Tanah Suci

Kompas.com, 9 Mei 2026, 14:13 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji yang menuntut stamina prima, urusan makanan ternyata menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.

Bagi jemaah haji, sajian makanan bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kondisi fisik selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia, termasuk memastikan hadirnya menu bercita rasa Nusantara selama musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berlangsung di Arab Saudi.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama para pengelola dapur dan penyedia konsumsi jemaah di Madinah, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Kisah Ays, Jemaah Haji Termuda Malang yang Ikut Ujian Sekolah dari Tanah Suci

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) sekaligus Wakil Penanggung Jawab IV PPIH Arab Saudi, Jaenal Effendi, mengatakan layanan konsumsi merupakan salah satu aspek vital dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut dia, kualitas makanan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kesehatan, hingga daya tahan tubuh jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Kemenhaj berkomitmen meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia, termasuk menghadirkan makanan bercita rasa Nusantara agar jemaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujar Jaenal, dilansir dari laman resmi Kemenhaj RI.

Baca juga: Via Aplikasi Tawakkalna Izin Haji Kini Bisa Diakses Sebelum Berangkat

Menu Nusantara Jadi Penawar Rindu Kampung Halaman

Bagi sebagian besar jemaah, terutama lanjut usia, makanan dengan cita rasa Indonesia menjadi kebutuhan penting selama berhaji.

Perbedaan budaya makan dan bumbu masakan di Arab Saudi sering kali membuat jemaah kesulitan beradaptasi.

Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan menu yang dekat dengan lidah masyarakat Indonesia, mulai dari olahan ayam balado, semur daging, sayur sop, rendang, sambal goreng, hingga aneka lauk khas daerah lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menjaga selera makan jemaah, tetapi juga membantu menjaga asupan nutrisi mereka selama menjalani rangkaian ibadah yang menguras energi.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji di Indonesia karya Prof. Dr. H. Moh. Sholehuddin disebutkan bahwa pelayanan konsumsi menjadi bagian strategis dalam sistem pelayanan haji karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan ketahanan fisik jemaah.

Buku tersebut menjelaskan, kegagalan menjaga pola makan dan kecukupan gizi selama haji dapat meningkatkan risiko kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan lainnya, terutama pada jemaah lansia dan kelompok risiko tinggi.

Hal serupa juga dijelaskan dalam buku Fiqh Kesehatan Haji karya dr. H. Hasyim Husein yang menyebut kebutuhan cairan, protein, dan karbohidrat seimbang sangat penting selama pelaksanaan ibadah haji, terutama ketika suhu di Arab Saudi dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Oleh karena itu, kualitas makanan dan ketepatan distribusi konsumsi menjadi perhatian utama pemerintah selama operasional haji berlangsung.

Baca juga: Arab Saudi Rilis Panduan Kesehatan Haji dalam 8 Bahasa, Salah Satunya Indonesia

Tidak Hanya Enak, Distribusi Makanan Juga Diawasi Ketat

Jaenal Effendi menegaskan kualitas layanan konsumsi tidak hanya diukur dari rasa makanan semata.

Menurut dia, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, hingga konsistensi pelayanan juga menjadi indikator penting.

“Kualitas layanan konsumsi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga konsistensi pelayanan, ketepatan distribusi, serta kualitas kemitraan antara supplier dan pihak dapur,” kata Jaenal.

Karena itu, PPIH Arab Saudi bersama pihak penyedia konsumsi melakukan evaluasi berkala selama musim haji berlangsung.

Evaluasi tersebut mencakup variasi menu, standar kebersihan, kualitas bahan baku, hingga ketahanan makanan saat didistribusikan ke hotel-hotel jemaah.

Pemerintah juga memastikan proses penyediaan konsumsi dilakukan secara profesional melalui skema business to business antara supplier dan pengelola dapur.

Langkah ini dilakukan agar rantai distribusi makanan tetap terjaga dan pelayanan terhadap jemaah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Konsumsi Jemaah Jadi Perhatian Khusus Pemerintah

Perhatian besar terhadap layanan makanan jemaah bukan tanpa alasan. Setiap musim haji, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Arab Saudi dengan kondisi cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat.

Kondisi tersebut membuat jemaah rentan mengalami kelelahan apabila asupan makanan dan cairan tidak terpenuhi dengan baik.

Data penyelenggaraan haji dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa persoalan kesehatan jemaah sering kali dipicu oleh pola makan tidak teratur, kurang minum, serta kelelahan akibat aktivitas fisik berlebihan.

Karena itu, pemerintah Indonesia terus meningkatkan kualitas layanan dasar haji, termasuk konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan.

Dalam pertemuan di Madinah tersebut, turut hadir Wakil Ketua I PPIH Arab Saudi Abdul Haris, Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho, serta Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi Cecep Khairul Anwar bersama jajaran lainnya.

Kehadiran para pimpinan PPIH Arab Saudi menunjukkan bahwa urusan konsumsi jemaah tidak dipandang sebagai hal sepele.

Pemerintah ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan makanan layak, higienis, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan mereka selama menjalani ibadah.

Baca juga: Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda

Harapan agar Jemaah Tetap Prima Selama Ibadah

Penguatan koordinasi antara pemerintah, supplier, dan pengelola dapur diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah Indonesia di Makkah dan Madinah.

Selain menjaga kesehatan jemaah, menu bercita rasa Nusantara juga diharapkan dapat menjadi pengobat rindu kampung halaman di tengah jauhnya perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.

“Evaluasi bersama akan terus dilakukan, khususnya terkait menu dan kualitas layanan konsumsi, sehingga pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dapat semakin optimal,” tegas Jaenal.

Di balik setiap kotak makanan yang diterima jemaah, ada proses panjang pengawasan, koordinasi, dan evaluasi yang terus dilakukan pemerintah.

Sebab bagi jemaah haji Indonesia, makanan hangat dengan rasa yang akrab sering kali menjadi sumber tenaga sekaligus penguat semangat dalam menyempurnakan ibadah di Tanah Suci.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar