Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Kebakaran Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Dugaan Penyebabnya

Kompas.com, 6 Juni 2026, 20:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Insiden kebakaran terjadi di salah satu hotel yang menjadi tempat menginap jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Peristiwa tersebut terjadi di kompleks Hotel Al Hidayah Sektor 10, Aziziyah, tepatnya di area depan Tower 7.

Kebakaran sempat memicu proses evakuasi sementara terhadap sejumlah jemaah yang berada di tower sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Kebakaran Hotel di Mekkah, Kadaker Pastikan Jemaah Indonesia Aman

Beruntung, api dapat dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak merembet ke kamar-kamar jemaah maupun bangunan utama hotel.

Pihak Daerah Kerja (Daker) Makkah memastikan tidak ada korban dari kalangan jemaah maupun petugas haji Indonesia. Namun, seorang karyawan hotel dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian kaki.

Baca juga: Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Jemaah Indonesia Sempat Dievakuasi

Kebakaran Diduga Berasal dari Baterai Skuter yang Diisi Daya

Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui setelah sejumlah jemaah melihat kepulan asap dari salah satu ruangan di depan Tower 7.

"Ternyata kepulan asap itu berasal dari kamar karyawan hotel. Setelah ditelusuri dan berdasarkan informasi dari petugas sektor 10, karyawan hotel sedang men-charge baterai skuter," kata Ihsan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Ihsan, baterai tersebut diduga mengalami panas berlebih atau overheat hingga akhirnya meledak. Ledakan itu kemudian memicu kebakaran yang membakar sejumlah barang di dalam ruangan.

Tiga Mobil Pemadam Diterjunkan ke Lokasi

Setelah menerima laporan, petugas sektor bersama manajemen hotel langsung melakukan penanganan awal dan menghubungi petugas pemadam kebakaran Arab Saudi.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani insiden tersebut.

"Kalau tidak salah ada sekitar tiga unit yang datang. Karena posisi ruangan yang terbakar berada di depan tower dan akses jalannya sangat lancar, proses pemadaman bisa dilakukan dengan cepat," ujarnya.

Menurut Ihsan, lokasi kebakaran yang berada di area terbuka memudahkan petugas menjangkau titik api sehingga proses pemadaman berlangsung lebih cepat.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar 30 menit setelah kejadian.

"Jam 18.00 WAS kejadian, tidak lama langsung datang pemadam kebakaran dan jam 18.30 WAS (kebakaran) sudah bisa dikendalikan dan dipadamkan," tuturnya.

Situasi di luar Hotel Al Hidayah, Mekkah saat kebakar terjadi, Sabtu (6/6/2026).KOMPAS.com/PYTHAG KURNIATI Situasi di luar Hotel Al Hidayah, Mekkah saat kebakar terjadi, Sabtu (6/6/2026).

Jemaah di Tiga Tower Sempat Dievakuasi

Meski kebakaran tidak merembet ke kamar-kamar jemaah maupun gedung tower hotel, asap sempat menyebar ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

"Sebetulnya tidak sampai ke kamar-kamar jemaah atau gedung tower. Memang asapnya menyebar, sehingga jemaah yang berada di Tower 6, 7, dan 8 dievakuasi untuk sementara waktu," ujarnya.

Sesuai prosedur keselamatan gedung, pihak manajemen hotel mematikan seluruh lift dan mengarahkan penghuni menggunakan tangga darurat selama proses evakuasi berlangsung.

Ihsan mengatakan situasi berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat sehingga para jemaah dapat kembali ke kamar masing-masing pada malam hari.

"Alhamdulillah sekitar pukul 20.00 waktu Saudi, seluruh jemaah sudah bisa kembali ke kamar masing-masing. Kondisi saat ini juga sudah aman," kata Ihsan.

Satu Karyawan Hotel Mengalami Luka Bakar

Dalam peristiwa tersebut, satu orang karyawan hotel dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian kaki.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, ada satu karyawan hotel yang mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada bagian kaki," ucapnya.

Meski demikian, Ihsan memastikan tidak ada korban dari kalangan jemaah maupun petugas haji Indonesia.

Ia juga mengapresiasi sikap para jemaah yang tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung.

"Alhamdulillah seluruh jemaah tetap tenang dan tidak panik. Saat lift dimatikan, mereka langsung mengikuti arahan petugas dan menggunakan tangga darurat sehingga proses evakuasi berjalan lancar," tuturnya.

Jemaah Diimbau Berhati-hati Menggunakan Peralatan Listrik

Pasca kejadian, Daker Makkah mengingatkan jemaah agar lebih berhati-hati saat menggunakan berbagai perangkat listrik di hotel.

"Kami mengimbau jemaah berhati-hati menggunakan alat-alat listrik seperti pemanas air, penanak nasi, charger, kipas angin, maupun perangkat lainnya. Kalau sudah tidak digunakan, sebaiknya segera dicabut dari sumber listrik," kata Ihsan.

Sebagai informasi, Hotel Al Hidayah dihuni oleh jemaah haji Indonesia dari sejumlah embarkasi, antara lain Padang (PDG), Banjarmasin (BDJ), dan Banten (JKB).

Saat kebakaran terjadi, jumlah penghuni hotel sudah berkurang karena sebagian kelompok terbang (kloter) telah lebih dahulu kembali ke Tanah Air.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kronologi Kebakaran Hotel Jemaah Haji di Makkah, Diduga Berawal dari Ledakan Baterai Skuter”. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar