Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringatan 10 Muharam, 7.000 Anak Yatim di Lombok Tengah Terima Santunan

Kompas.com, 25 Juni 2026, 15:20 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sebanyak 7.000 anak yatim piatu di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima santunan dalam peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah melalui program Rahman Rahim Day 2026.

Kegiatan yang digelar di Bencingan Masmirah, Lombok Tengah, pada Kamis itu merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang berfokus pada kegiatan sosial dan keagamaan.

Program tersebut diisi dengan berbagai kegiatan berbagi kepada anak yatim-piatu sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan.

Baca juga: Menag Usulkan 10 Muharam Jadi Lebaran Anak Yatim untuk Bantu Yatim Piatu dan Difabel

Dana santunan yang diberikan berasal dari program sedekah yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN).

Pemerintah daerah menilai Rahman Rahim Day telah mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh berbagai pondok pesantren dan lembaga lainnya di Lombok Tengah.

Baca juga: Doa Mengusap Kepala Anak Yatim dan Artinya, Salah Satu Amalan pada Hari Asyura 10 Muharram

Santunan Diberikan untuk 7.000 Anak Yatim di 12 Kecamatan

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, berharap kegiatan Rahman Rahim Day dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat acara Rahman Rahim Day 2026 di Bencingan Masmirah di Lombok Tengah, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa Rahman Rahim Day merupakan program tahunan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang diisi dengan kegiatan sosial dan keagamaan untuk berbagi kepada anak yatim-piatu.

"Santunan yang diberikan ini merupakan program sedekah yang dikumpulkan dari aparatur sipil Negara (ASN)," katanya.

Menurut dia, jumlah anak yatim-piatu yang menerima santunan pada Rahman Rahim Day tahun ini mencapai 7.000 anak yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah.

"Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di Lombok Tengah," katanya.

Bentuk Kepedulian Kepada Anak Yatim 

Lalu Pathul Bahri mengatakan kegiatan Rahman Rahim Day tidak hanya dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Berbagai pihak, seperti pondok pesantren dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), juga menggelar kegiatan serupa sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim di Lombok Tengah.

"Artinya, program ini telah memberikan dampak positif terhadap kepedulian semua pihak terhadap anak yatim-piatu di Lombok Tengah," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ASN dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan Rahman Rahim Day sebagai agenda rutin tahunan.

"Kami sangat bersyukur banyak ponpes melaksanakan kegiatan ini. Kepedulian terhadap anak yatim makin hari makin bertambah," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Tengah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan demi mendukung percepatan pembangunan di daerah.

"Kami berharap masyarakat tetap meningkatkan sinergisitas dalam mendukung percepatan pembangunan di Lombok Tengah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tradisi Mappassageena di Hari Asyura, Warga Bugis Berburu Peralatan Rumah Tangga
Tradisi Mappassageena di Hari Asyura, Warga Bugis Berburu Peralatan Rumah Tangga
Aktual
Peringatan 10 Muharam, 7.000 Anak Yatim di Lombok Tengah Terima Santunan
Peringatan 10 Muharam, 7.000 Anak Yatim di Lombok Tengah Terima Santunan
Aktual
Menag Usulkan 10 Muharam Jadi Lebaran Anak Yatim untuk Bantu Yatim Piatu dan Difabel
Menag Usulkan 10 Muharam Jadi Lebaran Anak Yatim untuk Bantu Yatim Piatu dan Difabel
Aktual
IsDF MUI Fasilitasi KPR FLPP bagi Dai dan Guru Ngaji untuk Dapat Rumah Layak
IsDF MUI Fasilitasi KPR FLPP bagi Dai dan Guru Ngaji untuk Dapat Rumah Layak
Aktual
Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus 2026 Bagikan 34.000 Bungkus Nasi, Warga Antre Sejak Subuh
Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus 2026 Bagikan 34.000 Bungkus Nasi, Warga Antre Sejak Subuh
Aktual
5 Hari Sebelum Kloter Terakhir Pulang, Petugas Haji Diminta Tetap Kencangkan Ikat Pinggang
5 Hari Sebelum Kloter Terakhir Pulang, Petugas Haji Diminta Tetap Kencangkan Ikat Pinggang
Aktual
Doa Mengusap Kepala Anak Yatim dan Artinya, Salah Satu Amalan pada Hari Asyura 10 Muharram
Doa Mengusap Kepala Anak Yatim dan Artinya, Salah Satu Amalan pada Hari Asyura 10 Muharram
Doa dan Niat
Kemenag Usul Nilai Ketuhanan Masuk RUU Sisdiknas, Guru Agama hingga Pesantren Jadi Sorotan
Kemenag Usul Nilai Ketuhanan Masuk RUU Sisdiknas, Guru Agama hingga Pesantren Jadi Sorotan
Aktual
MUI Ingatkan Masyarakat dan Orang Tua Waspadai Kampanye LGBT Berkedok HAM
MUI Ingatkan Masyarakat dan Orang Tua Waspadai Kampanye LGBT Berkedok HAM
Aktual
MUI Tegaskan Tetap Istiqamah Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT di Tengah Aksi Penolakan
MUI Tegaskan Tetap Istiqamah Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT di Tengah Aksi Penolakan
Aktual
Amalan Hari Asyura 10 Muharram, Ternyata Tidak Hanya Berpuasa
Amalan Hari Asyura 10 Muharram, Ternyata Tidak Hanya Berpuasa
Aktual
Mengenal Hari Asyura 10 Muharram dan Keutamaannya bagi Umat Islam
Mengenal Hari Asyura 10 Muharram dan Keutamaannya bagi Umat Islam
Aktual
DPR Setujui Anggaran Rp 4,5 Triliun untuk Pesantren Tahun 2027
DPR Setujui Anggaran Rp 4,5 Triliun untuk Pesantren Tahun 2027
Aktual
Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial
Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial
Aktual
Niat Puasa Asyura Lengkap Tulisan Arab, Keutamaan dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
Niat Puasa Asyura Lengkap Tulisan Arab, Keutamaan dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com