Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026

Kompas.com, 11 Mei 2026, 22:16 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Gulf News

KOMPAS.com - Arab Saudi terus melakukan berbagai persiapan menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026, termasuk meningkatkan kenyamanan jemaah di kawasan Arafah.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperluas proyek peneduh dan pendingin di sekitar Jabal Arafah untuk mengurangi dampak cuaca panas ekstrem selama musim haji.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Komisi Kerajaan Arab Saudi untuk Kota Makkah dan Tempat Suci sebagai bagian dari peningkatan layanan bagi jutaan jemaah haji.

Baca juga: Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci

Melalui proyek ini, pemerintah Arab Saudi berharap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman saat wukuf di Arafah.

Arab Saudi Rampungkan Tahap Kedua Proyek Peneduh Arafah

Dilansir dari Gulf News, Komisi Kerajaan Arab Saudi untuk Kota Makkah dan Tempat Suci telah menyelesaikan tahap kedua proyek peneduh dan pendingin di kawasan Jabal Arafah menjelang haji 2026.

Baca juga: Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci

Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas di area suci untuk membantu jemaah menghadapi suhu panas tinggi selama pelaksanaan ibadah haji.

Area Teduh di Arafah Diperluas Lima Kali Lipat

Melalui proyek tersebut, area teduh dan berpendingin di Arafah diperluas hingga lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Total area yang tercakup dari dua tahap pembangunan kini mencapai lebih dari 272 ribu meter persegi.

Perluasan ini dilakukan untuk mengurangi paparan panas langsung terhadap jemaah, terutama saat pelaksanaan wukuf yang menjadi puncak ibadah haji.

Area Pendingin di Arafah ditambah hingga 272 Ribu MeterSaudi Press Agency (SPA) Area Pendingin di Arafah ditambah hingga 272 Ribu Meter

Pemasangan Kanopi dan Kipas Kabut Air

Pada tahap kedua pembangunan, Arab Saudi memasang 18 kanopi modern yang dilengkapi 36 kipas kabut air (misting fans).

Selain itu, tersedia pula tujuh unit pendingin dan 107 tiang kipas kabut air di kawasan Arafah.

Fasilitas tersebut dirancang untuk membantu menjaga suhu lingkungan tetap lebih sejuk di tengah cuaca ekstrem yang biasanya terjadi saat musim haji.

Pengembangan tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari proyek tahap pertama yang telah selesai pada 2025 lalu.

Pada tahap awal, pemerintah Arab Saudi membangun tiga kanopi, enam kipas kabut air, dan lebih dari 165 tiang kipas kabut air di sekitar kawasan Arafah.

Pembangunan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas layanan dan kenyamanan jemaah setiap tahunnya.

Bagian dari Program Saudi Vision 2030

Otoritas Arab Saudi menyebut proyek peneduh dan pendingin tersebut menjadi bagian dari sistem terpadu untuk meningkatkan kualitas layanan di tempat-tempat suci.

Program itu juga sejalan dengan Saudi Vision 2030 dan Program Pengalaman Jemaah Haji yang fokus pada pembangunan berkelanjutan serta peningkatan fasilitas ibadah bagi jemaah dari seluruh dunia.

Dengan tambahan fasilitas pendingin dan area teduh tersebut, pemerintah Arab Saudi berharap pelaksanaan puncak haji 2026 dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan mendukung kesehatan jemaah di tengah suhu panas ekstrem.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Aktual
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar