MADINAH, KOMPAS.com - Jemaah haji kelompok terbang (kloter) terakhir atau BDJ 19 akan terbang pada Selasa (30/6/2026) pukul 22.00 waktu Arab Saudi. Lima hari jelang kepulangan kloter terakhir, petugas haji tetap diminta mengencangkan ikat pinggang.
Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Enny Nuryanti mengingatkan petugas haji tak kendur bertugas di hari-hari terakhir kepulangan jemaah.
Menurutnya, tantangan saat ini adalah psikologis petugas haji yang berisiko kelelahan atau kurang fokus jelang kepulangan.
Baca juga: Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial
"Sisa hari ini kita harus waspada. Jangan sampai 70 hari yang sudah kita lalui, tercoreng hanya di lima hari terakhir," tegas dr Enny di Madinah, Arab Saudi, Kamis (25/6/2026).
Enny meminta tim kesehatan maupun non-kesehatan berkolaborasi memberikan pelayanan maksimal. Sebab masa operasional kepulangan jemaah haji masih berlangsung hingga akhir Juni 2026.
Baca juga: Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Enny juga menginstruksikan peningkatan pengawasan, utamanya bagi Tenaga Kesehatan Haji (TKH). Visitasi kepada jemaah lansia, risiko tinggi (risti), maupun yang memiliki komorbid harus dilakukan secara rutin.
Petugas diminta melakukan gerak cepat jika menemukan jemaah haji yang mengalami indikasi medis sekecil apa pun. Jemaah bisa segera dirujuk ke KKHI yang siap melayani 24 jam.
Enny berpesan, petugas mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada jemaah tanazul yang belum memungkinkan pulang bersama kloternya karena kondisi kesehatan. Pendampingan akan membuat jemaah merasa nyaman hingga waktu kepulangannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang