Editor
KOMPAS.com - Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura menjadi salah satu momen istimewa dalam kalender Islam yang diperingati umat Muslim di berbagai daerah.
Pada hari tersebut, banyak masyarakat menggelar santunan anak yatim, doa bersama, hingga pembagian hadiah sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang.
Tradisi menyantuni anak yatim pada Hari Asyura bahkan dikenal luas di Indonesia sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama.
Baca juga: Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Kegiatan ini dilakukan untuk menghadirkan kehangatan dan membantu meringankan beban psikologis anak-anak yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya.
Selain memberikan santunan, umat Islam juga dianjurkan mengusap kepala anak yatim dan mendoakan kebaikan bagi mereka. Amalan ini dipandang sebagai salah satu bentuk kasih sayang yang memiliki nilai ibadah dan mendatangkan keberkahan.
Baca juga: Keutamaan Menyantuni Anak Yatim pada 10 Muharram, Menghidupkan Kasih Sayang di Hari Asyura
Mendoakan anak yatim bukan hanya dilakukan saat mengusap kepala mereka. Umat Islam juga dapat memanjatkan doa agar anak-anak yatim diberikan kesehatan, kebahagiaan, rezeki, dan kesuksesan dalam kehidupannya.
Berikut doa yang dapat dibaca ketika mengusap kepala anak yatim yang dirangkum dari berbagai sumber:
Allahumma anta waliyyul-mu'minin, wa anta waliyyul-yatim, fa-waliyyi yatiimanii hadhaa fa-ahsin ilahi waar-hu waakfilhu min ladunka khairal-kafil.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Pelindung orang-orang beriman, dan Engkaulah Pelindung anak yatim. Oleh karena itu, lindungilah anak yatim ini, berilah dia kebaikan, dan jadilah Engkau Penjaganya yang terbaik dari sisi-Mu."
Allahumma ainniialaa ri'aayati yatiimii hadhaa waakfilhu min ladunka khairal-kafil.
Artinya: "Ya Allah, bantulah aku dalam mengasuh anak yatim ini dan jadilah Engkau Penjaganya yang terbaik dari sisi-Mu."
Allahumma inni as'aluka an tarzuqahu wa turabbiyahu wa tahfazuhu wa tahsnu tarbiyatahu wa takhuluhu min syarrir-dunyaa wa aakhirati.
Artinya: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar Engkau memberinya rezeki, mendidiknya, melindunginya, dan membaguskan pendidikannya, serta menyelamatkannya dari kejahatan dunia dan akhirat."
"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang dekat dengan-Mu, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang shaleh, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaqwa, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang berbuat baik kepada makhluk-Mu, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jangan jadikan aku termasuk orang-orang yang zalim."
Keempat doa tersebut dapat dipanjatkan saat mengusap kepala anak yatim pada Hari Asyura 10 Muharram maupun pada kesempatan lainnya sebagai bentuk kasih sayang dan harapan agar anak-anak yatim memperoleh perlindungan, kebaikan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Mengusap kepala anak yatim merupakan salah satu bentuk menyantuni anak yatim yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Amalan ini menjadi simbol kasih sayang, perhatian, serta dukungan moral bagi anak-anak yang kehilangan salah satu orang tuanya.
Selain memberikan manfaat bagi anak yatim, amalan tersebut diyakini mendatangkan pahala dan keberkahan bagi orang yang melakukannya.
Hadits dari Abu Hurairah RA: "Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya." (HR. Abu Lais as-Samarqandi)
Hadits dari Abdullah bin Mas'ud RA:
"Siapa saja yang mengusap kepala anak yatim sekali, karena Allah dan mengharap pahala dari-Nya, niscaya Allah akan menuliskan baginya kebaikan sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi).
Selain itu, mengusap kepala anak yatim juga memiliki makna spiritual yang mendalam, baik bagi anak yatim maupun orang yang melakukannya. Amalan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka baginya setiap rambut yang disentuhnya itu terdapat kebaikan. Dan barangsiapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang ada di bawah pemeliharaannya, maka aku dan dia di surga seperti dua jari ini." (HR. Ahmad).
Karena itu, Hari Asyura dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin peduli terhadap anak yatim, tidak hanya melalui santunan materi, tetapi juga dengan memberikan perhatian, kasih sayang, dan doa demi kebaikan serta masa depan mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang