Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus 2026 Bagikan 34.000 Bungkus Nasi, Warga Antre Sejak Subuh

Kompas.com, 25 Juni 2026, 14:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tradisi pembagian nasi Buka Luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali digelar pada Kamis (25/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian acara Buka Luwur Sunan Kudus yang rutin diselenggarakan setiap 10 Muharam.

Pada tahun ini, panitia menyiapkan lebih dari 34.000 bungkus nasi untuk dibagikan kepada masyarakat.

Baca juga: Makam Sunan Kudus dan Tradisi Buka Luwur Tiap 10 Muharam

Ribuan warga pun memadati kawasan Menara Kudus sejak dini hari untuk mendapatkan nasi yang diyakini membawa berkah dan menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.

Tradisi Buka Luwur tidak hanya menjadi ritual penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Kudus.

Seluruh pendanaan kegiatan berasal dari sedekah warga, baik dalam bentuk uang, beras, kain, maupun hewan ternak.

Baca juga: Nasi Jangkrik, Kuliner Kegemaran Sunan Kudus

Panitia Siapkan Lebih dari 34.000 Bungkus Nasi

Juru Bicara Panitia Buka Luwur Sunan Kudus Denny Nur Hakim mengatakan jumlah nasi Buka Luwur yang dibagikan setiap tahun selalu berbeda karena menyesuaikan jumlah hewan ternak yang disembelih dan bantuan beras dari masyarakat.

"Jumlah nasi Buka luwur yang disediakan setiap tahunnya ada perbedaan, karena disesuaikan dengan jumlah hewan ternak yang disembelih dan beras bantuan dari masyarakat luas. Sedangkan tahun ini sebanyak 34.000 bungkus lebih," kata Denny di Kudus, Kamis.

Ia menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan Buka Luwur merupakan bentuk keteladanan masyarakat Kudus terhadap ajaran Sunan Kudus yang dikenal berjasa menyebarkan agama Islam sekaligus mendirikan Kota Kudus.

Menurut dia, tradisi tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat karena seluruh pendanaan kegiatan bersumber dari sedekah warga.

Sedekah Warga Capai 22 Kerbau dan 92 Kambing

Tahun ini, panitia menerima sedekah sebanyak 22 kerbau dan 92 kambing dari masyarakat.

Hewan-hewan tersebut kemudian disembelih dan diolah menjadi dua menu khas yang identik dengan tradisi Buka Luwur Sunan Kudus, yakni uyah asem dan masakan jangkrik.

Uyah asem merupakan olahan daging tanpa kuah, sedangkan masakan jangkrik disajikan berkuah.

"Pada tanggal 9 Muharam 1448 Hijriah, hewan sedekah tersebut diolah menjadi dua menu masakan yaitu uyah asem dan masakan jangkrik. Keduanya merupakan menu yang identik dengan tradisi Buka Luwur Sunan Kudus," ujarnya.

Denny mengungkapkan lebih dari 34.000 bungkus nasi yang dibagikan kepada masyarakat berisi menu uyah asem.

Pemilihan menu tersebut dilakukan agar nasi dapat bertahan lebih lama selama proses distribusi.

"Kalau yang dibagikan kepada masyarakat menu masakan jangkrik yang berkuah, tentu nasi akan lebih cepat basi. Karena itu yang dibagikan berupa nasi dengan lauk uyah asem," ujarnya.

Warga Antre Sejak Subuh demi Mendapatkan Berkah

Distribusi nasi Buka Luwur telah dilakukan sejak dini hari sebelum subuh ke berbagai wilayah di Kabupaten Kudus. Setiap tahun, ribuan warga menantikan pembagian nasi tersebut karena diyakini membawa berkah.

Tradisi Buka Luwur sendiri diselenggarakan setiap 10 Muharam dan pada tahun ini bertepatan dengan Kamis (25/7/2026). Ritual tersebut menjadi penanda penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Karsani, warga Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, mengaku telah mengantre sejak selesai Shalat Subuh bersama istri dan kedua anaknya.

Setelah mendapatkan nasi Buka Luwur atau nasi uyah asem, Karsani langsung menyantapnya, sebagaimana banyak warga lainnya yang menjadikannya sebagai menu sarapan pagi.

Ia mengaku setiap tahun selalu ikut mengantre untuk memperoleh nasi Buka Luwur dengan harapan mendapatkan berkah karena sebelumnya nasi tersebut telah didoakan oleh para kiai di kompleks Menara Kudus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar