Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi

Kompas.com, 20 Juni 2026, 13:34 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com – Kementerian Agama bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada September 2026.

Berbagai aspek persiapan mulai dari penyelenggaraan, pembinaan peserta, pelayanan tamu, hingga koordinasi panitia menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Persiapan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar pelaksanaan MTQ Nasional berjalan optimal dan mencapai seluruh target yang telah ditetapkan.

"Kami berharap MTQ Nasional di Jawa Tengah dapat berjalan dengan baik, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses dalam seluruh aspek pelaksanaannya," ujar Abu Rokhmad.

Baca juga: MTQ Internasional di Masjid Istiqlal Diikuti Peserta dari 9 Negara dan 28 Provinsi

Menurutnya, MTQ Nasional bukan sekadar kompetisi membaca Al-Qur'an, melainkan momentum strategis untuk memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur'an.

Abu Rokhmad menjelaskan, sesuai arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, MTQ harus menjadi sarana membangun generasi Qurani sekaligus mendorong implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menilai MTQ sebagai salah satu ajang kompetisi yang memiliki tingkat objektivitas tinggi, terutama pada cabang tilawah yang dapat dinilai langsung oleh masyarakat.

"MTQ Nasional ini adalah perlombaan yang betul-betul dilaksanakan secara objektif. Bahkan pada cabang tilawah, masyarakat awam pun dapat menilai dan merasakan kualitas performa peserta yang tampil," katanya.

Untuk meningkatkan kualitas peserta, Abu Rokhmad meminta pelaksanaan training center (TC) dilakukan secara lebih intensif dan berkesinambungan. Selain latihan, kondisi kesehatan para peserta juga harus mendapatkan perhatian khusus selama masa pembinaan.

"Kalau memungkinkan, training center dilakukan lebih intensif lagi. Kesehatan peserta juga harus dipantau dengan baik. Intinya adalah latihan yang terus-menerus dan berkesinambungan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Abu Rokhmad mengibaratkan persiapan MTQ Nasional layaknya sebuah kompetisi olahraga tingkat dunia yang membutuhkan strategi matang dan pemetaan potensi secara cermat.

"Saya berulang-ulang menyampaikan bahwa kita harus jeli dan melihat MTQ ini seperti Piala Dunia. Coach harus mampu melihat cabang mana yang berpotensi menghasilkan medali. Mulai sekarang harus ada target-target yang realistis untuk dicapai," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Lembaga Tilawah dan MTQ Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, menyoroti pentingnya sinkronisasi antara panitia pusat dan daerah, terutama terkait tugas panitera dan master of ceremony (MC).

"Panitera memiliki peran krusial untuk memastikan kesesuaian antara peserta yang tampil dengan nomor urutnya. Oleh karena itu, kita akan sinkronkan panitia pusat dan provinsi melalui rapat pertemuan khusus antara panitera dan MC," kata Rijal.

Ia juga meminta seluruh panitia memastikan kesiapan pelayanan tamu, pendampingan liaison officer (LO), serta venue perlombaan agar berjalan maksimal. Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan MTQ sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk mengantisipasi berbagai kendala sejak awal.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengungkapkan bahwa Jawa Tengah juga tengah menyiapkan peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah

"Hari ini kita mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, termasuk para Ketua LPTQ, agar semuanya mendapatkan arahan terkait persiapan MTQ Nasional. Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah harus terus melangkah dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," ujar Saiful.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, BAZNAS, serta panitia MTQ Nasional 2026. Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI dari aspek penyelenggaraan, pembinaan peserta, hingga dukungan lintas sektor.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar